← Beranda
10 Bintang Piala Dunia 2026 Tanpa Tato: Alasan Khusus Cristiano Ronaldo, Lamine Yamal, hingga Julian Alvarez
HendraKamis, 16 Juli 2026 | 18.30 WIB
Cristiano Ronaldo menjadi salah satu bintang Piala Dunia 2026 yang memilih tidak memiliki tato. Keputusan itu diambil agar ia dapat rutin mendonorkan darah dan sumsum tulang. (Dok. FIFA)

JawaPos.com – Tidak semua pesepak bola dunia mengikuti tren tato. Di tengah banyaknya bintang yang menghiasi tubuh dengan tinta, sejumlah pemain elite justru memilih tampil tanpa tato. Mulai dari Cristiano Ronaldo yang rutin mendonorkan darah, Julian Alvarez yang memegang teguh nasihat ayahnya, hingga Lamine Yamal yang berpegang pada keyakinan agamanya. Siapa saja mereka?

Lionel Messi mengabadikan keluarganya lewat tinta di tubuhnya. Neymar memiliki puluhan tato dengan makna berbeda. Sergio Ramos, Memphis Depay, hingga Antoine Griezmann juga menjadikan tubuh mereka sebagai "kanvas" perjalanan hidup.

Namun, di tengah budaya tersebut, masih ada sejumlah pemain elite yang memilih jalan berbeda. Mereka tampil tanpa satu pun tato meski berkarier di level tertinggi dan menjadi sorotan dunia.

Pada Piala Dunia 2026, setidaknya terdapat sejumlah bintang besar yang dikenal tidak memiliki tato. Alasan mereka beragam, mulai dari prinsip hidup, ajaran agama, nasihat keluarga, hingga alasan kesehatan.

Mengapa Banyak Pesepak Bola Memilih Bertato?

Bagi banyak pesepak bola, tato bukan sekadar hiasan tubuh. Setiap gambar biasanya menyimpan cerita yang sangat personal, mulai dari keluarga, agama, perjalanan hidup, hingga pencapaian karier.

Lionel Messi, misalnya, memiliki tato wajah ibunya, nama anak-anaknya, hingga gambar Yesus sebagai simbol keyakinan. Neymar mengabadikan berbagai kutipan motivasi, keluarga, serta momen penting dalam hidupnya. Sergio Ramos juga memenuhi hampir seluruh tubuhnya dengan tato yang berkaitan dengan keluarga, sepak bola, dan nilai-nilai yang diyakininya.

Di Amerika Selatan dan Eropa, tato bahkan telah menjadi bagian dari budaya ruang ganti. Banyak pemain membuat tato setelah menjuarai kompetisi besar sebagai bentuk perayaan yang akan dikenang seumur hidup. Ada pula yang mengabadikan nomor punggung, tanggal kelahiran anak, wajah orang tua, hingga trofi yang pernah mereka raih.

Fenomena tersebut membuat tato semakin identik dengan dunia sepak bola modern. Tidak sedikit pemain muda yang mengikuti jejak para seniornya dengan membuat tato sejak awal karier profesional.

Meski demikian, keputusan untuk tidak bertato juga semakin mendapat perhatian. Beberapa pemain memilih mempertahankan tubuh mereka tetap bersih karena alasan kesehatan, keyakinan agama, prinsip hidup, atau sekadar preferensi pribadi. Pilihan itu menunjukkan bahwa tidak ada aturan baku mengenai bagaimana seorang pesepak bola harus mengekspresikan dirinya.

Baca Juga: Rajanya Comeback! Sihir Lionel Messi Warnai Perjalanan Argentina, Ancam Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Justru karena mayoritas pemain memilih bertato, keputusan Cristiano Ronaldo, Julian Alvarez, Lamine Yamal, Harry Kane, hingga Rodri untuk tetap tampil tanpa tinta menjadi sesuatu yang menarik. Di tengah budaya yang berkembang di ruang ganti sepak bola dunia, mereka menunjukkan bahwa karakter seorang atlet tidak dibentuk oleh penampilan, melainkan oleh dedikasi dan prestasi di atas lapangan.

