JawaPos.com - Lamine Yamal mungkin baru berusia 18 tahun, tetapi sorotan yang menghampirinya sudah selevel superstar dunia. Runner-up Ballon d’Or 2025 itu menjadi wajah masa depan Barcelona dan Spanyol, sekaligus simbol harapan besar yang dipikul klub Catalan di era baru.
Namun, besarnya ekspektasi juga membuka pintu untuk kritik bahkan dari sosok yang pernah membela Barça sekalipun.
Melansir SPORT, Toni Freixa, mantan direktur Barcelona, tak ragu mengomentari ketenaran Yamal. Ia menegaskan bahwa pemuda sebrilian apa pun tidak boleh terlena oleh sanjungan.
Baca Juga: Diparkir Saat Lawan Chelsea, Rashford Ngamuk ke Bos Barcelona Hansi Flick
"Seandainya Lamine anak saya, saya akan bilang dia tidak sehebat yang mereka katakan. Teruslah berlatih keras dan jangan percaya apa pun yang kamu dengar. Fokus saja pada sepak bola," ujarnya.
Freixa menambahkan bahwa jika suatu saat muncul masalah serius terkait Yamal, klub harus menghadapinya dengan tenang. Bahkan jika itu berarti mempertimbangkan opsi ekstrem.
"Jika Lamine memiliki masalah yang perlu diatasi, kami harus membantunya. Secara hipotesis, jika masalahnya sudah mencapai titik di mana masalah ini tidak bisa lagi diatasi, tidak masalah, Barça akan terus berlanjut [tanpanya],” tambahnya.
"Saya tidak menutup kemungkinan apa pun ketika memikirkan klub saya. Semua orang di klub ini hanya sementara; yang penting adalah Barça.”
Baca Juga: Dibantai Chelsea 0-3, Hansi Flick Berjanji akan Melakukan Perubahan untuk Barcelona
Pernyataan itu jelas kontroversial. Tak banyak orang di Barcelona yang percaya bahwa menjual Yamal layak dipertimbangkan, mengingat betapa vital dan eksplosifnya sang remaja di lapangan. Ia terus memecahkan rekor dan diyakini akan membawa Barça kembali ke jalur kejayaan.
Ditekan Chelsea dan Diejek Setelah Laga, Flick Beri Respon Tenang
Pertengahan pekan lalu, Yamal mengalami salah satu malam tersulitnya. Dalam duel individual melawan Marc Cucurella, pemain muda itu kewalahan. Ia hanya mampu menghasilkan satu tembakan lemah dan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-80 dalam kekalahan 3-0 dari Chelsea.
Cucurella tampil luar biasa dan menjadi salah satu bintang pertandingan, sementara kiper Chelsea, Robert Sánchez, tidak melewatkan kesempatan untuk ikut menyindir Yamal selepas laga.
Namun Hansi Flick sebagai pelatih justru menunjukkan ketenangan yang kontras dengan hiruk-pikuk reaksi publik. Bagi Flick, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.
“Bagi saya, Cucurella adalah salah satu bek kiri terbaik di dunia. Tidak mudah memainkannya, dia sangat cerdas, sangat cerdik di lini pertahanan," jelasnya.
Setelah malam yang berat itu, Flick memberi pesan sederhana untuk Yamal: lupakan dan melangkah lagi.
"Langkah selanjutnya bagi Lamine adalah menunjukkan lagi bahwa ini bukan tentang pertandingan ini, lupakan saja. Alavés sekarang menjadi tim yang penting dan dia harus menunjukkan performa terbaiknya, level terbaiknya,” saran Flick.
Dengan jadwal padat dan tekanan tak henti, Flick tahu betul bahwa pemain muda seperti Yamal perlu perlindungan sekaligus dorongan. Kritik boleh datang dari mana saja, tetapi masa depan Barcelona tetap sangat bergantung pada perkembangan sang winger ajaib.
Kini, tugas Yamal sederhana tetapi tidak mudah: bangkit, membuktikan diri, dan kembali mengangkat Barcelona. Bukan dengan kata-kata, tetapi performa di lapangan.