JawaPos.com - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, gagal menutup perpisahannya dengan hasil manis. Skuad Les Bleus -julukan Timnas Prancis- menelan kekalahan dari Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026.
Prancis kalah dari Inggris dengan skor 4-6 dalam pertempuran dramatis di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (19/7) pagi WIB. Pertandingan tersebut berjalan sangat seru, terlihat dari drama 10 gol yang tercipta.
Bagi Prancis, kekalahan ini menjadi pil pahit karena mereka pulang dengan tangan hampa. Selain itu, Kylian Mbappe dan kawan-kawan juga gagal mempersembahkan kado perpisahan manis kepada Deschamps. Satu-satunya medali perunggu yang bisa Les Bleus dapatkan, sirna di tangan Inggris.
Menanggapi kekalahan tersebut, Deschamps mengungkapkan bahwa hasil minor tersebut adalah karena kesalahannya sebagai pelatih. Pelatih berusia 57 tahun itu cukup menyesal karena gagal membawa Prancis merebut perunggu Piala Dunia 2026.
“Ini adalah kesalahan saya karena saya tidak mampu membuat tim tampil sebagaimana mestinya di babak pertama. Setidaknya kami mampu menunjukkan perlawanan, meski kekalahan ini tetap menyakitkan. Tentu saja akan jauh lebih baik jika kami bisa finis di peringkat ketiga,” kata Deschamps, dilansir dari laman resmi FIFA, Minggu (19/7/2026).
Deschamps mengungkapkan, Prancis sejatinya datang dengan ambisi besar ke Piala Dunia 2026. Les Bleus mengawali kampanyenya dengan mulus, sebelum lajunya disetop Spanyol di babak semifinal.
"Kami datang ke sini dengan ambisi yang sangat besar. Kami berhasil mencatatkan cukup banyak hal positif, meski akhirnya gagal saat menghadapi Spanyol,” sambungnya.
Deschamps memang gagal membawa Prancis menutup kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Les Bleus memiliki masa depan yang cerah. Dia juga tidak menyesali kegagalan tersebut, mengingat selama menangani Prancis ia telah mempersembahkan berbagai pencapaian manis.
“Jadi, perjalanan ini tidak sepenuhnya berakhir dengan kegagalan. Kami memiliki skuad yang berkualitas, dipenuhi pemain-pemain muda yang akan terus berkembang. Kami mempunyai kualitas untuk terus meraih hasil-hasil yang lebih baik di masa depan,” terang Deschamps.
“Secara pribadi, perjalanan saya bersama mereka sungguh luar biasa. Kami menghabiskan delapan pekan bersama sejak awal masa persiapan, dan itu menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kekecewaan ini memang datang dari sisi olahraga, tetapi kami juga berhasil menghadirkan emosi dan kebahagiaan bagi jutaan rakyat Prancis. Ini adalah Piala Dunia—tidak ada yang lebih indah daripada itu,” lanjutnya.
Deschamps telah menukangi Prancis selama 14 tahun sejak 2012 setelah menggantikan Laurent Blanc. Selama masa kepemimpinannya, ia telah membawa Les Bleus meraih berbagai prestasi.
Prancis, di tangan Deschamps, sukses merebut gelar juara Piala Dunia 2018, dan UEFA Nations League 2020/2021. Selain itu, ia juga membawa Les Bleus jadi runner-up Piala Eropa 2016, dan runner-up Piala Dunia 2022.
Soal pengganti Deschamps, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) disebut sudah mengantongi kandidat utama. Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane digadang-gadang menjadi kandidat terkuat untuk menjadi suksesor pelatih berusia 57 tahun tersebut.