← Beranda
Bruno Fernandes Bongkar Kesalahan yang Buat Timnas Portugal Kalah dari Spanyol
Antonius Oskarianto AdurRabu, 8 Juli 2026 | 05.37 WIB
Gelandang timnas Portugal Bruno Fernandes. (Dok. Bruno Fernandes)

 

JawaPos.com - Bruno Fernandes mengungkapkan kesalahan tim nasional Portugal saat kalah dari Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Laga yang berakhir dengan skor 0-1 tersebut dimainkan di AT&T Stadium, Selasa (7/7).

Setelah pertandingan, Bruno Fernandes mengungkapkan perasaannya setelah kalah dari Spanyol. Dia mengaku sedih karena target Timnas Portugal adalah memenangkan Piala Dunia 2026.

"Tentu saja kami sedih. Kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu memenangkan gelar, dan sayangnya kami tidak berada dalam performa terbaik," kata Bruno Fernandes kepada FIFA yang dikutip dari Fil Goal, Selasa (7/7).

Baca Juga: Disingkirkan Spanyol dari Piala Dunia 2026, Diogo Costa: Portugal Kurang Beruntung!

Menurut kapten Manchester United tersebut, timnas Portugal bermain lebih baik di babak pertama. Namun di babak kedua, mereka terlambat bertahan yang membuat Mikel Merino mencetak gol untuk Spanyol di menit 90+1.

"Saya pikir kami bermain lebih baik di babak pertama hari ini, tetapi di babak kedua kami melakukan kesalahan yang sama yaitu terlambat bertahan di lapangan, yang menyebabkan kami memberikan bola kepada mereka. Ketika itu terjadi, Anda akan kebobolan gol cepat atau lambat, dan kami mengucapkan selamat kepada Spanyol, mereka memiliki pemain-pemain yang luar biasa," ujar Bruno.

Baca Juga: Dipecundangi Spanyol, Ruben Dias: Portugal Harusnya Menang!

Penyesalan pemain 31 tahun tersebut adalah timnas Portugal tidak bermain seperti di babak pertama. Menurut Bruno, jika hal tersebut bisa dipertahankan hasil pertandingan bisa berbeda.

"Saya pikir jika kami bermain dengan gaya yang sama seperti di babak pertama, kami bisa meraih hasil yang lebih baik," pungkas Bruno Fernandes.

Bermain sebagai gelandang, Bruno hanya mampu melepaskan dua dari lima umpan silang akurat. Sementara untuk bola lambungnya hanya sukses dalam empat percobaan.

EDITOR: Banu Adikara