← Beranda
Di Balik Laga Persahabatan Iran vs Nigeria, Terselip Duka untuk Korban Serangan Rudal
Bramasta JP• Sabtu, 28 Maret 2026 | 18.12 WIB
Jajaran pemain timnas Iran membawa tas ransel kecil, bentuk penghormatan untuk korban serangan rudal terhadap sekolah di Iran bagian selatan. (AP Photo/Riza Ozel)

 

JawaPos.com – Para pemain membawa tas ransel kecil saat timnas Iran menjalani pertandingan persahabatan melawan Nigeria pada Jumat (27/3). Mereka menghormati para korban serangan rudal di sebuah sekolah dasar Iran.

Lebih dari 165 orang tewas dalam serangan tersebut, dan sebagian besar korbannya adalah anak-anak ketika serangan pada akhir Februari lalu, yang diluncurkan Amerika Serikat menghantam sekolah di Iran selatan.

Baik Amerika Serikat maupun Israel belum menerima konsekuensi atas serangan tersebut, yang telah menuai kritik keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok hak asasi manusia.

Baca Juga: Presiden Donald Trump Izinkan Timnas Iran Main di Piala Dunia 2026, Tapi Tak Jamin Keselamatan Pemain

Dan, menurut laporan ESPN saat ini, Militer Amerika sedang menyelidiki dan mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah menargetkan warga sipil dan membantah serangan mengenaskan di Iran tersebut.

Selama lagu kebangsaan Iran berkumandang sebelum pertandingan, tim berjuluk Melli menghormati kenangan anak-anak yang tewas dengan meletakkan tas ransel sekolah kecil berwarna merah muda dan ungu di hadapan para pemain.

Video upacara tersebut juga menunjukkan para pemain mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda peringatan bagi mereka yang tewas sejak perang dimulai. Di tengah memanasnya suasana konflik ini, pertandingan persahabatan itu dimainkan di Antalya, Turki selatan.

Baca Juga: Tidak Gentar! Timnas Iran Balas Peringatan Donald Trump soal Piala Dunia 2026: Tak Ada yang Bisa Mengusir Kami!

Nigeria menang 2-1 dalam pertandingan yang merupakan pemanasan Piala Dunia 2026, meski Iran sempat boikot mundur menjelang turnamen yang diselenggarakan bersama Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Iran dijadwalkan memainkan tiga pertandingan babak penyisihan grup di Amerika. Duta Besar Iran di Mexico City mengatakan negara meminta FIFA memindahkan ketiga laga ke Meksiko setelah Presiden AS, Donald Trump, mencegah Iran untuk hadir, apalagi dengan alasan kekhawatiran keamanan.

“Pemerintah dan pejabat federasi sepak bola Iran juga menyebut mereka tidak ingin memboikot Piala Dunia, tetapi tidak mungkin bagi tim nasional untuk pergi ke Amerika Serikat karena serangan militer terhadap Iran oleh Israel dan Amerika,” tulis laporan ESPN.

EDITOR: Edi Yulianto