JawaPos.com - Kemenangan dramatis Barcelona atas Girona akhir pekan lalu membawa kelegaan sekaligus kekhawatiran bagi Hansi Flick.
Blaugrana memang sukses mengamankan tiga poin berkat gol telat Ronald Araujo yang ironisnya dimainkan sebagai striker darurat. Keputusan berani itu berhasil, tapi juga menyoroti krisis cedera serius yang tengah melanda lini depan tim Catalan.
Dengan Ferran Torres dan Raphinha yang masih belum kembali berlatih penuh bersama skuad utama, Flick kini harus kembali memutar otak untuk menghadapi laga penting melawan Olympiacos di Liga Champions UEFA tengah pekan ini.
Baca Juga: Hansi Flick Wajib Waspada, Xabi Alonso Sudah Menemukan Kelemahan Barcelona
Trio Baru di Barisan Depan
Menurut laporan dari SPORT, Hansi Flick kini tengah bereksperimen dengan kombinasi penyerang baru yang cukup menarik. Dalam sesi latihan terakhir, pelatih asal Jerman itu mencoba trio: Roony Bardghji – Marcus Rashford – Lamine Yamal.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Flick mencari keseimbangan di lini depan, sekaligus memberi kesempatan bagi Bardghji, bintang muda asal Swedia yang tampil impresif saat menjadi pemain pengganti di laga sebelumnya.
Dalam skema ini, Marcus Rashford tetap diplot sebagai penyerang tengah, sementara Lamine Yamal mengisi posisi sayap kanan.
Bardghji, yang biasanya bermain di kanan, akan dicoba di sisi kiri — posisi yang relatif baru baginya namun bisa membuka ruang eksplorasi lebih luas di lini serang Blaugrana.
Baca Juga: Wakil Presiden Barcelona Tanggapi Selebrasi “Berlebihan” Hansi Flick di Laga Kontra Girona
Flick Ingin Menjaga Stabilitas di Tengah
Meski banyak perubahan di lini depan, Flick diyakini tetap ingin mempertahankan kestabilan di lini tengah. Trio Frenkie de Jong, Pedri, dan Fermin Lopez masih menjadi pilihan utama untuk menjaga aliran bola dan kontrol permainan di sektor tengah.
Formasi ini di atas kertas terlihat menjanjikan. Dengan kecepatan Yamal, mobilitas Rashford, dan kreativitas Bardghji, Barcelona berpotensi memiliki lini depan yang dinamis meski tanpa nama-nama besar seperti Lewandowski, Raphinha, atau Ferran.
Opsi Alternatif Masih Terbuka
Selain trio utama tersebut, Flick juga menyiapkan beberapa alternatif taktik. Salah satunya adalah menempatkan Fermin Lopez di sayap kiri, sambil menurunkan Marc Casado di lini tengah bersama Pedri dan De Jong.
Ada juga kemungkinan Bardghji dimainkan lebih ke dalam sebagai gelandang serang di belakang Rashford, dalam formasi 4-2-3-1 yang memberi fleksibilitas lebih pada pergerakan pemain.
Selain itu, Flick turut mempertimbangkan beberapa pemain akademi seperti Toni Fernandez dan Dro, yang tampil impresif di tim muda dan bisa menjadi kejutan di laga Eropa nanti.
Ujian Penting untuk Flick dan Barcelona
Eksperimen ini bukan hanya tentang menemukan formasi terbaik, tapi juga tentang menguji kedalaman skuad Barcelona di tengah badai cedera.
Dengan jadwal padat dan tekanan untuk tetap bersaing di Liga Champions, Flick perlu memastikan setiap pemain siap tampil maksimal, termasuk para pemain muda yang baru menembus tim utama.
Laga melawan Olympiacos akan menjadi ajang pembuktian apakah kombinasi baru ini bisa memberikan hasil nyata atau sekadar percobaan sementara.
Satu hal yang pasti, Hansi Flick terus berusaha membuat Barcelona tetap kompetitif meski dengan sumber daya terbatas. Dan eksperimen trio Bardghji, Rashford, dan Yamal bisa jadi langkah awal menuju kebangkitan Blaugrana di Eropa.