← Beranda
Tottenham Rekrut Roberto De Zerbi: Jenius atau Keputusan Nekat di Tengah Krisis?
Andre Rizal HanafiRabu, 1 April 2026 | 18.39 WIB
Eks pelatih Olympique Marseille Roberto De Zerbi jadi incaran Tottenham Hotspur. (X/@OM_Officiel)

 

JawaPos.com - Tottenham Hotspur resmi menunjuk Roberto De Zerbi sebagai pelatih baru mereka. Keputusan ini langsung memantik perdebatan apakah ini langkah jenius atau justru perjudian besar di tengah situasi darurat yang sedang dihadapi Spurs?

Penunjukan De Zerbi memang terasa seperti “masterstroke” jika melihat rekam jejaknya. Saat menangani Brighton & Hove Albion, pelatih asal Italia itu sukses mengubah tim menjadi salah satu yang paling menarik di Premier League. 

Dengan skuad yang minim bintang, Brighton mampu memainkan sepak bola progresif berbasis penguasaan bola dan build-up dari bawah yang berani.

Baca Juga: Paspoortgate Guncang Eropa: Bek Timnas Indonesia Dilarang Bermain, Karier Terancam?

Filosofi tersebut tetap ia bawa saat melatih Olympique de Marseille. Identitas permainan yang jelas, struktur yang rapi, serta keberanian dalam mengontrol tempo menjadi ciri khasnya. 

De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang sangat “sistem-driven”, di mana setiap pemain memiliki peran spesifik dalam skema taktiknya.

Namun, konteks Tottenham saat ini jauh dari ideal untuk proyek jangka panjang. Klub asal London itu sedang berada dalam tekanan besar, membutuhkan poin secepat mungkin untuk menyelamatkan musim. 

Baca Juga: Heboh! Newcastle 'Jual' Stadion Sendiri Demi Selamat dari Sanksi Premier League

Dalam situasi seperti ini, pendekatan pragmatis sering kali lebih dibutuhkan dibanding filosofi kompleks yang butuh waktu untuk matang.

Inilah yang membuat keputusan Spurs terasa kontras. Mereka merekrut pelatih dengan visi jangka panjang, namun menuntut hasil instan dalam waktu singkat. 

De Zerbi bukan tipe pelatih yang mengutamakan hasil dengan cara “apa pun yang penting menang”. Ia lebih dikenal sebagai sosok yang konsisten dengan prinsip permainan, bahkan jika itu berisiko dalam jangka pendek.

Dengan sisa pertandingan yang krusial, tantangan terbesar De Zerbi adalah menemukan keseimbangan antara idealisme dan kebutuhan mendesak tim. 

Ia harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas, sekaligus memberikan hasil yang dibutuhkan untuk mengangkat posisi Tottenham.

Baca Juga: Paspoortgate Meluas! Justin Hubner Menyusul, Pemain Timnas Indonesia Dibekukan di Liga Belanda

Pada akhirnya, keputusan ini bisa menjadi titik balik besar atau justru bumerang. Jika De Zerbi berhasil, Spurs bukan hanya selamat dari krisis, tapi juga punya fondasi kuat untuk masa depan. 

Namun jika gagal, pertanyaan besar akan muncul apakah Tottenham salah memilih waktu untuk memulai proyek ambisius ini?

EDITOR: Banu Adikara