← Beranda
Prediksi Australia di Piala Dunia 2026: Socceroos yang Teguh Siap Melampaui Harapan!
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 21 Mei 2026 | 20.32 WIB
Selebrasi pemain Timnas Australia usai memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. (Instagram @socceroos)

 

JawaPos.com — Timnas Australia datang ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dengan modal konsistensi, organisasi permainan solid, dan mental kuat setelah lolos cukup nyaman dari fase kualifikasi Asia. Socceroos diprediksi kembali menjadi kuda hitam berbahaya meski tidak memiliki banyak pemain bintang kelas dunia seperti generasi emas 2006.

Australia akan tampil untuk ketujuh kalinya di Piala Dunia dan keenam secara beruntun. Perjalanan mereka menuju turnamen kali ini terasa lebih tenang dibanding edisi-edisi sebelumnya yang sering penuh tekanan.

Baca Juga: Kejutan Lionel Scaloni di Skuad Argentina Piala Dunia 2026! Buendia dan Soule Berpeluang Dipanggil

Bagaimana Australia Lolos ke Piala Dunia 2026?

Australia mencatat rekor impresif sepanjang kualifikasi dengan 11 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Socceroos juga tampil produktif dengan mencetak 38 gol dan hanya kebobolan tujuh kali.

Pada putaran kedua, Australia tampil sempurna dengan menyapu bersih enam pertandingan tanpa kebobolan.

Tim asuhan Tony Popovic kemudian menghadapi tantangan lebih berat di putaran ketiga saat Jepang keluar sebagai juara Grup C.

Meski begitu, Australia tetap sulit dikalahkan dan berhasil mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia 2026 di posisi kedua. Mereka finis di atas Arab Saudi dengan pertahanan yang sangat disiplin.

Penyerang Kusini Yengi menjadi top skor Australia sepanjang kualifikasi dengan enam gol. Sementara Craig Goodwin menyumbang enam assist yang sangat penting dalam perjalanan menuju Amerika Utara.

Baca Juga: Skuad Mesir di Piala Dunia 2026: Era Baru Salah dkk, Wonderkid Barcelona Masuk Daftar

Tony Popovic Ubah Identitas Australia

Kedatangan Tony Popovic sejak 2024 membawa perubahan besar pada gaya bermain Australia. Pelatih berusia 52 tahun itu dikenal sebagai sosok disiplin yang lebih mementingkan hasil dibanding permainan atraktif.

Popovic merupakan bagian dari generasi legendaris Australia di Piala Dunia 2006. Kini, dia mencoba membawa semangat serupa lewat pendekatan pragmatis dan pertahanan rapat.

Australia kini nyaman bermain tanpa banyak penguasaan bola. Mereka lebih memilih bertahan kompak lalu menyerang cepat saat mendapatkan ruang.

Formasi andalan 3-4-2-1 menjadi fondasi utama permainan Socceroos. Strategi itu membuat Australia sulit ditembus sekaligus berbahaya saat melakukan serangan balik cepat.

Kekuatan terbesar Australia ada pada organisasi permainan dan kerja kolektif. Namun, mereka tetap memiliki kelemahan berupa kedalaman skuad yang terbatas serta kualitas teknik individu yang belum setara negara elite dunia.

Baca Juga: Prediksi Uruguay di Grup H Piala Dunia 2026: Generasi Baru La Celeste Siap Bikin Kejutan

Mathew Ryan dan Irankunda Jadi Kunci

Kapten sekaligus kiper senior Mathew Ryan masih menjadi sosok paling penting di skuad Australia. Pengalamannya bermain di Inggris, Spanyol, Belanda, hingga Belgia membuatnya menjadi figur vital di ruang ganti maupun di lapangan.

Ryan dikenal memiliki kemampuan penyelamatan penalti yang sangat baik. Ketenangannya diprediksi akan sangat menentukan saat Australia menghadapi tekanan dari lawan-lawan kuat di fase grup.

Selain Ryan, perhatian besar juga tertuju kepada wonderkid Nestory Irankunda. Pemain berusia 20 tahun itu disebut sebagai senjata rahasia Australia di Piala Dunia 2026.

Irankunda memiliki kecepatan luar biasa dan sangat cocok dengan gaya counterattack milik Popovic. Pemain yang kini memperkuat Watford itu juga berbahaya dalam situasi bola mati.

Popovic kini menghadapi dilema menarik soal Irankunda. Dia bisa saja memainkan sang winger sejak menit awal atau menjadikannya supersub untuk menghancurkan pertahanan lawan yang mulai kelelahan.

Australia juga berharap Harry Souttar pulih total dari cedera Achilles parah yang membuatnya absen lebih dari setahun. Jika belum sepenuhnya fit, Kye Rowles kemungkinan besar akan menjadi pengganti utama di lini belakang.

Baca Juga: Emiliano Buendia Bersinar di Final Liga Europa, Peluang Emas Tampil Bersama Argentina di Piala Dunia 2026

Jadwal Australia di Fase Grup Tidak Mudah

Australia tergabung di grup yang cukup seimbang pada Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Turki, Amerika Serikat, dan Paraguay dalam perebutan tiket ke babak gugur.

Laga pertama melawan Turki pada 13 Juni di BC Place diprediksi menjadi pertandingan paling menentukan. Australia wajib meraih poin untuk menjaga momentum menuju dua laga berikutnya.

Setelah itu, Socceroos akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat pada 19 Juni di Lumen Field. Atmosfer besar dipastikan menjadi tantangan tersendiri bagi pasukan Popovic.

Australia kemudian menutup fase grup dengan menghadapi Paraguay pada 25 Juni di Levi’s Stadium. Duel ini berpotensi menjadi penentuan lolos atau tidaknya Australia ke babak 16 besar.

Secara kualitas, Australia memang tidak diunggulkan mutlak di grup tersebut. Namun, karakter pekerja keras dan disiplin mereka membuat Socceroos punya peluang besar mencuri poin penting.

Bisakah Australia Ulangi Kejutan 2006 dan 2022?

Australia pernah mencetak sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2006 dan 2022. Kini, target realistis mereka adalah mengulangi pencapaian tersebut di Amerika Utara.

Performa Australia memang tidak selalu meyakinkan dalam laga persahabatan terakhir. Mereka sempat menelan tiga kekalahan beruntun melawan Amerika Serikat, Venezuela, dan Kolombia pada akhir 2025.

Namun, Socceroos bangkit pada awal 2026 lewat kemenangan atas Kamerun dan Curaçao. Irankunda tampil menonjol saat Australia menghancurkan Curaçao dengan skor 5-1.

Dukungan publik Australia terhadap sepak bola juga terus meningkat sejak keberhasilan di Qatar 2022.

Meski kultur suporternya tidak sebesar negara-negara Amerika Selatan atau Eropa, fan Socceroos tetap dikenal loyal dan penuh semangat.

Teriakan khas “Aussie, Aussie, Aussie… Oi, Oi, Oi!” dipastikan kembali menggema sepanjang turnamen. Dukungan itu bisa menjadi suntikan energi tambahan untuk skuad Tony Popovic.

Australia mungkin bukan tim paling indah ditonton di Piala Dunia 2026. Namun, dengan organisasi solid, efektivitas serangan balik, dan mental pantang menyerah, Socceroos berpotensi kembali melampaui ekspektasi dunia.

EDITOR: Banu Adikara