← Beranda
Mantan Bintang Real Madrid Sebut Kemarahan Vinicius Jr. kepada Xabi Alonso Terlalu Berlebihan
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 29 Oktober 2025 | 18.05 WIB
Mantan Bintang Real Madrid Sebut Kemarahan Vinicius Jr. kepada Xabi Alonso Terlalu Berlebihan

JawaPos.com - Kontroversi soal Vinicius Jr. belum juga mereda. Aksi emosional pemain Brasil itu saat diganti oleh Xabi Alonso dalam laga El Clásico melawan Barcelona terus menjadi bahan pembicaraan hangat, baik di Spanyol maupun luar negeri.

Reaksi Vinicius yang tampak marah dan langsung menuju ruang ganti sebelum kembali ke bangku cadangan dianggap banyak pihak sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap pelatihnya di depan publik Santiago Bernabéu.

Melansir Mundo Deportivo, manajemen Real Madrid sendiri terus memberikan dukungan penuh kepada Alonso. Namun, di dalam klub, sikap seperti yang ditunjukkan Vinicius diyakini tidak membantu semangat disiplin dan kebersamaan yang sedang berusaha ditanamkan sang pelatih.

Kini, kritik datang dari salah satu mantan bintang Real Madrid, Sami Khedira. Pemain asal Jerman itu menghabiskan lima musim bersama Los Blancos (2010–2015), memenangkan Liga Champions, La Liga, dan Copa del Rey selama masa baktinya di klub.

Baca Juga: Ruang Ganti Real Madrid Tetap Tenang Meski Vinicius Jr. Ngamuk Saat Diganti di El Clásico

Kritik dari Sami Khedira

Vinicius Jr. tidak senang dengan keputusan sang manajer. Dan hal itu, bagi Khedira, sudah melampaui batas. 

Khedira menyampaikan pendapatnya dengan cara yang tenang tapi tegas, menggunakan analogi sederhana untuk menekankan pentingnya kerja sama dan rasa hormat dalam tim.

“Anda boleh marah kepada pelatih. Tidak apa-apa. Tapi Anda harus selalu ingat bahwa Anda bagian dari tim,” kata Khedira.

“Bayangkan kita sedang bermain padel, dan saya datang kepada Anda dan marah dengan cara yang brutal,” lanjut Khedira.

Baca Juga: Xabi Alonso Dinilai Bisa Keluarkan Potensi Terbaik Eduardo Camavinga di Real Madrid

“Saya jelas memberi Anda kesan buruk. (Lalu) Rodrygo masuk. Anda boleh marah kepada pelatih, tapi jangan sampai sebesar ini atau dengan bahasa tubuh seperti ini.”

Komentar Khedira itu mencerminkan apa yang banyak diyakini oleh orang-orang di lingkaran dalam Real Madrid bahwa Vinicius perlu belajar mengendalikan emosinya jika ia ingin benar-benar dianggap sebagai salah satu pemimpin sejati di klub.

Sejak kedatangan Xabi Alonso, Real Madrid memang tengah membangun ulang fondasi disiplin dan tanggung jawab kolektif. Alonso dikenal tegas namun adil, dan ingin menanamkan sikap profesional pada para pemain mudanya.

Kemarahan Vinicius di hadapan ribuan penonton tentu tidak sejalan dengan semangat itu. Meski begitu, banyak pihak menilai ini bisa jadi momen pembelajaran penting bagi pemain berusia 25 tahun tersebut.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho