← Beranda
Jude Bellingham Kehilangan Keunggulan di Real Madrid karena Persaingan Ketat di Lini Tengah Akibat Cedera Bahu
Risma Azzah FatinRabu, 8 Oktober 2025 | 07.34 WIB
Jude Bellingham (Instagram @judebellingham)

JawaPos.com  Jude Bellingham menghadapi masa sulit di Real Madrid setelah cedera bahu serius yang dideritanya musim ini.

Dilansir dari laman Bein Sports pada Selasa (7/10), cedera itu memaksa gelandang asal Inggris itu menjalani operasi dan absen cukup lama pada fase penting musim 2025.

Meski proses pemulihan berjalan baik, ketidakhadirannya dalam jangka panjang mengganggu ritme permainan serta posisinya di tim utama.

Kembalinya Bellingham ke lapangan sempat disambut optimistis oleh pelatih Xabi Alonso dan para penggemar.

Baca Juga: McLaren Pastikan Gelar Juara Konstruktor F1 2025 Setelah Finis Gemilang di Grand Prix Singapura

Namun, penampilannya dalam laga-laga awal, termasuk derby Madrid, belum menunjukkan performa terbaik seperti musim sebelumnya. Kondisi kebugarannya yang belum sepenuhnya pulih membuat kontribusinya di lini tengah Real Madrid menurun signifikan.

Selama Bellingham absen, sejumlah pemain muda dan bintang lain berhasil memanfaatkan peluang untuk tampil menonjol.

Nama-nama seperti Federico Valverde, Aurélien Tchouameni, Arda Güler, hingga pendatang baru Mastantuono menunjukkan performa impresif di lini tengah.

Persaingan ketat ini secara tidak langsung membuat Bellingham kehilangan posisi dominannya dan harus menerima peran sekunder sementara waktu.

Situasi ini menimbulkan dilema taktis bagi pelatih Xabi Alonso dalam menyeimbangkan timnya. Dengan performa luar biasa dari Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé di lini depan, Alonso harus mencari kombinasi terbaik tanpa mengorbankan keseimbangan tim.

Keputusan untuk menempatkan Bellingham sebagai gelandang serang atau peran lebih dalam menjadi pertimbangan yang terus berkembang.

Menjelang berakhirnya jeda internasional, Real Madrid dihadapkan pada jadwal padat di La Liga dan Liga Champions.

Alonso berencana mengintegrasikan Bellingham secara bertahap untuk memastikan kebugaran dan kestabilan performanya. Pendekatan hati-hati ini dilakukan agar Bellingham dapat kembali ke performa puncak tanpa risiko cedera berulang.

Perjalanan Bellingham di Real Madrid tahun ini menjadi cerminan tantangan antara manajemen cedera dan persaingan internal tim elit.

Dari sosok kunci yang dominan, ia kini harus beradaptasi menjadi pemain pendukung dalam sistem taktis baru Alonso. Namun, dengan kedewasaan dan kualitasnya, Bellingham diyakini mampu bangkit kembali dan merebut tempat utamanya di skuat Los Blancos.

Baca Juga: Real Madrid Dikabarkan Siapkan Tawaran Rp 2,8 Triliun demi Merekrut Rodri dari Manchester City

EDITOR: Candra Mega Sari