JawaPos.com - Cristiano Ronaldo harus mengakhiri impiannya mengangkat trofi Piala Dunia setelah Portugal disingkirkan Spanyol di babak 16 besar. Kekalahan dramatis itu sekaligus menjadi penampilan terakhir Ronaldo di ajang Piala Dunia.
Portugal harus mengakui keunggulan rivalnya setelah gol Mikel Merino pada masa injury time memastikan kemenangan Spanyol dan mengantar mereka ke perempat final.
Usai pertandingan, Ronaldo mengonfirmasi bahwa turnamen di Amerika Utara tersebut menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya.
"Saya sedih harus pergi seperti ini, tetapi saya telah memberikan segalanya, selalu memberikan yang terbaik."
Baca Juga: Alasan Lionel Messi Lebih Suka Jalan Kaki daripada Berlari Saat Bertanding
"Saya pergi dengan hati nurani yang bersih. Ini sepak bola, ini kehidupan seorang pesepakbola. Terkadang Anda menang, terkadang Anda kalah. Anda harus terus maju."
Ronaldo juga menegaskan belum akan mengambil keputusan mengenai masa depannya dalam waktu dekat.
"Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, tetapi untuk hal-hal lainnya: akan ada waktu untuk berpikir, untuk bersama keluarga saya, saya tidak akan membuat keputusan dalam keadaan emosi sesaat."
Baca Juga: Prancis Melesat ke Semifinal Usai Tekuk Maroko 2-0, Mbappe: Jalan Kami Masih Panjang!
Sepanjang enam edisi Piala Dunia yang diikutinya, Ronaldo mengoleksi 11 gol. Sepuluh di antaranya lahir pada fase grup, sementara satu-satunya gol di fase gugur dicetak saat menghadapi Kroasia pada turnamen kali ini.
Meski masih mampu mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026, penampilan Ronaldo tetap menuai kritik. Saat menghadapi Spanyol, penyerang berusia 41 tahun itu hanya mencatatkan 19 sentuhan bola sepanjang pertandingan.
Namun, mantan bek Manchester City dan timnas Inggris, Micah Richards, menilai kritik yang diarahkan kepada Ronaldo sudah berlebihan.
Melansir Sport Bible, dalam podcast The Rest Is Football, Richards bahkan menyebut ada perlakuan yang berbeda antara Ronaldo dan Lionel Messi.
"Saya tidak suka fitnah terhadap Ronaldo ini. Saya sama sekali tidak menyukainya."
"Saya setuju dia adalah salah satu pemain terhebat sepanjang masa dan sejak awal turnamen, tampaknya ada agenda yang menentangnya."
Baca Juga: Mbappe dan Dembele Bawa Prancis Tekuk Maroko, Klaim Tiket Semifinal Piala Dunia 2026!
Richards mengakui usia membuat Ronaldo tak lagi mampu berlari tanpa henti seperti saat masih muda. Namun, menurutnya, hal itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kontribusinya.
"Tentu saja dia tidak akan berlarian seperti anak muda lagi, tetapi baginya untuk berada di Piala Dunia dan mengerahkan dirinya di level ini dan mencetak gol di Piala Dunia, ya, statistiknya memang tidak bagus, tetapi saya merasa sangat munafik cara orang berbicara tentang Ronaldo dan Messi."
Ia kemudian membandingkan gaya bermain Ronaldo dengan Messi yang juga tidak lagi mengandalkan intensitas lari tinggi.
"Entah Anda menyukai Ronaldo atau Messi, kita tahu Messi tidak berlarian seperti dua atau tiga tahun lalu. Tapi kita mengagumi kejeniusan yang ia bawa ke tim, statistik saat ia berjalan di lapangan, dan saat bola datang kepadanya, ia menjadi hidup."
"Ronaldo, kita tahu, dan dia sudah lama tidak berlari, tetapi pergerakannya di dalam kotak penalti masih luar biasa."
Pendapat Richards mendapat dukungan dari legenda Inggris, Alan Shearer. Menurut mantan striker Newcastle United tersebut, sosok seperti Ronaldo layak mendapat penghormatan atas pencapaian luar biasanya selama berkarier.
"Sangat sulit untuk mengkritik seorang raksasa dalam olahraga ini, dan apa yang telah dia lakukan, maksud saya, rekornya sungguh luar biasa."
Meski perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat, Ronaldo tetap menutup kariernya di turnamen empat tahunan itu sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola, dengan sederet rekor yang akan sulit disamai dalam waktu dekat.