← Beranda
Hansi Flick Tanggapi Aksi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Dia Sudah Cukup Dewasa!
Aprillia JPKamis, 14 Mei 2026 | 03.09 WIB
Aksi Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina merupakan keputusan pribadi. (@SolirSindy/X)

 

JawaPos.com - Pelatih Barcelona Hansi Flick menanggapi aksi Lamine Yamal yang mengibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga. Dia menilai Lamine Yamal sudah cukup dewasa untuk menentukan sikap, meski secara pribadi Hansi Flick tidak terlalu menyukai tindakan itu.

Momen itu terjadi saat Barcelona merayakan keberhasilan mereka menjuarai La Liga dengan parade bus terbuka di jalanan kota Barcelona pada Senin (11/5). Dalam perayaan itu, Lamine Yamal terlihat memegang bendera Palestina di atas bus tim yang disambut ratusan ribu suporter.

Pemain Barcelona berusia 18 tahun itu juga membagikan foto diri bersama bendera Plestina melalui akun Instagram pribadi. Aksi itu pun langsung menarik perhatian warganet.

Baca Juga: Bojan Hodak Tegaskan Persib Siap Hadapi PSM meski Tanpa Dua Pemain Inti

Dalam konferensi pers sehari setelah parade, Flick mengaku telah berbicara langsung dengan Yamal mengenai hal itu. Flick menegaskan bahwa keputusan mengibarkan bendera Palestina sepenuhnya berada di tangan sang pemain.

”Ini bukan sesuatu yang biasanya saya sukai. Saya sudah berbicara dengannya. Saya katakan, jika itu yang dia inginkan, maka itu adalah keputusannya. Dia sudah cukup dewasa. Dia berusia 18 tahun,” ujar Flick dikutip dari ESPN.

Meskipun demikian, pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada sepak bola dan kebahagiaan para penggemar Barcelona. ”Kami bermain sepak bola dan Anda bisa melihat apa yang diharapkan orang dari kami. Kami bermain untuk membuat orang bahagia. Itu adalah hal utama yang harus kami lakukan,” tambah Hansi Flick.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Jr Bersinar di Level Junior, Portugal U-16 Kembali Beri Kesempatan

Parade kemenangan Barcelona sendiri berlangsung meriah. Otoritas setempat memperkirakan hampir 750 ribu orang turun ke jalan untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka meraih gelar secara beruntun.

Sementara itu, dalam beberapa waktu terakhir, gelombang protes terhadap Israel terkait dampak perang di Gaza semakin meluas dan merambah dunia olahraga, terlebih sepak bola. Sejumlah aksi serupa juga terlihat di cabang olahraga lain, seperti balap sepeda hingga bola basket.

Spanyol termasuk salah satu negara yang mengambil sikap tegas, termasuk dengan memboikot ajang Eurovision tahun ini sebagai bentuk protes terhadap partisipasi Israel.

Lamine Yamal menjadi salah satu talenta paling bersinar di dunia sepak bola saat ini. Meski absen saat Barcelona memastikan gelar usai mengalahkan Real Madrid akibat cedera, Yamal diprediksi akan menjadi salah satu pemain kunci di Piala Dunia mendatang yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Timnas Spanyol dijadwalkan memulai kampanye mereka pada 15 Juni melawan Tanjung Verde, sebelum melanjutkan pertandingan Grup H menghadapi Arab Saudi dan Uruguay.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah