← Beranda
Carlo Ancelotti Siapkan Reformasi Timnas Brasil, Staf Pelatih Berubah dan Regenerasi Disiapkan Menuju Piala Dunia 2030
Andre Rizal HanafiSelasa, 7 Juli 2026 | 17.28 WIB
Carlo Ancelotti tetap sertakan Neymar ke skuad Piala Dunia 2026. (@BrasilEdition/X)

 

JawaPos.com - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mulai menyusun rencana jangka panjang untuk membangun kembali kekuatan Selecao setelah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. 

Meski fokus utama saat ini masih tertuju pada turnamen di Amerika Utara, federasi sepak bola Brasil disebut telah memberikan dukungan penuh kepada Ancelotti untuk menyiapkan fondasi tim hingga siklus Piala Dunia 2030.

Ancelotti dikabarkan mendapat jaminan untuk tetap memimpin Brasil hingga 2030. Namun, perubahan tidak hanya akan terjadi di dalam skuad pemain, melainkan juga pada jajaran staf kepelatihan yang selama ini mendampinginya.

Baca Juga: Cafu Buka Suara Setelah Brasil Kalah dari Norwegia, Sebut Liga Inggris Bisa Hambat Mimpi Samba Juara Dunia

Salah satu perubahan terbesar adalah kepergian Davide Ancelotti. Putra Carlo Ancelotti tersebut disebut akan memulai karier sebagai pelatih kepala Lille di Prancis sehingga tidak lagi bertugas sebagai asisten pelatih Timnas Brasil.

Selain Davide, posisi pelatih kiper Claudio Taffarel juga disebut sedang dievaluasi. Dalam beberapa waktu terakhir muncul kritik internal terkait minimnya regenerasi di sektor penjaga gawang. 

Brasil dinilai terlalu lama mempertahankan nama-nama yang sama tanpa memberi kesempatan lebih luas kepada kiper muda.

Baca Juga: Bukan Kekurangan Striker Hebat, Ini Posisi yang Dinilai Jadi Penyebab Permainan Brasil Sulit Menyatu

Perubahan staf pelatih berjalan seiring dengan rencana regenerasi skuad. Sejumlah pemain senior diperkirakan tidak lagi menjadi bagian Timnas Brasil pada Piala Dunia berikutnya setelah edisi 2026.

Nama-nama seperti Casemiro, Marquinhos, Danilo, Alex Sandro, Neymar, hingga Alisson diprediksi akan mengakhiri perjalanan mereka bersama Selecao sebelum memasuki siklus menuju 2030. 

Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tim yang lebih segar dengan komposisi pemain muda.

Ancelotti bersama tim pencari bakat kini mulai memantau sejumlah talenta yang dinilai layak menjadi tulang punggung Brasil pada masa depan. Bek kiri Kaiki Bruno menjadi salah satu pemain yang masuk dalam perhatian setelah tampil menjanjikan di level klub.

Selain itu, bek tengah Vitor Reis yang akan bermain Manchester City setelah masa peminjaman di FC Girona berkahir terus dipantau oleh Ancelotti. 

Pemain berusia 20 tahun tersebut sudah sempat masuk daftar pra-pemanggilan dan diproyeksikan mendapat kesempatan lebih banyak dalam laga-laga internasional berikutnya.

Baca Juga: Marquinhos Tidak Percaya Brasil Tumbang di Tangan Norwegia, Utarakan Harapan untuk Tim Samba Masa Depan

Nama lain yang mulai mencuri perhatian adalah Rayan. Penyerang berusia 19 tahun itu awalnya hanya dipersiapkan sebagai bagian dari proyek jangka panjang. 

Namun, performanya dalam sesi latihan dan pertandingan persahabatan membuat Ancelotti mempercepat proses adaptasinya sehingga berpeluang masuk skuad Piala Dunia 2026.

Situasi serupa juga dialami Endrick yang lebih dulu mendapatkan kepercayaan meski masih berusia muda. Kehadirannya menjadi simbol dimulainya regenerasi lini depan Brasil.

Baca Juga: Erling Haaland Tak Sangka Norwegia Bisa Tumbangkan Brasil di Piala Dunia 2026

Sementara itu, bek tengah Natan yang kini memperkuat Real Betis juga disebut masuk dalam radar Ancelotti. Pemain berusia 25 tahun tersebut dinilai telah menunjukkan perkembangan signifikan sejak meninggalkan Flamengo dan Red Bull Bragantino.

Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman Ancelotti, Brasil berharap proses regenerasi dapat berjalan lebih mulus. 

Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga daya saing Selecao pada Piala Dunia 2026, tetapi juga membentuk fondasi tim yang lebih kuat untuk bersaing di Piala Dunia 2030.

EDITOR: Edi Yulianto