← Beranda
Pelatih Paraguay Bantah Ejek Didier Deschamps Usai Disingkirkan Prancis di Piala Dunia 2026
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 6 Juli 2026 | 21.06 WIB
Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, membantah keras tuduhan bahwa dirinya atau stafnya melontarkan hinaan kepada pelatih Prancis, Didier Deschamps, usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Prancis memastikan tiket ke perempat final setelah menang tipis 1-0 berkat penalti Kylian Mbappe pada babak kedua. Laga yang berlangsung di Philadelphia itu berlangsung panas dengan banyak duel keras dan ketegangan di lapangan.

Deschamps sendiri baru kembali mendampingi Les Bleus setelah sempat meninggalkan tim pada fase grup akibat wafatnya sang ibu. Ia absen saat Prancis mengalahkan Norwegia 4-1, sebelum kemudian hadir saat menyingkirkan Paraguay.

Sepanjang pertandingan, Paraguay tampil sangat agresif demi mengganggu permainan Prancis. Mbappe menjadi sasaran utama, sementara Adrien Rabiot, Jules Kounde, dan Michael Olise juga beberapa kali menerima tekel keras.

Setelah pertandingan berakhir, Deschamps mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran hinaan dari bangku cadangan lawan.

"Saya bisa saja tidak menerima hinaan di bangku cadangan. Terutama beberapa di antaranya."

Baca Juga: Ogah Soroti Gaya Main Kotor Paraguay, Didier Deschamps Justru Heran Prancis yang Dihujani Kartu

Gustavo Alfaro Tegaskan Tidak Ada Penghinaan

Melansir Football365, dalam konferensi pers, Alfaro langsung membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, sepak bola tidak boleh sampai melewati batas rasa hormat antarsesama.

"Tidak, sama sekali tidak. Anda tidak bisa serendah itu dalam sepak bola. Tidak pernah. Saya kira Anda merujuk pada pertukaran kata-kata antar pemain selama pertandingan. Saya sangat menghormatinya dan sangat mengaguminya."

Alfaro mengakui memang sempat terjadi perdebatan selama pertandingan, terutama terkait keputusan VAR, tetapi ia memastikan tidak ada penghinaan yang ditujukan kepada Deschamps.

"Ya, memang ada beberapa perselisihan, terutama mengenai VAR. Beberapa orang meminta penalti, yang lain tidak. Tapi, jujur saja, saya belum pernah mendengar penghinaan seperti itu. Dan mengenal staf saya, saya yakin tidak satu pun dari mereka akan berperilaku seperti itu."

Ia juga menegaskan tidak akan meminta maaf atas sesuatu yang menurutnya tidak pernah terjadi.

"Sepak bola bukanlah perang. Saya tidak akan meminta maaf atas sesuatu yang, sepengetahuan saya, tidak terjadi. Namun, saya sepenuhnya menentang perilaku seperti ini."

"Jika saya mendengar pernyataan seperti itu, saya akan langsung bereaksi. Itu tidak dapat diterima. Saya benar-benar menentangnya."

Alfaro bahkan mengungkapkan bahwa ia langsung menemui Deschamps setelah pertandingan untuk memberikan dukungan.

"Hal pertama yang saya lakukan setelah peluit akhir berbunyi adalah menemui Didier Deschamps. Saya mendoakan yang terbaik untuknya agar bisa mencapai final dan menjadi juara dunia."

"Saya sudah memberitahunya sebelum pertandingan: dia memiliki tim yang fantastis."

Baca Juga: Kecam Taktik Kotor Paraguay Jelang Penalti Mbappe, Joe Hart: Menjijikkan!

Wasit Kembali Jadi Sorotan

Laga Prancis kontra Paraguay juga diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit Ilgiz Tantashev asal Uzbekistan.

Wasit tersebut mendapat kritik karena memberikan tiga kartu kuning kepada pemain Prancis, tetapi tidak mengeluarkan satu pun kartu untuk Paraguay meski tim Amerika Selatan itu berkali-kali melakukan pelanggaran keras.

Beberapa insiden juga menjadi sorotan, termasuk tekel Gustavo Velazquez terhadap Mbappe yang tidak berujung hukuman, serta benturan Matias Galarza terhadap Mbappe dan Jules Kounde yang juga luput dari sanksi.

Setelah melewati hadangan Paraguay, Prancis kini bersiap menghadapi Maroko pada babak perempat final yang akan berlangsung di Boston.

EDITOR: Banu Adikara