JawaPos.com - Barcelona menghadapi persoalan besar jelang dimulainya La Liga 2026/2027 lantaran belum memiliki penyerang tengah senior yang bisa menjadi ujung tombak utama.
Barcelona mengawali musim panas dengan sejumlah perekrutan penting. Rodri didatangkan dari Manchester City untuk memperkuat lini tengah. Kehadiran gelandang asal Spanyol itu membuat sektor tengah Barcelona semakin bertabur pemain berkualitas.
Di lini depan, Barcelona juga mendatangkan Anthony Gordon dan Karim Adeyemi. Keduanya diharapkan memberikan tambahan kecepatan dan variasi serangan.
Baca Juga: Rachmat Irianto Bongkar 5 PR Besar Persebaya Surabaya Jelang Hadapi Bhayangkara FC
Winger muda Belgia, Jesse Bisiwu, juga direkrut sebagai proyek jangka panjang.
Namun, satu kebutuhan penting belum terpenuhi. Barcelona belum memiliki striker nomor sembilan yang mapan.
Masalah itu muncul setelah Robert Lewandowski meninggalkan klub dan bergabung dengan Chicago Fire setelah kontraknya berakhir.
Ferran Torres juga pergi ke Paris Saint-Germain dengan nilai transfer sekitar 50 juta euro. Padahal, Torres menjadi salah satu pemain yang cukup sering digunakan sebagai pelapis Lewandowski musim lalu.
Baca Juga: Hindari Pelanggaran Merugikan! Kontrol Emosi Persebaya Surabaya Jadi PR Bernardo Tavares
Kondisi tersebut membuat Hansi Flick harus menyiapkan solusi alternatif. Salah satu pilihan yang paling memungkinkan adalah memainkan Lamine Yamal sebagai false nine.
Yamal memang memiliki kemampuan untuk bermain di posisi tersebut. Pemain muda asal Spanyol itu tampil luar biasa musim lalu dengan mencetak 24 gol. Ia juga menjadi salah satu pemain utama Spanyol ketika menjuarai Piala Dunia.
Meski demikian, Flick tampaknya tidak ingin terlalu sering menggeser Yamal dari posisi favoritnya. Sang pelatih lebih menyukai pemain berusia 19 tahun itu beroperasi dari sisi kanan.
Dari posisi tersebut, Yamal bisa memanfaatkan kemampuan satu lawan satu untuk melewati bek dan menciptakan peluang.
Barcelona juga memiliki beberapa pemain yang bisa mengisi posisi penyerang tengah. Dani Olmo pernah bermain sebagai false nine, begitu pula Raphinha. Fermin Lopez juga mengaku nyaman menjalankan peran tersebut.
Gordon dan Adeyemi dapat memberikan ancaman lewat kecepatan, tetapi keduanya bukan striker murni. Sementara itu, situasi ini bisa menjadi kesempatan besar bagi Hamza Abdelkarim.
Baca Juga: Chant Anti-Palestina Menggema Usai Manor Solomon Cetak Gol, West Ham Buka Suara
Penyerang berusia 18 tahun tersebut merupakan striker alami yang ikut dalam skuad Barcelona selama pramusim. Ia bahkan mencetak gol ketika Barcelona mengalahkan Al Ahly pada Joan Gamper Trophy. Abdelkarim sejauh ini sudah mengoleksi empat gol pada pramusim.
Barcelona sebenarnya masih memiliki opsi untuk memainkan lini depan tanpa striker murni. Para pemain bisa terus bertukar posisi sehingga pertahanan lawan kesulitan menentukan siapa yang harus dijaga.
Namun, solusi tersebut belum tentu menjadi pilihan utama Flick. Barcelona tetap membutuhkan penyerang yang mampu menjadi titik akhir serangan dan bermain konsisten sepanjang musim.
Target utama klub adalah Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Barcelona sangat tertarik kepada pemain Argentina tersebut, tetapi Atletico tidak berniat melepasnya.
Baca Juga: Target Main Intensitas Tinggi! Bernardo Tavares Siap Memasak Skuad Persebaya Surabaya di Thailand
Bahkan, klub Madrid itu dikabarkan tidak akan menerima tawaran sebesar 200 juta euro.
Karena Alvarez sulit didapat, Barcelona mulai dikaitkan dengan sejumlah nama lain.
Viktor Gyokeres menjadi salah satu kandidat yang mencuat setelah tampil produktif bersama Arsenal musim lalu.
Selain Gyokeres, Lautaro Martinez dari Inter Milan dan Luis Suarez dari Sporting juga disebut masuk dalam radar Barcelona.
Barcelona masih memiliki waktu hingga 1 September untuk mencari striker baru. Jika gagal, Flick harus mengandalkan fleksibilitas lini depan yang ada. Situasi ini menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Barcelona sebelum menjalani musim baru.