← Beranda
Enam Poin Penting bagi Real Madrid Jelang Musim 2026/2027
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 18 Agustus 2026 | 21.39 WIB
Real Madrid memasuki musim 2026/2027 dengan Jose Mourinho sebagai pelatih. Simak enam pertanyaan besar Los Blancos, mulai dari transfer hingga peran Mbappe, Bellingham, dan Arda Guler. (Instagram/@realmadrid)
 
 

 

JawaPos.com - Real Madrid memasuki musim 2026/2027 dengan misi bangkit setelah dua musim tanpa trofi besar. Situasi tersebut membuat Florentino Perez mengambil keputusan besar dengan membawa kembali Jose Mourinho. 

Pelatih asal Portugal itu diharapkan mampu mengembalikan disiplin dan mental juara Los Blancos, sekaligus memperbaiki masalah pertahanan yang menjadi salah satu kelemahan mereka.

Mourinho pun mendapatkan sejumlah tambahan pemain, sementara lini serang Madrid tetap dipenuhi nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Namun, banyak pertanyaan yang masih harus dijawab sebelum musim benar-benar berjalan.

Baca Juga: Debut Bersama Real Madrid, Begini Tanggapan Tegas Marc Cucurella

Melansir Aljazeera, berikut enam poin penting yang patut diperhatikan.

1. Apakah Kembalinya Mourinho akan Berhasil?

Mourinho bukan sosok asing bagi Madrid. Periode pertamanya di Santiago Bernabeu berlangsung pada 2011 hingga 2013. Ia berhasil membawa Madrid meraih satu gelar LaLiga dan mencapai tiga semifinal Liga Champions.

Kini Mourinho kembali setelah Madrid menjalani dua musim tanpa trofi besar. Pramusim memberikan sedikit gambaran mengenai pendekatan yang akan diterapkannya. Madrid tampil lebih pragmatis dan mengutamakan organisasi pertahanan.

Mereka bahkan berhasil memenangkan Trofeo Teresa Herrera setelah mengalahkan Deportivo La Coruna 1-0.

Baca Juga: Jose Mourinho Alami Ketidakpastian Lini Pertahanan Real Madrid

Memang, trofi tersebut hanya berasal dari pertandingan pramusim. Namun, cara Madrid meraih kemenangan memberikan indikasi bahwa Mourinho ingin membangun fondasi tim dari belakang.

Tantangannya adalah apakah pendekatan konservatif tersebut bisa membawa Madrid kembali bersaing dengan Barcelona di LaLiga dan PSG di Liga Champions.

2. Apakah Transfer Madrid Sudah Cukup?

Madrid tidak mendatangkan semua pemain bintang yang sempat dikaitkan dengan mereka. Nama-nama seperti Alessandro Bastoni, Achraf Hakimi, Michael Olise, Vitinha hingga Rodri sempat muncul dalam radar.

Namun, Madrid memilih pemain yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan tim. Marc Cucurella memberikan opsi baru di sisi kiri.

Baca Juga: Perasaan Jose Mourinho Menyikapi Hasil Telak Real Madrid vs Schalke

Denzel Dumfries menawarkan kekuatan fisik di posisi bek kanan, sedangkan Ibrahima Konate memberikan tambahan tenaga dan kemampuan bertahan di jantung pertahanan.

Bernardo Silva menjadi tambahan penting di lini tengah. Pengalamannya juga bisa membantu mengisi ruang yang ditinggalkan Luka Modric.

Sementara itu, Yan Diomande menjadi investasi besar di lini depan. Pemain Pantai Gading tersebut datang dengan harga €125 juta dan diproyeksikan menjadi salah satu bintang masa depan Madrid.

Jika para pemain baru tersebut langsung menyatu, Madrid bisa memiliki skuad yang jauh lebih seimbang.

3. Siapa Penyerang Nomor 9 Madrid?

Salah satu teka-teki terbesar Mourinho adalah posisi penyerang tengah. Kylian Mbappe memang sudah menjadikan posisi nomor 9 sebagai miliknya, tetapi karakteristiknya berbeda dengan striker tradisional yang mampu menahan bola dan menjadi titik tumpu serangan.

Baca Juga: Belanja Besar Real Madrid Tertutup Penjualan Pemain Akademi La Fabrica

Endrick juga belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak bergabung dari Palmeiras. Penyerang berusia 20 tahun itu sempat dipinjamkan ke Lyon dan mencetak lima gol, termasuk hat-trick melawan Metz.

Sementara itu, Carlos Espi menawarkan profil yang lebih sesuai dengan konsep striker klasik Mourinho. Dengan tinggi 193 cm, Espi memiliki kemampuan fisik untuk menjadi target man, meski pengalaman di level tertinggi masih terbatas.

