JawaPos.com - Pertarungan panas antara Real Madrid dan Barcelona di El Clásico 26 Oktober nanti tampaknya bakal menjadi ajang adu kecerdikan dua pelatih muda paling brilian di Eropa: Xabi Alonso dan Hansi Flick.
Namun, sebelum duel itu dimulai, kabarnya Alonso sudah lebih dulu “membuka peta rahasia” kelemahan Blaugrana.
Menurut laporan dari Defensa Central, Alonso dan staf pelatih Real Madrid telah menganalisis permainan Barcelona secara mendalam. Dari hasil pengamatan itu, mereka menemukan satu area yang dianggap paling rentan: sisi pertahanan kanan yang ditempati Lamine Yamal.
Baca Juga: Wakil Presiden Barcelona Tanggapi Selebrasi “Berlebihan” Hansi Flick di Laga Kontra Girona
Analisis Alonso: Serang Lewat Sisi Yamal
Dalam laporan tersebut, Alonso meyakini bahwa sayap kanan Barcelona, yang dijaga oleh Lamine Yamal, adalah titik lemah yang bisa dimanfaatkan Real Madrid.
Masalah utamanya? Kemampuan bertahan dan tekanan defensif Yamal yang masih minim.
Pemain muda berusia 17 tahun itu dikenal eksplosif saat menyerang, tapi sering kali meninggalkan ruang kosong di belakangnya. Situasi ini membuat bek sayap Barcelona kerap terisolasi, terutama saat menghadapi lawan dengan kecepatan tinggi di sisi sayap.
Dalam salah satu diskusi taktis di pusat latihan Valdebebas, Alonso bahkan disebut sempat menegaskan kepada stafnya:
“Kita harus menyerangnya di sana, kita bisa menimbulkan kerusakan...”
Pernyataan itu jadi sinyal jelas bahwa Real Madrid akan mengincar jalur kanan pertahanan Barcelona sebagai fokus utama serangan mereka.
Baca Juga: Hansi Flick Absen di El Clásico Setelah Kartu Merah di Laga Melawan Girona
Vinicius dan Carreras Siap Menyerang
Untuk mengeksekusi rencana tersebut, Alonso dikabarkan akan mengandalkan Vinicius Jr. dan Alvaro Carreras.
Dua pemain ini diproyeksikan melakukan gerakan kombinatif di area tersebut untuk meregangkan pertahanan Barcelona dan menciptakan keunggulan jumlah pemain.
Strateginya sederhana tapi berbahaya: biarkan Yamal maju tinggi seperti biasa, lalu manfaatkan ruang yang ia tinggalkan di belakangnya. Dengan kecepatan dan kecerdikan Vinicius, Real Madrid bisa menciptakan peluang berbahaya hanya dalam beberapa sentuhan.
Menariknya, Alonso tetap menaruh respek besar kepada Yamal. Ia tahu bahwa sang wonderkid merupakan salah satu pemain paling menjanjikan di dunia sepak bola saat ini, sejajar dengan Pedri dalam hal bakat dan potensi. Namun, bagi Alonso, respek bukan berarti mengabaikan kelemahan lawan.
Analisis taktis Real Madrid menyimpulkan bahwa Yamal kerap bertahan terlalu tinggi dan tidak cepat turun membantu bek sayapnya. Pola ini sudah terlihat dalam beberapa laga terakhir Barcelona, dan Flick tampaknya belum menemukan solusi efektif untuk menutup celah itu.
Meski saat ini Real Madrid masih harus menghadapi Getafe dan Juventus dalam jadwal padat mereka, Alonso disebut sudah menyiapkan skema khusus untuk menghadapi Barcelona.
Fokus utama latihan Madrid kini bukan hanya soal serangan cepat, tapi juga eksperimen penempatan posisi Vinicius agar bisa memaksimalkan ruang di sisi kanan pertahanan Blaugrana.
Dengan El Clásico tinggal hitungan hari, Hansi Flick tampaknya harus segera mencari cara untuk menambal kelemahan di sektor tersebut.