← Beranda
FIFA Jelaskan Alasan Gol Jude Bellingham ke Gawang Norwegia Tetap Sah, Diprotes Keras di Piala Dunia 2026
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 12 Juli 2026 | 18.53 WIB
Jude Bellingham merayakan gol penyeimbang Inggris ke gawang Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026 yang dipastikan sah setelah FIFA mengungkap data sensor Connected Ball. (Instagram @england)

JawaPos.com — Gol Jude Bellingham yang menyamakan kedudukan untuk Inggris saat menghadapi Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026 dipastikan sah oleh FIFA meski memicu kontroversi.

Gol pada menit ke-45+2 di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) pagi WIB, sempat diperdebatkan karena bola diduga mengenai kabel kamera udara sebelum akhirnya dikuasai pemain Inggris.

Mengapa Gol Jude Bellingham Diprotes?

Kontroversi bermula ketika Bellingham mencetak gol penyeimbang lewat tendangan kaki kiri setelah melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti Norwegia.

Gelandang Inggris itu memanfaatkan umpan Anthony Gordon dari sisi kiri dan menaklukkan kiper Orjan Nyland.

Sebelum proses gol terjadi, bola hasil tendangan Nyland diduga menyentuh kabel kamera udara yang membentang di atas lapangan.

Dugaan itu langsung ramai dibahas di media sosial karena, jika benar terjadi, permainan seharusnya dihentikan oleh wasit.

Mengacu pada Laws of the Game yang diterbitkan IFAB, pertandingan harus dihentikan apabila bola mengenai benda asing, termasuk kabel kamera yang berada di atas lapangan.

Permainan kemudian dilanjutkan dengan prosedur yang telah ditentukan sesuai peraturan.

Karena itulah banyak warganet menilai gol Bellingham semestinya dianulir. Momen tersebut bahkan menjadi salah satu topik paling ramai dibahas selama laga perempat final Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Jelang Prancis vs Spanyol: Lamine Yamal Tak Khawatir Seret Gol, Les Bleus Lebih Terbebani di Piala Dunia 2026

Apa Penjelasan Resmi FIFA?

FIFA akhirnya memberikan klarifikasi resmi melalui akun FIFA Media untuk meredam perdebatan.

Federasi sepak bola dunia itu menegaskan tidak ada bukti bola menyentuh kabel kamera udara sebelum Inggris membangun serangan.

FIFA menggunakan teknologi Connected Ball, yaitu bola pertandingan yang dilengkapi sensor untuk merekam setiap sentuhan selama pertandingan. Data dari sensor tersebut menjadi dasar dalam mengevaluasi insiden tersebut.

Dalam keterangannya, FIFA menjelaskan:

"Sebelum gol Inggris pada menit 45+2 melawan Norwegia, sensor pada Connected Ball tidak menunjukkan puncak pada 'detak jantung bola' saat berada di udara."

FIFA kemudian menambahkan:

"Dan oleh karena itu tidak ada bukti bahwa bola menyentuh kabel di atas dan mengubah pergerakan bola."

Data sensor itu menjadi bukti utama yang menunjukkan bola tidak pernah bersentuhan dengan kabel kamera. Dengan demikian, wasit dinilai tidak memiliki alasan untuk menghentikan pertandingan maupun membatalkan gol tersebut.

Baca Juga: Jersey Spanyol Mendadak Langka, Habis Terjual Karena Lebih Kasual di Piala Dunia 2026

Bagaimana Teknologi Connected Ball Bekerja?

Teknologi Connected Ball menjadi salah satu perangkat penting yang digunakan FIFA pada Piala Dunia 2026.

Sensor di dalam bola mampu mendeteksi setiap sentuhan secara akurat melalui perubahan sinyal yang dikenal sebagai "detak jantung bola".

Apabila bola mengenai pemain, tanah, atau objek lain, sensor akan merekam lonjakan data yang dapat dianalisis secara real time.

Pada insiden gol Bellingham, tidak ditemukan adanya lonjakan sinyal ketika bola berada di udara setelah ditendang Orjan Nyland.

Karena tidak ada bukti teknis yang menunjukkan kontak dengan kabel kamera, proses permainan dianggap berlangsung normal. Serangan Inggris pun dinyatakan sah hingga berakhir dengan gol penyeimbang Bellingham.

Keputusan tersebut sekaligus menjawab perdebatan yang berkembang di media sosial. FIFA menegaskan keputusan wasit sudah sesuai fakta di lapangan dan didukung data teknologi yang digunakan sepanjang turnamen.

Baca Juga: Mengukur Jarak Tempuh Kontestan Piala Dunia 2026: Inggris "Keliling Amerika", Prancis Paling "Hemat"

EDITOR: Hendra