Sejarah tato: dari tradisi kuno menjadi budaya sepak bola modern

Tato bukanlah budaya baru. Sejarawan memperkirakan praktik menghias tubuh dengan tinta sudah ada sejak lebih dari 5.000 tahun lalu. Mumi Otzi yang ditemukan di Pegunungan Alpen menjadi salah satu bukti tertua keberadaan tato.

Di berbagai belahan dunia, tato memiliki makna berbeda. Bangsa Maori di Selandia Baru menggunakan tato sebagai simbol identitas dan status sosial. Di Jepang, tato pernah menjadi penanda hukuman sebelum berkembang menjadi bagian dari seni tradisional irezumi. Sementara di Kepulauan Polinesia, tato menjadi simbol kedewasaan dan keberanian.

Dalam dunia sepak bola, budaya tato berkembang pesat sejak akhir 1990-an dan semakin populer pada dekade 2000-an. Pemain seperti David Beckham menjadi salah satu ikon yang ikut memopulerkan tato di kalangan pesepak bola. Sejak saat itu, tato bukan hanya menjadi ekspresi seni, tetapi juga bagian dari citra seorang atlet.

Meski demikian, tidak sedikit pemain yang memilih mempertahankan tubuh mereka tetap bersih tanpa tinta. Mereka membuktikan bahwa karakter dan prestasi tidak ditentukan oleh penampilan.

1. Cristiano Ronaldo (Portugal)

Cristiano Ronaldo menjadi nama paling terkenal dalam daftar ini. Selama lebih dari dua dekade berkarier, megabintang Portugal tersebut tidak pernah membuat tato.

Keputusan itu bukan karena alasan estetika. Ronaldo memilih tidak bertato agar tetap dapat mendonorkan darah dan sumsum tulang secara rutin.

"Saya tidak memiliki tato sehingga saya bisa mendonorkan darah saya lebih sering," ujar Ronaldo dalam wawancara yang dikutip Goal.com dari Diretta.

Ronaldo memang dikenal aktif mengikuti kegiatan donor darah. Ia juga pernah mengajak para penggemarnya ikut mendonorkan darah setelah putra rekan setimnya membutuhkan transplantasi sumsum tulang.

Baca Juga: Fakta Spanyol vs Argentina: Kisah Haru Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal, Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026

2. Rodri (Spanyol)

Rodri dikenal sebagai sosok sederhana di luar lapangan. Gelandang yang menjadi jantung permainan Spanyol tersebut juga memilih tidak mengikuti tren tato.

Peraih Ballon d'Or itu lebih dikenal sebagai pemain yang fokus pada latihan, keluarga, dan kehidupan yang jauh dari sorotan media sosial. Tubuhnya tetap bersih tanpa tato hingga Piala Dunia 2026.

3. Pedri (Spanyol)

Pedri merupakan salah satu gelandang terbaik dunia pada generasinya. Meski popularitasnya terus meningkat bersama Barcelona dan Timnas Spanyol, ia tetap memilih tampil tanpa tato.

Pedri tidak pernah menjadikan penampilannya sebagai pusat perhatian. Permainan di atas lapangan menjadi cara utama dirinya menunjukkan kualitas.

4. Jude Bellingham (Inggris)

Jude Bellingham menjadi wajah baru sepak bola Inggris. Popularitasnya melesat bersama Real Madrid dan Timnas Inggris.

Meski menjadi ikon generasi muda, Bellingham hingga kini tidak memiliki tato. Ia lebih dikenal karena profesionalisme dan dedikasinya terhadap sepak bola.

5. Harry Kane (Inggris)

Harry Kane juga termasuk pemain papan atas yang memilih tidak memiliki tato.

Kapten Timnas Inggris tersebut dikenal sebagai sosok keluarga yang sederhana. Berbeda dengan banyak pemain Inggris lainnya, tubuh Kane tetap tanpa tinta sepanjang karier profesionalnya.

6. Federico Valverde (Uruguay)

Federico Valverde menjadi pengecualian di Amerika Selatan, kawasan yang memiliki budaya tato cukup kuat.

