← Beranda
Drama Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Dua Tokoh Penting Resmi Mundur
Andre Rizal HanafiJumat, 3 April 2026 | 20.44 WIB
Pemain Bosnia-Herzegovina berusia 21 tahun Esmir Bajraktarevic mengeksekusi penalti sukses kontra Italia dan mengirim negaranya lolos ke Piala Dunia 2026. (Dok. Instagram/@fifaworldcup)

 

JawaPos.com - Kegagalan tim nasional Italia lolos ke Piala Dunia kembali memakan korban di level manajemen. Ketua federasi sepak bola Italia, Gabriele Gravina, resmi mengundurkan diri setelah Gli Azzurri gagal menembus putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Italia sebelumnya disingkirkan Bosnia-Herzegovina melalui drama adu penalti dengan skor 4-1 di babak play-off.

Hasil itu memperpanjang catatan buruk setelah mereka juga absen di edisi 2018 dan 2022. Situasi ini menjadi sejarah kelam tersendiri, mengingat Italia merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.

Baca Juga: Garudayaksa FC Siap Tempur Lawan Adhyaksa FC, Komang Tri: Motivasi Tim Tinggi Jelang Laga

Tak lama berselang, legenda hidup Italia, Gianluigi Buffon, ikut mengambil langkah serupa. Ia memutuskan mundur dari jabatannya sebagai kepala delegasi tim nasional.

Buffon menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral. Ia menilai kegagalan membawa Italia kembali ke Piala Dunia menjadi alasan kuat untuk memberikan ruang bagi sosok baru.

Di sisi lain, Gravina mengumumkan pengunduran dirinya usai menggelar rapat di markas Federazione Italiana Giuoco Calcio di Roma.

Baca Juga: Widodo Cahyono Putro Tegaskan Garudayaksa FC Fokus Penuh Jelang Hadapi Adhyaksa FC

Ia telah menjabat sejak 2018 dan sempat membawa Italia meraih trofi UEFA Euro 2020, yang menjadi pencapaian terbesar selama masa kepemimpinannya.

Namun, keberhasilan tersebut tak cukup menutup kekecewaan publik atas kegagalan beruntun di ajang Piala Dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Italia dinilai belum mampu menjaga konsistensi performa di level internasional.

Selama kepemimpinannya, Gravina juga terlibat dalam penunjukan pelatih, termasuk Luciano Spalletti dan Gennaro Gattuso.

Menariknya, sebelum mundur, ia sempat meminta Gattuso untuk tetap bertahan meski gagal mencapai target utama.

Ke depan, federasi akan menggelar pemilihan presiden baru pada Juni mendatang. Salah satu kandidat yang mulai mencuat adalah Giovanni Malago, yang dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi olahraga besar.

Masalah Italia tak berhenti di situ. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, turut memberi peringatan terkait kesiapan negara tersebut menjadi tuan rumah Euro 2032.

Baca Juga: Persiraja vs Sumsel United: Duel Sengit Pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025/26 di Banda Aceh

Italia yang direncanakan menjadi tuan rumah bersama Turki disebut harus segera membenahi infrastruktur stadion. Jika tidak, peluang menjadi tuan rumah bisa saja dicabut.

Kini, Italia menghadapi tekanan dari berbagai sisi, baik dari prestasi di lapangan maupun tata kelola sepak bola nasional.

Perubahan besar tampaknya menjadi langkah yang tak terhindarkan demi mengembalikan kejayaan mereka di panggung dunia.

EDITOR: Banu Adikara