JawaPos.com - Lionel Messi kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Di usia yang telah menginjak 39 tahun, kapten Timnas Argentina itu masih tampil tajam dan menjadi salah satu pemain paling menentukan sepanjang turnamen.
Penampilannya bahkan membuat banyak pihak tak percaya bahwa sang megabintang sudah mendekati kepala empat.
Hingga babak semifinal, Messi sudah mencetak delapan gol dari lima pertandingan. Catatan tersebut membuatnya berbagi posisi sebagai top skor sementara bersama Kylian Mbappe. Tak hanya produktif, ia juga empat kali terpilih sebagai pemain terbaik atau Man of the Match.
Performa impresif itu menuai pujian dari berbagai kalangan. Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut Messi masih bermain layaknya pesepak bola yang berada di usia emas.
Menurutnya, bintang Argentina tersebut menjadi contoh sempurna tentang bagaimana menjaga kualitas permainan melalui profesionalisme dan konsistensi.
Kesuksesan Messi bertahan di level tertinggi tentu bukan semata karena bakat alami. Selama bertahun-tahun ia dikenal sangat disiplin dalam menjaga kondisi tubuh.
Mulai dari pola makan, latihan, pemulihan, hingga waktu istirahat dilakukan dengan perencanaan yang matang agar tetap mampu bersaing di level elite.
Baca Juga: Argentina vs Swiss: Meski Tanpa Johan Manzambi, Tim Nati Siap Buat Lionel Messi Cs Menderita
Keputusan Messi bergabung dengan Inter Miami pada pertengahan 2023 sempat mendapat banyak kritik. Banyak yang menganggap kepindahannya ke Major League Soccer (MLS) menjadi awal masa pensiun. Namun anggapan itu justru terpatahkan.
MLS ternyata menjadi kompetisi yang menuntut kondisi fisik prima. Jadwal pertandingan yang padat, perjalanan antarkota yang jauh, hingga variasi cuaca membuat setiap pemain harus menjaga kebugaran secara maksimal. Lingkungan tersebut justru membantu Messi mempertahankan ritme kompetitifnya.
Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Messi juga menjalani musim yang luar biasa bersama Inter Miami.
Ia sukses membawa klubnya menjuarai MLS 2025, sekaligus meraih penghargaan MVP dan top skor kompetisi. Modal itulah yang membuatnya datang ke turnamen dengan kepercayaan diri tinggi.
Selain latihan rutin, Messi tetap menjalani program pemulihan fisik secara disiplin. Pola makan yang mulai diterapkannya sejak beberapa tahun terakhir masih menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran. Ia juga rutin menjalani fisioterapi untuk memastikan tubuhnya tetap berada dalam kondisi terbaik.
Baca Juga: Alasan Lionel Messi Lebih Suka Jalan Kaki daripada Berlari Saat Bertanding
Menariknya, data kecepatan lari Messi juga menunjukkan peningkatan dibanding Piala Dunia 2022.
Kecepatan maksimalnya mencapai 30,9 kilometer per jam, angka yang dinilai sangat impresif untuk pemain seusianya. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan fisiknya masih berada di level tertinggi.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengaku tidak terkejut dengan performa kaptennya. Menurut Scaloni, Messi memang selalu mempersiapkan diri dengan sangat serius.
Ketika melihat peluang untuk menciptakan bahaya, naluri menyerangnya tetap tajam seperti saat masih berada di masa keemasan bersama Barcelona.
Baca Juga: Granit Xhaka: Sebuah Kehormatan Bisa Melawan Lionel Messi!
Scaloni juga menilai motivasi menjadi faktor utama yang membuat Messi terus tampil luar biasa. Selama masih memiliki keinginan untuk bersaing dan menikmati sepak bola, kualitasnya diyakini tidak akan banyak berubah.
Melihat performanya saat ini, pembahasan mengenai kemungkinan Messi tampil di Piala Dunia 2030 pun kembali mengemuka.
Saat turnamen itu berlangsung, usianya akan mencapai 43 tahun. Meski terdengar sulit, banyak pihak mulai percaya peluang tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
Bagi Argentina, kehadiran Messi bukan sekadar soal gol dan assist. Pengalaman, kepemimpinan, serta pengaruhnya di ruang ganti menjadi nilai tambah yang sulit digantikan pemain lain.
Selama masih mampu menjaga kondisi fisik dan motivasi, Lionel Messi tampaknya belum akan mengucapkan selamat tinggal dari panggung sepak bola dunia.