Gelandang Real Madrid itu memilih tampil apa adanya tanpa menghiasi tubuhnya dengan tato. Fokus utamanya tetap berada pada performa di lapangan.

Baca Juga: Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Kick-off Jam Berapa? 

Julian Alvarez. (@juliaanalvarez/Instagram)
Julian Alvarez. (@juliaanalvarez/Instagram)

7. Julian Alvarez (Argentina)

Julian Alvarez mungkin menjadi nama yang paling unik dalam daftar ini.

Di tengah budaya tato yang sangat kuat di Argentina, penyerang Atletico Madrid tersebut justru menjadi satu-satunya pemain Albiceleste yang tidak memiliki tato.

"Ada rekan saya bilang bahwa saya satu-satunya pemain tanpa tato," kata Alvarez kepada L'Equipe.

Ia kemudian menjelaskan alasan di balik pilihannya.

"Saya tidak melakukannya untuk menjadi berbeda. Ketika saya masih muda, ayah saya berkata kepada kami, 'Tidak boleh bertato, tidak boleh merokok, tidak boleh minum alkohol.' Saat dewasa semua orang bebas memilih, tetapi saya tidak pernah merasa perlu melakukannya," sambung finalis Piala Dunia 2026 ini.

Pernyataan tersebut membuat Alvarez mendapat banyak pujian karena tetap memegang prinsip yang ditanamkan keluarganya sejak kecil.

8. Lamine Yamal (Spanyol)

Lamine Yamal menjadi salah satu fenomena terbesar sepak bola dunia.

Meski usianya masih sangat muda, pemain Barcelona itu sudah memiliki pendirian tegas mengenai tato.

"Saya ingin menjadi pesepak bola yang berbeda. Saya hanya ingin bermain sepak bola, saya tidak membutuhkan hal lain," beber Yamal.

Belakangan, Yamal juga menjelaskan bahwa keyakinannya sebagai seorang Muslim membuat dirinya tidak akan bertato.

"Saya tidak bisa bertato, saya seorang Muslim," ujarnya dalam wawancara dengan media Spanyol.

Pemain timnas Spanyol Lamine Yamal. (Dok. IG/@sefutbol)
Pemain timnas Spanyol Lamine Yamal. (Dok. IG/@sefutbol)

9. Michael Olise (Prancis)

Michael Olise dikenal sebagai pemain yang tenang di luar lapangan.

Winger Bayern Munchen tersebut memilih tidak mengikuti tren tato yang berkembang di kalangan pesepak bola Eropa. Hingga Piala Dunia 2026, tubuhnya tetap bersih tanpa tinta.

10. Aurelien Tchouameni (Prancis)

Aurelien Tchouameni juga masuk daftar pemain elite tanpa tato.

Gelandang Real Madrid dan Timnas Prancis itu belum pernah mengungkap alasan khusus mengenai pilihannya. Namun sepanjang karier profesionalnya, ia dikenal tampil tanpa tato dan lebih fokus menunjukkan kualitas melalui permainan.


Aurelien Tchouameni. (Dok. Aurelien Tchouameni)
Aurelien Tchouameni. (Dok. Aurelien Tchouameni)

Prestasi tidak ditentukan tinta di tubuh

Di era ketika tato menjadi bagian dari identitas banyak pesepak bola, sepuluh nama tersebut menunjukkan pilihan yang berbeda.

Cristiano Ronaldo mempertahankan tubuhnya tanpa tato demi tetap aktif mendonorkan darah. Julian Alvarez memegang teguh nasihat ayahnya. Lamine Yamal memilih menghormati keyakinan agamanya.

Sementara pemain lain seperti Rodri, Pedri, Harry Kane, Jude Bellingham, Federico Valverde, Michael Olise, dan Aurelien Tchouameni lebih memilih membiarkan permainan mereka berbicara di lapangan.

Perbedaan pilihan itu justru memperlihatkan satu hal: menjadi pesepak bola hebat tidak ditentukan oleh tato ataupun penampilan, melainkan oleh dedikasi, kerja keras, dan prestasi yang mereka ukir di lapangan hijau.

EDITOR: Hendra