JawaPos.com - Virgil van Dijk akhirnya buka suara mengenai tudingan yang mengaitkan dirinya dengan kegagalan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.
Kapten Liverpool tersebut membantah keras klaim bahwa dirinya ikut memengaruhi keputusan taktik mantan pelatih Belanda, Ronald Koeman, khususnya terkait perubahan formasi menjadi lima bek.
Melansir ESPN, dalam konferensi pers bersama media Belanda, Van Dijk bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai "omong kosong belaka".
"Salah satu rekan Anda juga mengatakan, tentu saja, bahwa itu adalah ide saya untuk beralih bermain dengan formasi lima bek. Itu omong kosong belaka," kata Van Dijk kepada seorang reporter.
Belanda tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah adu penalti melawan Maroko di babak 16 besar. Perubahan pendekatan taktik Koeman dalam pertandingan tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan, termasuk tudingan bahwa Van Dijk memiliki pengaruh di balik keputusan tersebut.
Namun, sang kapten menegaskan bahwa keputusan itu bukan berasal darinya.
"Faktanya, kita memang gagal di Piala Dunia. Itulah fakta yang sulit diterima."
"Kami tidak bermain bagus di Piala Dunia. Ini bukan tentang saya. Kalian bermain bersama; kalian adalah sebuah tim. Tuduhan Anda bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda setelah Piala Dunia -- hal semacam itu sama sekali tidak berdasar."
Van Dijk juga menegaskan bahwa perubahan taktik tersebut merupakan keputusan staf pelatih, bukan sesuatu yang ia tentukan sebagai pemain.
"Rencana ini disusun oleh staf. Omong kosong disebarkan agar saya terlihat lebih buruk. Itu terlalu sering terjadi."
"Saya diberi tahu bahwa itu adalah kesalahan saya karena kami bermain dengan lima pemain, bahwa Ronald Koeman dan saya telah menghancurkan sepak bola Belanda."
Van Dijk Akui Belanda Gagal di Piala Dunia
Meski membantah tudingan tersebut, Van Dijk tidak mencoba menutupi kenyataan bahwa Belanda memang gagal memenuhi harapan di Piala Dunia.
Ia bahkan mengakui bahwa performa tim secara keseluruhan tidak cukup baik.
"Rencana itu berhasil selama 89 menit, meskipun pertandingannya buruk. Kami hampir berhasil mencetak gol. Anggapan bahwa saya menghancurkan sepak bola Belanda sama sekali tidak masuk akal. Saya tidak memutuskan itu."
Kini, Van Dijk kembali menjadi bagian penting dari skuad Belanda di bawah pelatih baru, Xavi Hernández.
Bek berusia 35 tahun itu berpeluang mencatat penampilan internasional ke-100 jika dimainkan dalam empat pertandingan Nations League melawan Jerman, Yunani, dan Serbia dua kali.
Menariknya, Van Dijk sempat mempertimbangkan masa depannya bersama tim nasional setelah kekalahan dari Maroko. Namun, pertemuannya dengan Xavi membuat keputusan tersebut berubah dengan cepat.
"Saya butuh liburan bersama keluarga dan kemudian pertemuan penting dengan pelatih tim nasional: Setelah 10 detik, sudah jelas bahwa saya akan melanjutkan," tambah bek tersebut.
Van Dijk juga menjelaskan bahwa Xavi membuatnya merasa kembali dipercaya dan dihargai sebagai bagian penting dari proyek baru Belanda.
"Apa yang dia katakan? Bahwa saya adalah Virgil van Dijk. Ini tentang kepercayaan, penghargaan, betapa pentingnya Anda bagi tim. Secara fisik memang ada—dan selalu ada—keunggulan, tetapi Anda juga ingin merasakan penghargaan dan kesenangan."
Dengan era baru bersama Xavi kini dimulai, Van Dijk memilih menatap ke depan. Kontroversi mengenai Piala Dunia 2026 mungkin belum sepenuhnya hilang, tetapi sang kapten telah menegaskan satu hal: keputusan taktik tersebut bukan berada di tangannya.