JawaPos.com-Roberto De Zerbi berhasil membawa Tottenham Hotspur tetap bertahan di Liga Inggris musim depan setelah mengalahkan Everton pada pekan terakhir. Laga yang berakhir dengan skor tipis 1-0 tersebut dimainkan di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (24/5).
Pelatih asal Italia tersebut diminta untuk menggambarkan perasaannya setelah mengalahkan Everton dan tetap bertahan di Liga Inggris musim depan. Selain itu, Roberto De Zerbi mengaku senang dengan permainan Tottenham Hotspur di laga tersebut.
"Saya senang, saya menikmati hari ini, dari awal hingga sekarang. Sepak bola itu menyenangkan karena jika Anda memberikan yang terbaik, mungkin hari ini, mungkin besok, lusa, Anda akan menerima kembali segalanya dari sepak bola. Sungguh luar biasa," kata Roberto De Zerbi saat jumpa pers yang dikutip laman resmi Tottenham Hotspur, Senin (25/5).
Permainan di babak pertama membuat De Zerbi sangat bangga hingga terciptanya gol semata wayang dari Joao Palhinha menit ke-43. Baginya, Tottenham Hotspur memang pantas segalanya untuk tetap bertahan di Liga Inggris.
"Kami pantas mendapatkan hari ini. Kami pantas mendapatkan pertandingan ini. Kami pantas mendapatkan kemenangan ini. Kami pantas mendapatkan segalanya hari ini. Saya pikir kami pantas untuk tetap bertahan, karena kami mengumpulkan 11 poin dalam tujuh pertandingan dan kami pantas mendapatkan lebih banyak," ujar De Zerbi.
"Para pemain saya memainkan pertandingan yang fantastis, baik dari segi semangat, perilaku, sikap, maupun kualitas permainan, terutama di babak pertama, mereka bermain sangat baik dan saya bangga," imbuh pelatih 46 tahun itu.
Setelah musim selesai, De Zerbi sudah mulai fokus untuk menyiapkan tim di musim depan dan tidak ingin mengubah komposisi pemainnya. Dia juga mengajak seluruh pihak di Tottenham Hotspur dalam mencari pemain baru.
"Mulai malam ini kita harus mulai mengatur dan membangun tim baru. Saya rasa kita tidak perlu mengganti terlalu banyak pemain. Kita punya 10, 11, 12 pemain yang cukup bagus untuk tetap bertahan, cukup bagus, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi. Kemudian kita harus melengkapi skuad dengan pemain-pemain level pertama. Pemain-pemain level pertama, karena kita sudah terlalu banyak menderita," jelas De Zerbi.
"Saya sangat menderita, tetapi saya pikir para penggemar, klub, dewan direksi, dan para pemain juga sangat menderita. Kami adalah Tottenham dan kami tidak bisa terus menderita seperti ini hingga detik terakhir pertandingan terakhir untuk bertahan di liga," tegas eks pelatih Marseille tersebut.
"Saya akan menjadi lebih kuat. Saya tidak ingin mengambil keputusan sendirian karena sepak bola adalah sebuah tim - direktur olahraga, pencari bakat, CEO - tetapi target saya sekarang sudah selesai, yaitu bertahan di liga. Target saya adalah memulai pramusim dengan tim yang ada dalam mimpi saya, dalam pikiran saya," tandas De Zerbi.