JawaPos.com - Alexander Isak akhirnya mencetak gol pertamanya musim ini bersama Liverpool. Namun, gol tersebut belum cukup untuk menghapus sorotan terhadap performanya.
Liverpool kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest di Anfield. The Reds bahkan harus dua kali mengejar ketertinggalan sebelum Victor Munoz mencetak gol penyelamat pada menit ke-82.
Isak menjadi salah satu pencetak gol Liverpool dalam pertandingan tersebut. Tetapi bagi mantan bek Forest, Stuart Pearce, kontribusi sang striker masih jauh dari harapan.
Pearce Sebut Isak Tampil 'Datar'
Isak didatangkan Liverpool dengan harga £125 juta setelah meninggalkan Newcastle United. Ekspektasi terhadap penyerang asal Swedia itu pun sangat tinggi.
Namun, melansir Talksport, menurut Pearce, gol melawan Forest menjadi satu-satunya momen positif Isak dalam beberapa pertandingan awal musim ini.
Saat menjadi komentator di Anfield untuk talkSPORT bersama Sam Matterface, Pearce mengkritik Isak setelah sang striker gagal menyambut umpan silang Dominik Szoboszlai.
"Dia mengklaim itu adalah tendangan sudut, tetapi performanya jauh di bawah standar hari ini."
"Dia berhasil mencetak gol dengan sentuhan ringan, tapi itu satu-satunya hal bagus yang dia lakukan dari beberapa pertandingan yang saya saksikan minggu ini."
Komentar tersebut menggambarkan kekhawatiran yang mulai muncul terkait performa Isak di Liverpool.
Pemain berusia 26 tahun itu memang belum memberikan dampak besar sejak pindah ke Anfield. Ia juga gagal memberikan kontribusi berarti ketika Liverpool bermain imbang melawan Newcastle pada pertandingan pembuka musim.
Statistik Isak Masih Jauh dari Ekspektasi
Isak sebenarnya datang dengan reputasi sebagai salah satu striker paling berbahaya di Premier League.
Bersama Newcastle, ia mencetak 25 gol di semua kompetisi pada musim 2024/25, kemudian meningkatkan catatannya menjadi 27 gol pada musim berikutnya. Namun, produktivitas tersebut belum terbawa ke Liverpool.
Sejak bergabung dengan The Reds, Isak baru mencetak lima gol dalam 23 pertandingan. Cedera yang mengganggu musim 2025/26 memang turut memengaruhi proses adaptasinya, tetapi Liverpool tetap membutuhkan versi terbaik sang striker.
Situasinya menjadi semakin penting setelah kepergian Mohamed Salah. Dengan berkurangnya salah satu sumber gol utama tim, Isak kini memiliki tanggung jawab lebih besar di lini depan.
Isak: Mencetak Gol Memang Tugas Striker
Isak sendiri tidak menghindari tanggung jawab tersebut. Ketika ditanya Jules Breach dari TNT Sports apakah ia merasa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk mencetak gol setelah kepergian Salah, Isak memberikan jawaban tegas.
"Ya, tentu saja. Itu pada akhirnya adalah tugas seorang striker."
"Dan saya jelas sangat senang bisa mencetak gol pertama, dan semoga gol-gol selanjutnya terus berdatangan."
Meski demikian, Isak tidak ingin menetapkan target gol tertentu untuk musim ini.
"Tidak juga. Saya rasa setiap striker ingin mencetak gol di setiap pertandingan yang dimainkannya," lanjutnya.
"Jelas, itu sulit, tapi kita fokus pada satu pertandingan demi satu pertandingan."
Pendekatan tersebut cukup masuk akal. Liverpool masih berada dalam tahap awal era Andoni Iraola, sementara Isak juga perlu membangun koneksi dengan rekan-rekan barunya.
Tantangan Berikutnya Semakin Berat
Isak akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatannya ketika Liverpool bertandang ke markas Ipswich pada Jumat malam.
Setelah itu, tantangan yang jauh lebih besar sudah menunggu. Liverpool akan memulai kampanye Liga Champions dengan menjamu Atletico Madrid pada Rabu berikutnya.
Kompetisi Eropa juga menjadi area yang perlu diperhatikan Isak. Musim lalu, ia tampil tujuh kali di Liga Champions bersama Liverpool tetapi belum sekalipun mencetak gol.
Gol pertamanya musim ini memang menjadi awal yang positif. Namun, Liverpool membutuhkan jauh lebih banyak dari seorang striker seharga £125 juta.
Jika Isak mampu kembali menemukan ketajamannya seperti ketika masih menjadi andalan Newcastle, ia bisa menjadi bagian penting dalam upaya Liverpool membangun era baru di bawah Iraola.