JawaPos.com – Polemik mengenai dugaan perlakuan istimewa terhadap Lionel Messi kembali menjadi sorotan sepanjang Piala Dunia 2026. Sejumlah keputusan wasit dan kebijakan FIFA memicu kritik dari berbagai kalangan, mulai dari mantan pemain, pelatih, hingga pengamat sepak bola dunia.
Berikut 4 kejanggalan yang menjadi dasar munculnya anggapan bahwa Messi merupakan “anak emas” FIFA selama turnamen berlangsung, seperti dilansir dari laman Fox Sports pada Rabu (8/7).
1. Messi Lolos dari Hukuman Kartu Merah saat Melawan Aljazair
Lionel Messi menjadi sorotan setelah melakukan tekel keras terhadap kapten Aljazair, Aissa Mandi, pada laga fase grup. Sejumlah mantan pemain dan analis menilai pelanggaran tersebut layak diganjar kartu merah, tetapi wasit tidak memberikan kartu kuning maupun kartu merah kepada Messi. Keputusan itu memicu protes resmi dari Aljazair dan memunculkan tudingan adanya standar ganda dalam penerapan aturan pertandingan.
2. Keputusan Wasit pada Laga Argentina Kontra Mesir Menuai Kritik
Kontroversi kembali muncul ketika Argentina menghadapi Mesir pada babak 16 besar. Gol penting Mesir dianulir setelah tinjauan VAR dengan alasan terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya gol sehingga memicu protes keras dari pemain dan pelatih Mesir. Mereka menilai keputusan tersebut menguntungkan Argentina dan mempertanyakan independensi perangkat pertandingan.
3. Penunjukan Perangkat Wasit Asal Argentina Memicu Kecurigaan
Sorotan juga mengarah pada penunjukan perangkat pertandingan dalam laga perempat final Prancis melawan Maroko. Pertandingan tersebut dipimpin wasit utama asal Argentina dengan mayoritas ofisial pertandingan juga berasal dari negara yang sama. Kondisi tersebut memunculkan kritik karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan di tengah masih bertahannya Argentina dalam persaingan gelar.
4. Muncul Dugaan FIFA Berupaya Menjaga Argentina dan Messi Tetap Bertahan
Sejumlah pelatih, pemain, dan pengamat sepak bola secara terbuka mempertanyakan berbagai keputusan kontroversial yang dinilai selalu berpihak kepada Argentina. Mereka menilai rentetan keputusan tersebut memperkuat anggapan bahwa FIFA ingin mempertahankan sang juara bertahan dan memastikan Messi tetap menjadi pusat perhatian turnamen. Dugaan tersebut semakin berkembang seiring munculnya berbagai kontroversi pada setiap pertandingan Argentina.
***