← Beranda
Absennya Zidane Iqbal, Peluang Emas bagi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia
Andre Rizal HanafiSelasa, 30 September 2025 | 04.21 WIB
Zidane Iqbal, diragukan tampil pada laga penting melawan Indonesia Minggu (12/10/2025)

JawaPos.com - Gelandang timnas Irak, Zidane Iqbal, diragukan tampil pada laga penting melawan Indonesia Minggu (12/10/2025) dan Arab Saudi Rabu (15/10/2025) di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. 

Pemain yang kini membela klub Eredivisie, FC Utrecht, masih dalam kondisi kebugaran yang belum sepenuhnya pulih.

Iqbal, yang pernah menimba ilmu di akademi Manchester United, baru saja kembali dari cedera panjang yang membuatnya harus absen membela Timnas Irak pada tournament King's Cup 2025 di Thailand, September lalu. 

Meski sudah ikut berlatih bersama Utrecht, kondisinya dinilai belum cukup bugar untuk tampil penuh di bersama Timnas Irak.

Musim ini, catatan menit bermain Iqbal bersama klubnya juga sangat terbatas. Ia baru diturunkan dua kali, tepatnya ketika Utrecht kalah 1-0 atas Fortuna Sittard Minggu (21/9/2025) klub yang diperkuat bek muda keturunan Indonesia, Justin Hubner dan ketika FC Utrecht bertemu SC Heerenven yang berakhir dengan skor 2-2 Minggu (28/9/2025).

Situasi ini semakin memperkuat keraguan apakah Iqbal bisa tampil optimal di laga round 4 kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kabar absennya Zidane Iqbal tentu menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia. 

Pasalnya, Irak akan kembali menghadapi tim Garuda yang kini dihuni rekan setim Iqbal di Utrecht Miliano Jonathans yang baru saja dipanggil Patrick Kluvert. 

Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Indonesia sedang berambisi menorehkan sejarahnya untuk lolos ke Piala Dunia.

Menurut laporan Winwin.com, kondisi Iqbal masih dalam pemantauan tim medis Utrecht.

Jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat, kemungkinan besar pelatih Irak harus mencari alternatif di lini tengah. 

Kehilangan pemain berusia 22 tahun itu tentu menjadi kerugian, mengingat kreativitas dan pengalamannya bisa menjadi andalan di lini tengah Timnas Irak.

Iqbal Zidane melalui instastory akun instagramnya @zidaneiqbal membagikan kondisinya saat ini. "Thank you for the support all focus on Thursday now". 

Di sisi lain, bagi timnas Indonesia, absennya Zidane Iqbal bisa menjadi keuntungan. 

Lini tengah Irak akan kehilangan salah satu motor serangan yang selama ini kerap menjadi penghubung antar lini. 

Mengantisipasi absennya Zidane Iqbal, pelatih Timnas Irak asal Australia Graham Arnold dikutip dari Winwin.com memantau pemain diaspora Irak yang bermain di luar negeri.

"Graham Arnold menyerahkan tugas pemantauan pemain diaspora kepada asistennya, Rene Meulensteen, yang secara langsung memberikan laporan kepadanya," dikutip dari Winwin.com.

"Pertandingan terakhir yang dipantau adalah laga Stromsgodset melawan Sarpsborg di Liga Norwegia, yang menampilkan duo Irak Marco Faraj dan Aymar Sher,".

Namun, pelatih Patrick Kluvert tetap harus mengingatkan anak asuhnya untuk tidak menganggap remeh Irak. 

Tim berjuluk Singa Mesopotamia itu tetap punya kedalaman skuad yang solid, dengan sejumlah pemain berpengalaman di liga Eropa dan Timur Tengah.

Duel Indonesia kontra Irak sendiri menjadi bagian dari jadwal padat di Grup putaran keempat kualifikasi Piala Dunia. 

Setelah menghadapi tim Garuda, Irak akan melawan Arab Saudi yang notabene merupakan salah satu kekuatan terbesar sepakbola di Asia. 

Situasi ini menuntut pelatih Irak untuk mengatur rotasi pemain secara cermat, termasuk mempertimbangkan kondisi Iqbal.

Meski masih muda, perjalanan karier Zidane Iqbal sudah mencuri perhatian banyak pihak. 

Setelah karirnya bersama Manchester United tidak terlalu bersinar, ia mencoba berpetualang di Liga Belanda bersama FC Utrecht.

Kini, fokus utamanya adalah mengembalikan kebugaran agar bisa kembali bersinar di klub dan timnas.

Bagi penggemar sepak bola, kabar ini akan menambah warna jelang pertemuan Indonesia vs Irak. Apakah absennya Zidane Iqbal bisa dimanfaatkan tim Garuda untuk meraih hasil maksimal? Atau justru Irak tetap tampil tangguh meski tanpa diperkuat jendral lapangan tengah mereka.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra