JawaPos.com - Pelatih senior asal Rumania Mircea Lucescu meninggal dunia pada usia 80 tahun. Lucescu wafat hanya 12 hari setelah terakhir kali memimpin tim nasional Rumania dalam ajang playoff Piala Dunia 2026. Lucescu sebelumnya memimpin Rumania saat kalah 0-1 dari Turki pada 26 Maret. Tiga hari berselang, Lucescu jatuh sakit di pusat latihan tim nasional di Bucharest.
Dilansir dari The Athletic, kondisi Lucescu yang terus menurun membuatnya harus mundur dari jabatan pelatih pada 31 Maret, tepat di hari ketika Rumania menelan kekalahan 0-2 dalam laga uji coba melawan Slovakia yang saat itu ditangani oleh asisten Lucescu, Ionel Gane.
Sebelumnya, dalam wawancara yang diterbitkan oleh The Guardian pada 25 Maret, Lucescu mengungkapkan bahwa dirinya telah tiga kali dirawat di rumah sakit sejak Desember 2025. Meskipun demikian, Lucescu enggan menjelaskan secara rinci penyakit yang dideritanya. “Saya tidak bisa pergi seperti seorang pengecut,” ujar Lucescu.
Sementara itu, sebelum meninggal dunia, Lucescu dilarikan ke rumah sakit pada Jumat pagi waktu setempat setelah diduga mengalami serangan jantung. Kabar wafatnya sang pelatih kemudian dikonfirmasi oleh rumah sakit darurat universitas di Bucharest. Pihak rumah sakit menyebut Lucescu sebagai salah satu sosok terbesar dalam sejarah sepak bola Rumania.
“Mircea Lucescu adalah salah satu pelatih dan pemain paling sukses, serta sosok pertama yang meloloskan tim nasional ke Kejuaraan Eropa 1984. Generasi demi generasi tumbuh dengan sosoknya sebagai simbol nasional,” tulis pihak rumah sakit dikutip dari The Guardian.
Kepergian Lucescu sekaligus mengakhiri periode keduanya bersama tim nasional Rumania. Sebelumnya, Lucescu pernah melatih tim tersebut pada 1981 hingga 1985 dan berhasil membawa Rumania tampil di UEFA Euro 1984 dan menjadi penampilan pertama Rumania di turnamen itu.
Sepanjang kariernya, Lucescu dikenal sebagai pelatih yang sukses di berbagai negara. Lucescu meraih sejumlah gelar bergengsi, termasuk Juara UEFA Super Cup 2000 bersama Galatasaray, Juara Liga Turki bersama Galatasaray dan Besiktas, serta Juara UEFA Cup 2009 bersama Shakhtar Donetsk.
Lucescu juga sukses membawa Brescia menjuarai Serie B musim 1991/1992 dan serta dikenal dengan proyek “Brescia Romeno” yang menampilkan sejumlah pemain Rumania, termasuk legenda Gheorghe Hagi. Khusus bersama Shakhtar Donetsk, Lucescu menjalani periode paling gemilang selama 12 tahun dengan raihan delapan gelar liga.
Dilansir dari The Athletic, sepanjang karier kepelatihannya yang membentang selama 45 tahun, Lucescu menangani total 1.544 pertandingan bersama 11 klub dan dua tim nasional. Selain Rumania, Lucescu juga pernah melatih tim nasional Turki pada periode 2017 hingga 2019.
Di level klub, Lucescu pernah menangani sejumlah tim besar seperti Inter Milan, Brescia, Pisa, Reggiana, Zenit Saint Petersburg, Galatasaray, dan Besiktas. Namun, Lucescu paling dikenal saat menukangi Shakhtar Donetsk selama 12 tahun, di mana ia berhasil meraih delapan gelar liga.
Prestasi Lucescu lainnya termasuk memenangkan liga domestik di tiga negara berbeda, yaitu Ukraina, Turki, dan Rumania bersama beberapa klub berbeda, termasuk Dynamo Kyiv, Dinamo Bucharest, dan Rapid Bucharest.
Dalam wawancara dengan The Guardian pada Maret lalu, Lucescu juga mengungkapkan alasan di balik keputusannya tetap melatih meski kondisi kesehatan menurun. “Saya merasa ini adalah kewajiban saya untuk memimpin tim. Ini adalah balasan atas apa yang telah diberikan sepak bola Rumania kepada saya. Ini bukan soal uang atau trofi, saya sudah memiliki cukup banyak,” ujarnya.
Selain dikenal sebagai pelatih hebat, Lucescu juga memiliki karier gemilang sebagai pemain. Lucescu mencatatkan 64 penampilan bersama timnas Rumania dan menjadi kapten saat tampil di FIFA World Cup 1970.
Kepergian Lucescu membuat ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai pihak. Federasi Sepak Bola Rumania (FRF) dalam pernyataan resminya menyampaikan duka mendalam atas kehilangan sosok besar itu. “Sepak bola kami hari ini tidak hanya kehilangan seorang ahli taktik brilian, tetapi juga mentor, visioner, dan simbol nasional yang membawa warna kebangsaan ke puncak kesuksesan global,” tulis pernyataan FRF.
Presiden FRF Razvan Burleanu juga menyampaikan penghormatan terakhirnya. “Ini adalah hari kelam bagi Rumania dan dunia sepak bola. Seorang pria yang hidup sepenuhnya untuk sepak bola telah meninggalkan kita. Mircea Lucescu bukan hanya pelatih, tetapi guru kehidupan bagi banyak generasi pemain. Dampaknya terhadap sepak bola kita tidak terukur,” ujarnya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin. “Sepak bola Eropa dan dunia kehilangan sosok luar biasa yang pengaruh dan warisannya akan bertahan lintas generasi. Mircea Lucescu adalah salah satu figur orisinal dalam sepak bola, memiliki kecerdasan, martabat, dan gairah yang luar biasa,” kata Ceferin.
Salah satu klub yang pernah dilatihnya, Besiktas, turut memberikan penghormatan. “Kami baru saja menerima kabar penuh kesedihan yang mendalam bahwa eks pelatih kami, arsitek kejuaraan kami di peringatan 100 tahun, Mircea Lucescu telah meninggal dunia. Kami tidak akan pernah melupakanmu,” tulis klub lewat akun X (dulu Twitter) resminya.
Selain itu, klub asal Spanyol Real Madrid dan klub Italia, AC Milan dan Inter Milan turut menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosial.