JawaPos.com - Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter setelah komentarnya tentang Mason Greenwood menuai kontroversi.
De Zerbi sebelumnya mendapat sorotan karena pernyataannya saat masih menangani Marseille. Kala itu, ia dinilai terlalu membela Greenwood, yang sempat tersandung kasus hukum serius di Inggris sebelum akhirnya semua dakwaan dihentikan.
Kontroversi tersebut kembali mencuat setelah De Zerbi resmi ditunjuk sebagai manajer Tottenham. Sejumlah kelompok suporter menyuarakan keberatan mereka, menilai komentar sang pelatih tidak sensitif terhadap isu kekerasan.
Baca Juga: Wrap Jagung Keju, Resep Praktis dan Sehat untuk Kaum Diet
Menanggapi hal itu, De Zerbi memilih untuk memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka. Ia menegaskan tidak pernah berniat meremehkan persoalan kekerasan, baik terhadap perempuan maupun siapa pun.
“Saya tidak pernah ingin menganggap enteng isu tersebut. Saya selalu berusaha berdiri di pihak mereka yang membutuhkan perlindungan,” ujar De Zerbi dikutip dari bbc.com.
Pelatih asal Italia itu juga menekankan bahwa dirinya memiliki kepedulian tinggi terhadap isu tersebut, terlebih sebagai seorang ayah. Ia berharap para fans bisa memahami konteks dari pernyataannya di masa lalu.
Baca Juga: Bola Dumpling Tanpa Kulit, Unik, Kenyal, dan Bikin Nagih
“Saya minta maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung. Saya harap seiring waktu, orang-orang bisa mengenal saya lebih baik,” lanjutnya.
Di sisi lain, situasi Tottenham saat ini memang tidak ideal. Klub asal London Utara itu tengah berjuang menjauh dari zona degradasi di klasemen Liga Inggris.
Mereka bahkan belum meraih kemenangan dalam beberapa laga terakhir di Primiere League,
De Zerbi pun langsung dihadapkan pada tantangan besar sejak hari pertama.
Ia dituntut mampu mengangkat performa tim dalam waktu singkat, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
Meski tekanan cukup besar, eks pelatih Brighton itu tetap menunjukkan optimisme. Ia percaya skuad Tottenham memiliki kualitas untuk bangkit dan keluar dari situasi sulit.
“Kami harus mengingat siapa kami dan kualitas yang dimiliki tim ini. Para pemain punya potensi besar, tinggal bagaimana kami mengembalikan kepercayaan diri mereka,” kata De Zerbi.
Menariknya, De Zerbi juga menegaskan komitmennya untuk jangka panjang bersama Tottenham. Ia mengaku siap tetap bertahan, bahkan jika klub harus turun kasta ke Championship.
Baca Juga: Disuruh Nari Malah Tepuk Tangan, Carmen Hearts2Hearts Ceritakan Pengalaman Audisi Pertamanya
“Saya datang ke sini untuk tantangan besar. Apa pun yang terjadi, saya akan tetap melatih Tottenham musim depan,” tegasnya.
Dengan situasi yang masih belum stabil, perjalanan De Zerbi di Tottenham jelas tidak akan mudah. Namun, langkah awal berupa klarifikasi kepada fans bisa menjadi momentum penting untuk membangun kembali hubungan dengan suporter.
Kini, fokus utama De Zerbi adalah membawa Spurs keluar dari tekanan dan memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris musim depan.