JawaPos.com - Mengangkat trofi Piala Dunia adalah impian terbesar setiap pesepak bola. Namun, di level individu, tidak ada penghargaan yang lebih bergengsi di turnamen tersebut selain Bola Emas, penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik sepanjang kompetisi.
Melansir Sporting News, pada Piala Dunia 2026, persaingan memperebutkan penghargaan itu berlangsung sangat ketat. Lionel Messi, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Harry Kane, hingga Rodri sama-sama tampil luar biasa dan menjadi kandidat kuat.
Namun pada akhirnya, FIFA memilih gelandang Spanyol, Rodri, sebagai peraih Bola Emas.
Final Menjadi Penentu
Sebelum laga final, Lionel Messi dianggap sebagai favorit utama. Kapten Argentina itu tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan torehan delapan gol dan empat assist, membawa juara bertahan kembali menembus partai puncak.
Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru: Timnas Spanyol Kembali ke Puncak Setelah Piala Dunia 2026
Namun, pada laga final melawan Spanyol, Messi gagal menunjukkan pengaruh seperti biasanya.
Argentina lebih banyak berada di bawah tekanan dan kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan, La Albiceleste tidak mampu melepaskan satu tembakan pun selama waktu normal hingga memasuki babak perpanjangan waktu.
Di sisi lain, Rodri kembali menunjukkan mengapa ia menjadi jantung permainan Spanyol.
Jantung Permainan La Roja
Sebagai gelandang bertahan, Rodri memang bukan pemain yang mencuri perhatian lewat gol atau assist. Namun, perannya dalam mengatur tempo permainan menjadi faktor utama keberhasilan Spanyol.
Pemain Manchester City itu menjadi penghubung antarlini, menjaga sirkulasi bola tetap mengalir, sekaligus memutus serangan lawan melalui kemampuan membaca permainan yang luar biasa.
Baca Juga: Lionel Messi Gagal Tutup Karier Piala Dunia dengan Manis, Argentina Takluk dari Spanyol di Final
Performa konsisten tersebut terlihat sepanjang turnamen, terutama ketika Spanyol menghadapi lawan-lawan berat seperti Portugal, Prancis, hingga Argentina di final.
Meski tidak memiliki statistik menyerang semewah Messi atau Mbappe, kontribusi Rodri dinilai jauh lebih besar terhadap keseimbangan permainan tim.
Lebih dari Sekadar Statistik
Statistik memang menunjukkan Messi sebagai salah satu pemain paling produktif di Piala Dunia 2026. Namun, penghargaan Bola Emas tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah gol atau assist.
Rodri dinilai mampu mengendalikan pertandingan, menjaga ritme permainan, merebut kembali penguasaan bola, dan menjadi fondasi utama tim Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Baca Juga: Selalu Dapat Kritikan, Rodri Puji Ferran Torres saat Perayaan Juara Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol
Perannya membuat La Roja tampil dominan hampir di setiap pertandingan hingga akhirnya mengangkat trofi juara dunia.
Dengan penghargaan tersebut, Rodri bergabung dalam daftar pemain non-penyerang yang pernah meraih Bola Emas Piala Dunia, mengikuti jejak nama-nama besar seperti Zinedine Zidane, Oliver Kahn, dan Luka Modric.
Pada akhirnya, jika Messi tampil sebagai seniman yang memukau lewat aksi individu dan produktivitasnya, maka Rodri adalah arsitek yang memastikan seluruh sistem Spanyol berjalan sempurna. Itulah yang membuat gelandang berusia 30 tahun tersebut dinilai paling layak menyandang predikat pemain terbaik Piala Dunia 2026.