JawaPos.com - Pergantian manajer di Real Madrid musim ini terasa lebih signifikan dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Alasannya? Karena adanya pergeseran filosofi yang cukup tajam dari pelatih sebelumnya menuju manajer baru di Santiago Bernabéu.
Carlo Ancelotti, yang kini menukangi tim nasional Brasil, dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan momen kecemerlangan individu untuk meraih kemenangan. Filosofinya menekankan efektivitas dan hasil akhir ketimbang dominasi permainan.
Sebaliknya, Xabi Alonso membawa pendekatan yang berbeda. Ia menuntut penguasaan bola, dominasi lapangan, serta gaya bermain proaktif yang lebih mengandalkan kolektivitas tim daripada aksi individu.
Baca Juga: Xabi Alonso Tunjuk Eksekutor Utama Penalti dan Tendangan Bebas Real Madrid untuk Musim Ini
Sistem ini jelas lebih intensif dan membutuhkan disiplin taktik tinggi dari para pemain.
Julen Lopetegui Beri Dukungan
Dalam wawancara bersama MARCA, mantan pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui, memberikan pandangannya soal pergantian manajer ini.
Ia memuji Ancelotti atas warisan yang ditinggalkan sekaligus memberikan dukungan penuh kepada Alonso.
“Ancelotti memiliki karier yang luar biasa dan sekarang mendapat tantangan melatih salah satu tim terbaik di dunia seperti Brasil. Keyakinan penuh, dia akan sukses,” ujarnya.
Mengenai Alonso, Lopetegui menambahkan.
“Dia siap dan mengenal klub ini. Pengalamannya pasti akan membantunya mencapai tujuan di klub yang penuh tuntutan seperti Real Madrid.”
Alonso memulai La Liga 2025/26 dengan sempurna, membawa Madrid meraih dua kemenangan dalam dua laga awal.
Namun, lawan-lawan berikutnya berada di peringkat yang lebih tinggi, memberi ujian berat bagi strategi dan pendekatan baru yang ia terapkan.