JawaPos.com - Roberto De Zerbi mulai menerapkan pendekatan baru untuk membangun kekompakan skuad Tottenham Hotspur. Salah satu langkahnya adalah melarang para pemain menggunakan ponsel saat sarapan, makan siang, dan makan malam selama kamp pelatihan di Marbella.
Tottenham telah menghabiskan lebih dari GBP 380 juta untuk mendatangkan 10 pemain baru pada musim panas ini. Namun, investasi besar tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan. Spurs masih terpuruk di dasar klasemen Liga Premier setelah gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan pembuka.
De Zerbi menyadari tekanan akan semakin besar jika Tottenham kembali gagal menang saat menjamu Coventry pada Senin. Karena itu, ia berharap perjalanan ke Spanyol dapat membantu mengubah suasana suram di klub menjadi lebih positif.
De Zerbi Larang Pemain Gunakan Ponsel Saat Makan
Melansir ESPN, De Zerbi menjelaskan bahwa kamp pelatihan di Marbella bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan di lapangan. Ia juga ingin para pemain menghabiskan lebih banyak waktu bersama dan membangun hubungan yang lebih kuat di luar pertandingan.
Baca Juga: Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
"Kami bekerja di lapangan, kami tetap bersama -- kami menyingkirkan ponsel dari sarapan, makan siang, dan makan malam agar tetap bersama karena sekarang ponsel selalu ada sepanjang waktu," kata De Zerbi dalam konferensi pers.
Selain membatasi penggunaan ponsel, Tottenham juga mengadakan sejumlah pertemuan untuk membahas situasi tim dan tanggung jawab setiap pemain.
"Kami mengadakan dua atau tiga pertemuan penting untuk membicarakan sepak bola, situasi kami, dan bagaimana setiap orang harus bertanggung jawab. Dan tidak lebih dari itu. Ada beberapa makan malam khusus untuk para pemain, beberapa makan malam khusus untuk staf."
Baca Juga: Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
De Zerbi mengakui bahwa dirinya harus terus mencari cara untuk memperbaiki keadaan Tottenham. Ia juga pernah menerapkan pendekatan serupa ketika menangani Marseille.
"Sebagai seorang pelatih, Anda memahami bahwa Anda harus meningkatkan diri, Anda harus mengubah situasi, dan Anda mencoba menemukan semua solusi."
"Saya sudah pernah melakukan jenis kamp pelatihan seperti ini dua kali dengan Marseille dan itu adalah solusi yang baik. Saya berbicara dengan klub, dengan Vinai [Venkatesham], dengan Johan [Lange], dengan pemilik dan bersama-sama kami mengambil keputusan, tetapi ini bukan sesuatu yang istimewa."
Menurut De Zerbi, kamp tersebut menjadi kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama setelah Tottenham menjalani pramusim yang tidak ideal akibat banyaknya pemain baru dan pemain yang kembali dari Piala Dunia.
"Ini hanya untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama karena di pramusim kami tidak bisa. Kami memiliki banyak pemain baru dan pemain yang kembali dari Piala Dunia. Tiga atau empat hari bersama tanpa keluarga, dengan memprioritaskan klub, adalah hal yang normal dan baik."
Baca Juga: Ditahan Imbang Tottenham, Michael Carrick Sebut Ejekan Suporter Manchester United Menyakitkan
Meski demikian, De Zerbi menegaskan bahwa para pemain tetap memiliki kebebasan selama berada di Marbella. Ia tidak ingin kamp pelatihan berubah menjadi kegiatan dengan aturan yang terlalu ketat.
Ketika ditanya apakah pemain boleh keluar secara mandiri, ia menjawab:
"Ya, dengan bebas. Tanpa aturan militer. Saya menyukai kebebasan."
De Zerbi Sambut Kembalinya Kulusevski dan Maddison
Kamp pelatihan Tottenham di Spanyol juga menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain untuk kembali meningkatkan kondisi mereka.
Dejan Kulusevski yang telah pulih sepenuhnya ikut dalam rombongan. James Maddison juga berada di Marbella setelah mengalami cedera ligamen anterior cruciate pada 2025. Sementara itu, Xavi Simons masih menjalani pemulihan dari cedera serupa.
Baca Juga: Prediksi Skor Manchester United vs Tottenham: Setan Merah Incar Menang, Spurs Masih Terpuruk!
De Zerbi mengaku terus memantau perkembangan Simons dan Maddison secara dekat.
"Saya sangat dekat dengan Xavi Simons misalnya saat ini. Saya mengikutinya langkah demi langkah dalam perjalanannya sebagai pemain yang cedera. Seperti Maddison, karena penanganan Maddison benar-benar berbeda. Dia adalah pemain istimewa lainnya dan sekarang sudah siap bermain," kata De Zerbi.
Ia juga menilai Kulusevski sebagai pemain penting bagi Tottenham, bahkan ketika sang gelandang tidak berada dalam kondisi untuk bermain penuh.
"Kulusevski adalah pemain yang sangat penting, bahkan musim lalu ketika dia cedera. Itu adalah bagian dari pekerjaan para pemain, tetapi pada saat yang sama bisa menjadi momen penting untuk menjadi lebih baik, untuk menjadi lebih kuat."
De Zerbi menambahkan bahwa tidak semua pemain harus tampil selama 90 menit untuk memberikan pengaruh besar bagi tim.
"Anda perlu memainkan banyak pertandingan untuk mencapai kondisi fisik terbaik, tetapi ada pemain yang mampu menjadi penting, bahkan jika mereka hanya bermain 10, 15, atau 20 menit, dan James adalah salah satu pemain seperti itu."
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Tottenham: Duel El Sackico Carrick dan De Zerbi
Maddison kini dinilai siap untuk kembali bermain sejak awal pertandingan. Namun, De Zerbi belum memastikan apakah gelandang tersebut akan menjadi starter saat Tottenham menghadapi Coventry.
"Saat ini dia siap untuk memulai pertandingan, tetapi saya tidak tahu apakah kami akan memainkannya sebagai starter. Saya menunggu momen itu."
Tottenham berharap pendekatan baru De Zerbi, ditambah kembalinya sejumlah pemain penting, dapat membantu mereka memperbaiki performa. Laga melawan Coventry pun menjadi kesempatan untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan sekaligus mengangkat kepercayaan diri skuad.