JawaPos.com - Paraguay memang sukses menyulitkan Prancis sepanjang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, cara yang mereka gunakan justru menuai kritik tajam, termasuk dari mantan kiper Inggris, Joe Hart.
Prancis akhirnya memastikan tiket ke perempat final usai menang tipis 1-0 berkat gol penalti Kylian Mbappe pada menit ke-70 di Philadelphia. Les Bleus kini bersiap menghadapi Maroko yang sebelumnya menyingkirkan Kanada.
Sepanjang pertandingan, Paraguay tampil sangat agresif. Strategi mereka jelas: mengganggu ritme permainan Prancis lewat duel fisik dan provokasi.
Mbappe menjadi sasaran utama. Penyerang Prancis itu beberapa kali mendapat tekel keras, termasuk saat tulang keringnya ditendang bek Paraguay, Junior Alonso, yang terjatuh di lapangan pada babak kedua.
Meski tensi pertandingan terus memanas, para pemain Prancis berhasil menjaga emosi hingga peluit panjang berbunyi. Mereka kemudian merayakan kemenangan bersama para pendukungnya.
Yang membuat banyak pihak heran, Paraguay melakukan 13 pelanggaran sepanjang pertandingan, tetapi wasit Ilgiz Tantashev tidak mengeluarkan satu pun kartu kuning untuk tim Amerika Selatan tersebut.
Baca Juga: Michael Olise Pimpin Daftar Assist Terbanyak di Piala Dunia 2026
Joe Hart Soroti Aksi Tak Sportif Jelang Penalti Mbappe
Melansir Sport Bible, Joe Hart, yang bertugas sebagai komentator BBC Sport, menyoroti satu insiden yang menurutnya sangat memalukan.
Sesaat sebelum Mbappe mengambil penalti, bek Paraguay Gustavo Velazquez terlihat menginjak-injak titik penalti. Sayangnya, wasit sedang membelakangi lokasi kejadian karena berbicara dengan pemain lain sehingga aksi tersebut luput dari pengamatan.
Insiden itu juga tidak bisa ditindak VAR karena bukan termasuk pelanggaran yang dapat menghasilkan kartu kuning melalui tinjauan video.
"Jujur saja... jika saya Gill [kiper Paraguay], saya tidak peduli apakah itu pemain saya sendiri, saya akan merobek bajunya. Bukan seperti itu cara saya ingin bermain. Menjijikkan."
"Saya sangat senang dia [Mbappe, dengan penalti] berhasil menjegal lawan dan mencetak gol ini."
Hart juga memuji sikap Mbappe yang dinilainya tetap tenang meski terus menjadi target provokasi.
"Saya suka bagaimana Mbappe bersikap dalam pertandingan ini. Para pemain Paraguay langsung menyerangnya sejak menit pertama. Ketika dia menertawakan para pemain... dia boleh bersikap arogan."
"Para pemain Paraguay benar-benar memalukan. Jika mereka berada di tim saya, saya akan menyeret mereka keluar lapangan."
"Saya tidak akan pernah ingin menang dengan cara seperti itu, saya tidak akan pernah ingin bermain sepak bola dengan cara seperti itu. Wasit sama sekali tidak membantu. Fakta bahwa tidak satu pun pemain Paraguay mendapat kartu kuning dalam 90 menit pertandingan benar-benar mencengangkan."
"Anda bisa memainkan sepak bola yang indah, Anda bisa mengoper bola dengan baik kepada lawan. Tetapi ketika Anda meraih kemenangan dengan susah payah sebagai sebuah tim dan mendapatkan hasil seperti yang mereka raih malam ini, itu luar biasa."
Baca Juga: Legenda Paraguay Dikecam usai Diduga Lontarkan Komentar Rasis Jelang Laga Kontra Prancis
Thomas Hitzlsperger Ikut Mengecam
Komentar Hart mendapat dukungan dari mantan gelandang Jerman, Thomas Hitzlsperger, yang juga hadir di studio BBC.
Menurutnya, aksi pemain Paraguay di titik penalti menjadi momen yang membuatnya kehilangan simpati terhadap permainan mereka.
"Saat itulah mereka kehilangan kepercayaan saya, itu adalah momen terakhir. Berusaha merebut bola di titik penalti dan mencoba memanipulasinya. Itu benar-benar perilaku yang tidak sportif."
"Itulah mengapa saya sangat bersimpati kepada Kylian Mbappe. Kita semua menyukainya karena apa yang dia lakukan di lapangan."
"Mereka [Paraguay] sudah keterlaluan. Benar sekali. Mereka bermain sesuai kekuatan mereka hampir sepanjang waktu, dan kemudian pada titik tertentu mereka lolos dari hukuman. Wasit tidak pernah menghentikannya, sama sekali."
"Ketika mereka menyadari bahwa kartu kuning pertama diberikan kepada [Bradley Barcola dari Prancis], mereka pasti berpikir, 'Ini malam kita. Kita bisa terus bermain. Kita dilindungi oleh wasit'. Mereka terus bermain seperti itu."