JawaPos.com - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan hubungannya dengan Jude Bellingham tidak ada keretakan. Tuchel bahkan menyebut hubungan mereka saat ini semakin erat menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
Gelandang muda timnas Inggris itu sempat melontarkan kritik terhadap komentar Thomas Tuchel setelah mengalahkan Norwegia di babak perempat final piala dunia. Isu keretakan hubungan antara Jude Bellingham dan Tuchel sebenarnya mencuat sejak musim panas lalu.
Saat itu, pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel mengungkapkan, ibunya menganggap beberapa gestur Jude Bellingham di lapangan sebagai sesuatu yang menjijikkan. Pernyataan itu pun sempat menuai kontroversi jelang piala dunia, tetapi Tuchel akhirnya meminta maaf.
Kemudian, dalam konferensi pers usai lawan Norwegia, Tuchel mengakui tidak sepenuhnya puas dengan performa tim. Bellingham pun langsung menanggapi Tuchel dengan mengungkapkan bahwa perlu adanya pendekatan yang lebih positif dalam menilai permainan tim.
Menanggapi hal itu, Tuchel mengaku telah berbicara langsung dengan seluruh skuad untuk meluruskan situasi. Tuchel menilai polemik yang muncul lebih banyak dibesar-besarkan media.
“Saya penasaran siapa yang membesar-besarkan hal ini. Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan. Jika memang terlihat besar, itu karena media,” ujar Tuchel dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Performa Timnas Argentina Dikritik, Lionel Scaloni Sebut Timnya Tidak Seburuk Anggapan Orang
Sang pelatih menjelaskan, komentarnya terhadap Bellingham sebenarnya tidak hanya berisi kritik, tetapi juga pujian yang tidak sepenuhnya tersampaikan. “Jika Anda hanya memotong bagian kritik dan tidak menyampaikan bahwa dia bermain kelas dunia, tentu reaksinya akan seperti itu. Saya bisa memahami responsnya,” lanjut Thomas Tuchel.
Menurut Tuchel, situasi itu muncul karena pertanyaan yang diajukan kepada Bellingham hanya menyoroti sisi negatif dari evaluasinya. “Saya rasa pertanyaannya tidak adil bagi Jude karena menghilangkan semua pujian dan hanya fokus pada kritik,” kata Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan, dirinya dan Bellingham memiliki semangat kompetitif yang sama. “Kami berasal dari tempat yang sama, sama-sama kompetitif. Saya mendorong tim ini hingga batas maksimal, dan itu bagian dari penilaian saya,” ucap Thomas Tuchel.
Tuchel juga memastikan bahwa kondisi tim saat ini berada dalam suasana yang positif. “Kami justru semakin dekat dari sebelumnya. Energi dan mentalitas di dalam tim sangat baik dalam beberapa hari terakhir dan kami siap menghadapi pertandingan besok,” tegas dia.
Sementara itu, beberapa komentar Bellingham setelah laga melawan Norwegia sempat diduga menyentil pengalaman bermain Tuchel. Pemain berusia 23 tahun itu mengatakan bahwa pelatihnya mungkin tidak memahami sepenuhnya kondisi pertandingan melawan pemain seperti Erling Haaland.
Menanggapi hal itu, Tuchel mengakui, karir bermainnya tidak terlalu menonjol. Namun, Tuchel menilai hal itu tidak memengaruhi kapasitasnya sebagai pelatih.
“Saya punya karir bermain yang biasa saja, tetapi itu tidak menghalangi saya. Saya tidak pernah bermimpi menjadi pelatih di level ini dan sekarang ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Anda tidak harus menjadi seekor kuda untuk menjadi joki yang hebat,” tandas Thomas Tuchel.
Bellingham sendiri tampil impresif sepanjang turnamen dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas Norwegia lewat babak perpanjangan waktu pada perempat final. Total koleksi golnya di Piala Dunia saat ini menjadi enam gol.