← Beranda
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 10 Juli 2026 | 14.21 WIB
Kiper Spanyol Unai Simon belum kebobolan di Piala Dunia 2026. La Furia Roja mengandalkan pertahanan kokoh saat menghadapi Belgia di perempat final. (Instagram @sefutbol)

 

JawaPos.com — Spanyol akan menghadapi Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB, dengan modal pertahanan terbaik sepanjang turnamen.

La Furia Roja belum kebobolan dalam lima pertandingan, sementara Belgia datang penuh percaya diri setelah menghancurkan Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.

Duel ini menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di babak delapan besar. Kedua tim sama-sama memiliki kualitas untuk melangkah ke semifinal, tetapi datang dengan pendekatan permainan yang sangat berbeda.

Spanyol memburu gelar Piala Dunia kedua setelah sukses menjadi juara pada edisi 2010. Sementara itu, Belgia masih mengejar sejarah dengan harapan meraih trofi Piala Dunia pertama mereka.

Baca Juga: Hasil Prancis vs Maroko 2-0 di Piala Dunia 2026: Mbappe Bangkit dari Gagal Penalti, Les Bleus Jadi Tim Pertama ke Semifinal

Mengapa Spanyol Lebih Diunggulkan?

Spanyol tampil sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang Piala Dunia 2026.

Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka, tim asuhan Luis de la Fuente meraih empat kemenangan beruntun tanpa sekali pun kebobolan.

Ketangguhan lini belakang menjadi kekuatan terbesar La Furia Roja. Kombinasi Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella mampu menjaga pertahanan tetap solid, sementara Unai Simon tampil tenang mengawal gawang.

Di lini tengah, Rodri dan Pedri menjadi motor permainan. Keduanya mampu mengatur tempo sekaligus memastikan penguasaan bola tetap berada di tangan Spanyol dalam hampir setiap pertandingan.

Ancaman juga datang dari sektor depan. Lamine Yamal, Nico Williams, Mikel Oyarzabal, hingga Dani Olmo memberi variasi serangan sehingga Spanyol tidak hanya bergantung pada satu pemain untuk mencetak gol.

Kemenangan tipis 1-0 atas Portugal pada babak 16 besar memperlihatkan kedewasaan permainan mereka. Sundulan Mikel Merino menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.

Baca Juga: Maroko Dicukur Prancis 0-2 di Perempat Final Piala Dunia 2026, Pelatih Akui Kehebatan Les Bleus

Belgia Datang dengan Serangan Mematikan

Belgia memang tidak tampil semulus Spanyol sepanjang fase sebelumnya. Mereka sempat melalui fase grup dengan tiga hasil imbang sebelum akhirnya menemukan performa terbaik pada fase gugur.

Kemenangan telak 4-1 atas Amerika Serikat menjadi bukti kebangkitan tim asuhan Rudi Garcia. Dalam pertandingan tersebut, lini depan Belgia tampil sangat efektif dan mampu memanfaatkan hampir setiap peluang berbahaya.

Romelu Lukaku kembali menjadi andalan utama dengan koleksi tiga gol sepanjang turnamen. Namun, kekuatan Belgia tidak hanya bergantung kepada sang striker.

Charles De Ketelaere sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak dua gol ke gawang Amerika Serikat.

Selain itu, Jeremy Doku dan Leandro Trossard memiliki kecepatan yang bisa merepotkan pertahanan mana pun melalui serangan balik.

Amadou Onana dan Nicolas Raskin juga berperan penting menjaga keseimbangan permainan. Mereka menjadi pelindung lini belakang sekaligus memulai transisi cepat saat Belgia merebut bola.

Baca Juga: Prancis Melesat ke Semifinal Usai Tekuk Maroko 2-0, Mbappe: Jalan Kami Masih Panjang!

Rekor Pertemuan Masih Memihak La Furia Roja

Catatan sejarah memperlihatkan dominasi Spanyol atas Belgia. Dari lima pertemuan terakhir, La Furia Roja selalu berhasil meraih kemenangan.

Spanyol menang 2-0 pada 2016, 5-0 pada 2009, 2-1 pada 2008, 2-0 pada 2005, dan kembali menang 2-0 pada 2004.

Bahkan, satu-satunya pertemuan kedua tim di ajang Piala Dunia juga dimenangkan Spanyol dengan skor 2-1 pada edisi 1990.

Dominasi tersebut memang tidak bisa dijadikan jaminan hasil pertandingan kali ini. Namun, rekor tersebut menunjukkan Spanyol memiliki pengalaman positif setiap kali berhadapan dengan Belgia.

Belgia sendiri datang dengan skuad yang sepenuhnya fit. Kehadiran Courtois di bawah mistar gawang juga memberi rasa aman karena pengalamannya dalam menghadapi pertandingan besar.

Prediksi Susunan Pemain dan Skor

Luis de la Fuente diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-3-3 yang selama ini membawa hasil positif. Unai Simon akan berdiri di bawah mistar dengan Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella mengisi lini belakang.

Rodri, Pedri, dan Dani Olmo diprediksi menguasai lini tengah. Sementara Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, dan Alex Baena menjadi andalan di lini depan.

Belgia juga diperkirakan bermain dengan formasi 4-3-3. Thibaut Courtois akan mendapat perlindungan dari Timothy Castagne, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, dan Maxim De Cuyper.

Amadou Onana serta Nicolas Raskin akan menopang lini tengah bersama Youri Tielemans. Di sektor serang, Jeremy Doku, Leandro Trossard, Charles De Ketelaere, dan Romelu Lukaku siap menguji pertahanan terbaik di turnamen ini.

Pertandingan diperkirakan berlangsung sangat ketat.

Belgia memiliki kualitas individu yang mampu menciptakan peluang dari situasi apa pun, tetapi mereka akan menghadapi organisasi pertahanan Spanyol yang belum mampu ditembus satu tim pun sepanjang kompetisi.

Keunggulan Spanyol berada pada keseimbangan permainan. Mereka mampu mengontrol tempo, mendominasi penguasaan bola, sekaligus bertahan dengan disiplin ketika mendapat tekanan.

Belgia tetap memiliki peluang menciptakan kejutan lewat kecepatan Doku maupun ketajaman Lukaku.

Namun, apabila Rodri dan Pedri mampu mengendalikan lini tengah, peluang Spanyol untuk menguasai pertandingan akan semakin besar.

Prediksi skor: Spanyol 2-1 Belgia.

Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Belgia akan berlangsung di Los Angeles Stadium pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Kick-off dijadwalkan pukul 02.00 WIB dan laga dapat disaksikan melalui siaran langsung TVRI, TVRI Sport, serta layanan live streaming FolaPlay dan MaxStream.

EDITOR: Banu Adikara