JawaPos.com — Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB, bukan sekadar perebutan tiket ke final.
Duel dua raksasa sepak bola dunia ini juga diwarnai sederet fakta menarik, mulai dari rekor Jude Bellingham yang menyamai pencapaian Diego Maradona hingga konsistensi Argentina bersama Lionel Messi dan Lionel Scaloni.
1. Jude Bellingham Samai Rekor Diego Maradona
Jude Bellingham mencatat pencapaian luar biasa setelah menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun sejak Diego Maradona melakukannya pada Piala Dunia 1986.
Rekor tersebut membuat gelandang Inggris itu sejajar dengan salah satu legenda terbesar sepak bola.
Jika kembali tampil menentukan melawan Argentina, Bellingham berpeluang menciptakan sejarah baru yang bahkan melampaui pencapaian Maradona.
2. Bellingham dan Harry Kane Cetak Rekor Baru Inggris
Bellingham dan Harry Kane sama-sama sudah mengoleksi sedikitnya enam gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi, ada dua pemain dari negara yang sama mampu mencapai angka tersebut dalam satu edisi turnamen.
Kontribusi keduanya juga sangat dominan. Dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen, sebanyak 12 gol lahir dari kaki Kane dan Bellingham sehingga menjadi tumpuan utama tim asuhan Thomas Tuchel.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Jude Bellingham Bisa Jadi Pembeda
3. Bellingham Samai Rekor Gary Lineker
Enam gol non-penalti yang dicetak Bellingham sepanjang Piala Dunia 2026 membuatnya menyamai rekor Gary Lineker bersama Inggris pada edisi 1986.
Produktivitas itu semakin menegaskan status Bellingham sebagai salah satu pemain terbaik turnamen. Ia juga menjadi motor permainan Inggris dari lini tengah hingga penyelesaian akhir.
4. Inggris Mencatat Rekor Kemenangan Terbaik Sejak 1966
Inggris datang ke semifinal dengan modal empat kemenangan beruntun. Catatan tersebut menjadi rangkaian kemenangan terpanjang The Three Lions dalam satu edisi Piala Dunia sejak menjadi juara dunia pada 1966.
Meski demikian, Lionel Scaloni menilai Inggris tetap memiliki banyak ancaman selain catatan statistik tersebut. Ia secara khusus menyoroti kualitas Harry Kane dan Jude Bellingham yang dianggap sebagai dua pemain terbaik dunia saat ini.
"Mereka adalah dua pemain hebat, termasuk yang terbaik di dunia. Setiap pelatih tentu ingin memiliki pemain seperti mereka," ujar Scaloni dikutip dari Al Jazeera, Rabu (15/7/2026).
5. Lionel Messi Terus Menjadi Pembeda Argentina
Meski sudah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi pemain paling berpengaruh bagi Argentina.
Ia kini mengoleksi 10 assist di Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966, sekaligus berkontribusi langsung terhadap 10 gol Argentina pada turnamen ini.
Kehadiran Messi menjadi alasan utama Argentina tetap mampu melewati laga-laga sulit di babak gugur. Pengalaman sang kapten diyakini kembali menjadi senjata utama menghadapi Inggris.
6. Lionel Scaloni Punya Rekor Sempurna Melawan Tim Eropa
Lionel Scaloni membawa kepercayaan diri tinggi ke semifinal. Pelatih yang mengantar Argentina menjadi juara dunia pada 2022 itu belum pernah kalah dalam 10 pertandingan menghadapi negara-negara anggota UEFA.
Meski Argentina harus melewati tiga pertandingan fase gugur yang menguras tenaga, Scaloni sama sekali tidak mempermasalahkan kondisi fisik para pemainnya.
"Kami berada dalam kondisi yang baik dan tidak sabar memainkan pertandingan ini. Ini semifinal Piala Dunia dan harapan kami masih utuh," kata Scaloni.
Ia juga menegaskan perjuangan Argentina mencapai semifinal jauh lebih penting dibanding cara mereka lolos.
"Sebulan setengah lalu saya pasti menerima jika hanya ditawari lolos ke semifinal. Saya tidak peduli bagaimana kami sampai di sini. Ini semifinal Piala Dunia."
7. Argentina Sangat Produktif di Piala Dunia 2026
Argentina tampil sangat konsisten di lini depan. La Albiceleste berhasil mencetak tiga gol dalam lima dari enam pertandingan mereka sepanjang Piala Dunia 2026.
Lebih impresif lagi, empat pertandingan terakhir Argentina selalu berakhir dengan torehan tepat tiga gol. Statistik tersebut menunjukkan efektivitas lini serang mereka meski harus beberapa kali bermain hingga babak tambahan.
8. Rivalitas Inggris vs Argentina Selalu Penuh Cerita
Inggris dan Argentina sudah lima kali bertemu di Piala Dunia.
Pertemuan paling dikenang terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Hand of God" sebelum menghasilkan salah satu gol terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Scaloni mengaku masih mengingat momen tersebut sebagai salah satu aksi individu terbaik yang pernah disaksikannya.
"Semua orang mengingat pertandingan itu, terutama gol kedua Diego. Itu adalah gol yang luar biasa dan setiap pencinta sepak bola akan selalu mengingatnya."
Meski rivalitas kedua negara juga dipengaruhi konflik Kepulauan Falkland pada 1982, Scaloni berharap semifinal kali ini murni menjadi pertandingan sepak bola.
"Ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak ingin mencampuradukkan semuanya dengan hal-hal yang terjadi begitu lama. Itu masa yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami, tetapi ini hanyalah pertandingan sepak bola."
Dengan sederet rekor yang mengiringi kedua tim, semifinal Inggris melawan Argentina diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.
Di satu sisi ada Jude Bellingham yang mengejar jejak Diego Maradona, sementara di sisi lain Lionel Messi berusaha membawa Argentina menuju final Piala Dunia secara beruntun.