← Beranda
Diparkir Saat Lawan Chelsea, Rashford Ngamuk ke Bos Barcelona Hansi Flick
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 28 November 2025 | 02.57 WIB
Diparkir Saat Lawan Chelsea, Rashford Ngamuk ke Bos Barcelona Hansi Flick

JawaPos.com - Situasi di ruang ganti Barcelona kembali tegang, dan kali ini pusat perhatian jatuh pada Marcus Rashford. Striker Inggris yang datang dengan harapan menghidupkan kembali kariernya itu justru memasuki fase terberat sejak mengenakan seragam Blaugrana. 

Melansir El Nacional, dalam beberapa pekan terakhir, hubungannya dengan Hansi Flick terasa makin renggang, dan menurut sumber internal, pertengkaran serius bahkan pecah setelah pertandingan Liga Champions terbaru.

Laga di London seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi Barça. Tim datang dengan kebutuhan mendesak untuk mengamankan poin dan menunjukkan karakter mereka di Eropa. 

Namun, Flick langsung membuat keputusan yang mengundang tanda tanya ketika ia memarkir Rashford di bangku cadangan. Keputusan itu dianggap cukup mengejutkan, terlebih bagi rombongan sang pemain. 

Baca Juga: Jelang Chelsea vs Barcelona: Rashford Siap Tampil, Pedri Masih Absen

Flick memilih memainkan trio Lamine Yamal, Robert Lewandowski, dan Ferran Torres sejak awal, sebuah sinyal jelas bahwa sang pelatih belum melihat Rashford sebagai bagian penting dari rencana utamanya.

Menit Bermain Marcus Rashford Melawan Chelsea Jauh dari Harapan

Rashford yang berharap mendapatkan kembali tempatnya di starting XI tampak tidak menerima keputusan itu dengan baik. Rasa frustrasi terlihat bahkan sejak sesi pemanasan. 

Kendati demikian, Flick memberi kesempatan di babak kedua ketika Barcelona sedang berusaha mengejar ketertinggalan.

Masalahnya, penampilan sang striker justru makin memperburuk situasi. Rashford terlihat acuh, minim agresivitas saat menekan, dan tidak mampu memberi ancaman berarti di lini depan. 

Yang paling membuat staf pelatih khawatir adalah gestur dan bahasa tubuhnya: tatapan kosong, stamina yang turun, dan kontribusi defensif yang hampir tidak ada. 

Usai pertandingan, Flick dikabarkan langsung berbicara dengannya. Penilaian sang pelatih jelas bahwa penampilan Rashford sangat mengecewakan, dan “kurangnya komitmen” menjadi sorotan utama.

Rashford Mulai Kehilangan Kepercayaan dari Flick.

Faktanya, posisi Rashford memang tidak cukup kuat untuk menuntut apa pun. Ia datang ke Barcelona bukan sebagai pemain utama, melainkan opsi tambahan setelah rencana transfer lain gagal. 

Flick menerima kehadirannya, benar, tetapi penuh keraguan. Waktu bermain yang ia dapatkan sejauh ini pun lebih karena situasi darurat: cedera berkepanjangan Raphinha. 

Namun, kesabaran sang pelatih yang sangat mengutamakan disiplin dan komitmen kolektif tampaknya mulai habis. Performanya tidak konsisten, sikapnya di lapangan dipertanyakan, dan semua itu menambah daftar frustrasi dalam kepala Flick.

Pada titik ini, masa depan Rashford di Barcelona bergantung pada satu hal: apakah ia bisa membalikkan keadaan?

Jika tidak, kontraknya yang berakhir pada akhir musim tampaknya akan menjadi penutup tanpa perpanjangan. Opsi pembelian? Sejauh ini, tak ada tanda-tanda itu akan dipertimbangkan.

Rashford harus bergerak cepat. Jika tidak, petualangannya di Camp Nou bisa berakhir sebelum benar-benar dimulai.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho