← Beranda
Kalah dari Spanyol, Mbappe Beberkan Kesalahan Fatal Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiKamis, 16 Juli 2026 | 04.22 WIB
Kylian Mbappe membeberkan kesalahan Prancis saat menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Texas. (Instagram @equipedefrance)

 

 

 

JawaPos.com - Kylian Mbappe tidak mencari alasan setelah Timnas Prancis harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026.

Penyerang berusia 27 tahun itu mengakui Les Bleus tampil di bawah standar saat menghadapi Spanyol pada laga semifinal.

Seusai pertandingan, Mbappe mengatakan Prancis gagal menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan.

Menurutnya, kekalahan tersebut bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga akibat banyak kesalahan yang dilakukan timnya sendiri sepanjang pertandingan.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi M6, kapten Timnas Prancis itu menyebut performa timnya tidak memuaskan, baik dari sisi taktik maupun kualitas permainan.

"Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan. Secara taktik, teknik, maupun level permainan, semuanya tidak berjalan baik. Ketika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan di semifinal Piala Dunia, Anda memang tidak akan menang," kata Mbappe.

Mbappe juga mengakui Spanyol tampil sesuai karakter mereka. Tim asuhan Luis de la Fuente dinilai mampu menguasai bola, mengendalikan tempo pertandingan, dan membuat Prancis kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal.

Prancis sebenarnya mencoba menekan tinggi agar Spanyol tidak leluasa membangun serangan. Namun strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

"Spanyol tetap memainkan gaya mereka. Mereka menguasai bola dan mengatur ritme pertandingan. Kami ingin menekan mereka lebih tinggi agar mereka tidak nyaman, tetapi kami gagal melakukannya," ujarnya.

Selain gagal menekan lawan, Mbappe menilai banyak kesalahan teknis membuat Prancis semakin sulit keluar dari tekanan. Umpan-umpan yang tidak akurat dan sentuhan pertama yang kurang maksimal membuat peluang menyerang sering terbuang.

Menurut pemain Real Madrid tersebut, masalah lain yang cukup terlihat adalah koordinasi saat melakukan pressing. Akibatnya, lini tengah Spanyol bisa memainkan bola dengan nyaman.

"Sejak awal kami sering kalah jumlah di lini tengah. Fabian Ruiz dan Rodri memiliki terlalu banyak ruang untuk mengatur permainan. Komunikasi kami saat melakukan pressing juga kurang baik," jelasnya.

Mbappe menambahkan, seharusnya Prancis mampu memaksa para pemain Spanyol bermain lebih banyak dalam duel satu lawan satu. Cara itu dinilai bisa membuat lawan kehilangan kenyamanan saat menguasai bola.

Namun kenyataannya justru berbeda. Ketika berhasil merebut bola, Prancis tidak mampu memanfaatkannya dengan baik karena kualitas sentuhan dan umpan pertama jauh dari harapan.

"Kami harusnya membuat mereka lebih banyak berlari tanpa bola. Tapi ketika kami berhasil merebut bola, sentuhan pertama dan umpan pertama kami tidak berada di level yang dibutuhkan untuk pertandingan semifinal Piala Dunia," tuturnya.

Meski gagal melangkah ke partai puncak, Mbappe meminta seluruh pemain menerima hasil tersebut dengan kepala tegak. Ia mengakui rasa kecewa sangat besar karena seluruh skuad datang ke turnamen dengan target menjadi juara dunia.

"Bermain di final adalah impian kami. Kami ingin memberikan kebanggaan kepada negara dan menciptakan sejarah. Sekarang kami harus menerima kenyataan ini," ucap Mbappe.

Penyerang yang menjadi salah satu pemain terbaik dunia itu menilai tidak ada pilihan selain segera bangkit.

Setelah menjalani masa libur, para pemain akan kembali fokus bersama klub masing-masing sebelum kembali memperkuat Timnas Prancis pada agenda internasional berikutnya.

Baca Juga: Timnas Spanyol Tunggu Lawan di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Mengaku Berteman Dekat dengan Lionel Scaloni

"Kekecewaannya sangat besar. Sulit menggambarkannya dengan kata-kata. Kami akan beristirahat, memulihkan diri, lalu kembali bekerja. Sepak bola selalu berjalan, dan masih ada banyak tantangan yang menanti," pungkas Mbappe. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan