← Beranda
Momen Panas Bernardo Silva vs Rodri Jadi Sorotan Usai Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiSelasa, 7 Juli 2026 | 14.29 WIB
Bernardo Silva dan Rodri terlibat adu mulut. (FIFA)

 

JawaPos.com - Laga klasik Portugal kontra Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan lebih dari sekadar persaingan dua negara bertetangga.

Di penghujung pertandingan, sorotan justru tertuju pada momen memanas antara Bernardo Silva dan Rodri, dua gelandang yang pernah menjadi rekan setim di Manchester City.

Pertandingan yang berlangsung ketat itu akhirnya dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 1-0.

Hasil tersebut memastikan langkah La Furia Roja ke perempat final sekaligus mengakhiri perjalanan Portugal di turnamen.

Baca Juga: Tangis Cristiano Ronaldo Warnai Kekalahan Portugal dari Spanyol, Mimpi Juara Piala Dunia Resmi Berakhir

Namun, sebelum peluit panjang dibunyikan, terjadi insiden yang langsung menjadi pembicaraan para pencinta sepak bola.

Momen itu bermula ketika Portugal memperoleh peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir. Bernardo Silva berhasil menyambut umpan silang dengan sundulan, tetapi bola melayang tipis di atas mistar gawang Spanyol.

Alih-alih kembali fokus ke permainan, Rodri yang membela Spanyol terlihat merayakan kegagalan tersebut di depan Bernardo Silva.

Baca Juga: Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Lamine Yamal Beri Dukungan ke Cristiano Ronaldo Usai Laga

Gelandang berusia 30 tahun itu bahkan sempat menepuk kepala mantan rekan setimnya, sebuah gestur yang langsung memancing reaksi dari pemain Portugal tersebut.

Bernardo Silva tampak tidak terima. Ia menunjuk ke arah Rodri sambil melontarkan protes. Tayangan siaran langsung memperlihatkan keduanya saling bertukar kata sebelum akhirnya pemain lain datang untuk meredakan situasi.

Beruntung, ketegangan itu tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar. Beberapa saat kemudian wasit meniup peluit panjang yang mengakhiri pertandingan dengan kemenangan Spanyol.

Usai laga, Rodri memilih meredam polemik. Ia mengakui tindakannya dilakukan karena terbawa emosi pertandingan dan langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Bernardo Silva.

"Saya meminta maaf kepada Bernardo karena merayakan kegagalan peluangnya di akhir pertandingan. Itu adalah kesalahan saya," ujar Rodri kepada media setelah pertandingan.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Mikel Merino Bawa Spanyol Singkirkan Portugal

Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas karena hubungan keduanya selama ini dikenal sangat baik.

Bernardo Silva dan Rodri merupakan bagian penting dari era kejayaan Manchester City, di mana mereka bersama-sama membantu klub meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk beberapa trofi Liga Inggris.

Meski kini berada di kubu berbeda, rivalitas di atas lapangan rupanya membuat suasana pertandingan semakin emosional.

Apalagi laga Portugal kontra Spanyol selalu memiliki tensi tinggi karena mempertemukan dua rival tradisional di sepak bola Eropa.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Spanyol vs Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026: Rodri Tak Gentar Hadapi Tim Bertabur Bintang

Insiden tersebut juga ramai dibahas di media sosial. Banyak pendukung sepak bola mengaku terkejut melihat dua pemain yang biasanya akrab justru terlibat adu argumen.

Sebagian menilai aksi Rodri merupakan bentuk luapan emosi setelah Spanyol berhasil mempertahankan keunggulan, sementara lainnya menganggap gestur tersebut tidak perlu dilakukan kepada mantan rekan setimnya.

Di sisi lain, hasil pertandingan ini menjadi penutup yang pahit bagi Portugal. Kekalahan dari Spanyol sekaligus mengakhiri perjalanan Cristiano Ronaldo bersama tim nasional setelah sang kapten sebelumnya mengumumkan Piala Dunia 2026 menjadi turnamen internasional terakhir dalam kariernya.

Sementara itu, Spanyol berhak melaju ke babak perempat final dan akan menghadapi pemenang pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia. Dengan performa yang terus meningkat, tim asuhan Spanyol kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk melangkah lebih jauh dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026.

EDITOR: Edi Yulianto