Pertanyaannya, apakah Mourinho akan mempercayai pemain muda tersebut atau tetap menjadikan Mbappe sebagai ujung tombak?

4. Bagaimana Mourinho Memaksimalkan Mbappe dan Vinicius?

Memiliki Mbappe dan Vinicius Junior sekaligus seharusnya menjadi keuntungan besar. Mbappe mencetak 42 gol untuk Madrid musim lalu, ditambah 10 gol bersama Prancis di Piala Dunia.

Vinicius juga tetap menjadi salah satu pemain paling berbahaya di sisi kiri. Namun, kombinasi keduanya tidak selalu menghasilkan peningkatan produktivitas tim secara keseluruhan.

Baca Juga: Jose Mourinho Dilanda Ketidakpastian Lini Pertahanan Real Madrid

Jumlah gol Madrid di LaLiga justru turun dari 87 pada musim 2023/24 menjadi 78 pada musim berikutnya dan 77 musim lalu.

Kini Mourinho harus menemukan formula yang memungkinkan keduanya bermain pada posisi terbaik tanpa mengorbankan keseimbangan tim.

Mbappe sendiri telah memberikan sinyal positif. Ia menyebut Mourinho sebagai “pelatih yang tahu bagaimana caranya menang.”

Namun, jika Mourinho meminta para pemain depannya bekerja lebih keras dalam bertahan, tantangannya akan semakin menarik.

5. Apakah Bellingham akan Kembali Agresif?

Jude Bellingham bisa menjadi salah satu kunci perubahan Madrid.

Ketika baru bergabung dari Borussia Dortmund, Bellingham langsung tampil luar biasa. Ia mencetak 10 gol dalam 12 pertandingan LaLiga pertamanya.

Namun, produktivitasnya kemudian menurun karena perannya lebih banyak bergeser menjadi gelandang pelengkap. Piala Dunia memberikan gambaran berbeda.

Baca Juga: Valverde Harus Berjuang Mendapatkan Tempat di Lini Tengah Real Madrid

Bersama Inggris, Bellingham kembali menunjukkan naluri menyerangnya. Ia mampu membawa bola dari lini tengah, masuk ke area berbahaya, menciptakan peluang dan mencetak tujuh gol.

Kini pertanyaannya adalah: seberapa bebas Mourinho akan membiarkan Bellingham menyerang?

Bellingham memiliki dukungan Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde di lini tengah. Jika Mourinho memberikan kebebasan kepadanya, Madrid bisa mendapatkan kembali sosok gelandang agresif yang pernah menjadi salah satu senjata utama mereka.

Tetapi jika prioritas Mourinho tetap pertahanan, Bellingham mungkin harus lebih disiplin menjaga posisinya.

6. Bagaimana Nasib Arda Guler?

Arda Guler memasuki musim baru dengan ekspektasi yang jauh lebih besar.

Musim lalu, ia mencatatkan 51 penampilan, hanya kalah dari Vinicius yang tampil dalam 53 pertandingan.

Guler pun diperkirakan mendapatkan peran lebih besar musim ini. Masalahnya adalah kedatangan Bernardo Silva.

Baca Juga: Empat Duet Gelandang Bertahan yang Bisa Dipasang Jose Mourinho di Real Madrid

Mourinho dikenal lebih menyukai pemain berpengalaman, sementara Silva memiliki pengalaman luar biasa di level tertinggi dan juga memiliki hubungan khusus dengan Mourinho karena berasal dari Portugal.

Di sisi lain, Guler menawarkan sesuatu yang berbeda. Dribel, kreativitas, kemampuan melewati lawan, dan keberaniannya dalam memulai serangan membuat pemain Turki itu memiliki potensi menjadi salah satu pemain paling menarik di skuad Madrid.

Persaingan dengan Silva bisa menjadi ujian besar baginya. Bahkan, sudah muncul laporan mengenai kemungkinan Guler mempertimbangkan kembali ke Fenerbahce jika kesempatan bermainnya berkurang.

Musim Penentuan untuk Madrid

Madrid memasuki musim 2026/27 dengan kombinasi yang menarik: pelatih berpengalaman, lini pertahanan yang diperkuat, serta lini serang penuh bintang.

Namun, justru bagaimana Mourinho menggabungkan semuanya akan menjadi kunci.

Bisakah Mbappe dan Vinicius tetap produktif dalam sistem yang lebih defensif? Apakah Bellingham mendapatkan kebebasan untuk menyerang? Mampukah Guler mempertahankan tempatnya? Dan yang paling penting, apakah pendekatan Mourinho bisa mengembalikan Madrid ke puncak LaLiga dan Liga Champions?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan apakah kembalinya Mourinho benar-benar menjadi solusi atau hanya mengulang cerita lama di Santiago Bernabeu.

EDITOR: Edi Yulianto