← Beranda
'Wonderwall' Jadi Anthem Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Lagu Oasis Melonjak Tajam di Tangga Musik Lagu Dunia
Andre Rizal HanafiJumat, 10 Juli 2026 | 02.38 WIB
Timnas Inggris berkumpul di hadapan para penggemar usai lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Lagu 'Wonderwall' milik band Oasis kembali menjadi sorotan publik setelah hampir tiga dekade setelah pertama kali dirilis. 

Lagu yang sudah melekat sebagai salah satu anthem musik Britania itu kini mengalami lonjakan popularitas berkat kiprah Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Euforia kemenangan The Three Lions atas Meksiko pada babak 16 besar ternyata tidak hanya terasa di lapangan. 

Selebrasi para pemain bersama ribuan suporter yang menyanyikan 'Wonderwall' usai pertandingan ikut mendongkrak jumlah pendengar lagu tersebut di berbagai platform musik digital.

Baca Juga: Preview Inggris vs Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026: Tiga Pemain Inti Absen Latihan!

Dalam beberapa hari terakhir, 'Wonderwall' mencatat peningkatan signifikan di layanan streaming. Lagu yang dirilis pada 1995 itu diputar sekitar 2,8 juta kali hanya dalam sehari, membuat posisinya melesat ke peringkat kedua tangga lagu Spotify Inggris. 

Di tingkat global, 'Wonderwall' juga naik hingga peringkat ke-15 setelah sebelumnya berada jauh di bawah posisi tersebut.

Tren positif itu membuat 'Wonderwall' diperkirakan kembali masuk ke jajaran 20 besar Official Singles Chart Inggris pada pekan ini. 

Baca Juga: Dari 'Waka Waka' hingga 'Wonderwall': 15 Lagu yang Paling Sering Menggema di Piala Dunia 2026

Bahkan, peluang untuk merebut posisi nomor satu semakin terbuka apabila Timnas Inggris mampu melanjutkan langkah mereka di Piala Dunia dengan mengalahkan Norwegia pada babak perempat final.

Fenomena ini menjadi cerita menarik bagi Oasis. Pasalnya, meski 'Wonderwall' dikenal sebagai lagu paling populer dalam katalog mereka, lagu tersebut belum pernah meraih posisi puncak tangga lagu Inggris saat pertama kali dirilis. 

Kala itu, 'Wonderwall' harus puas berada di peringkat kedua karena kalah bersaing dengan lagu I Believe/Up On The Roof yang dibawakan Robson & Jerome.

Popularitas 'Wonderwall' selama Piala Dunia juga mendapat sambutan positif dari Noel Gallagher. Musisi yang dikenal sebagai pendukung setia Manchester City itu sebelumnya mengaku bangga melihat lagunya menjadi bagian dari perjalanan Timnas Inggris di turnamen terbesar dunia.

Menurut Noel, 'Wonderwall' kini bukan lagi sekadar lagu milik Oasis, tetapi telah menjadi milik para pendukung sepak bola Inggris. 

Baca Juga: Modal Jegal Erling Haaland! Anthony Gordon Bongkar Mentalitas 10 Pemain Inggris Usai Tumbangkan Meksiko di Azteca

Ia menilai momen ketika pemain dan suporter menyanyikan lagu tersebut secara bersama-sama menghadirkan suasana yang sulit dilupakan.

Tradisi menyanyikan 'Wonderwall' mulai mencuri perhatian sejak Inggris mengalahkan Kroasia pada fase grup Piala Dunia 2026. 

Seusai laga, Jude Bellingham dan rekan-rekannya bergabung dengan ribuan pendukung untuk menyanyikan lagu tersebut di stadion. Sejak saat itu, 'Wonderwall' terus terdengar setiap kali Inggris meraih kemenangan.

Atmosfer tersebut semakin kuat karena Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memang memasukkan 'Wonderwall' ke dalam daftar lagu resmi yang diputar sebelum maupun setelah pertandingan selama Piala Dunia berlangsung. Pilihan itu rupanya berhasil menciptakan identitas baru bagi The Three Lions di turnamen kali ini.

Baca Juga: Statistik Bek Inggris vs Erling Haaland Bikin Khawatir! Tuchel Siapkan Cara Redam Sang Mesin Gol Norwegia

Kini, perjuangan Harry Kane dan kolega untuk mengakhiri penantian gelar juara dunia selama 60 tahun berjalan beriringan dengan kebangkitan salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah musik Inggris. 

Jika perjalanan Timnas Inggris terus berlanjut hingga babak berikutnya, bukan tidak mungkin 'Wonderwall' juga akan mencetak sejarah baru dengan meraih posisi nomor satu di tangga lagu Inggris untuk pertama kalinya sejak dirilis lebih dari 30 tahun lalu.

Perpaduan antara sepak bola dan musik kembali membuktikan kekuatannya. Ketika ribuan suporter menyanyikan lagu yang sama dengan penuh semangat, dampaknya tidak hanya terasa di tribun stadion, tetapi juga mampu mengubah peta industri musik dalam waktu singkat.

EDITOR: Banu Adikara