JawaPos.com - Brasil secara mengejutkan kalah dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Legenda Persija Jakarta dan PSM Makassar, Luciano Leandro, mengkritik tajam performa Selecao - julukan Timnas Brasil.
Brasil menelan kekalahan dari Norwegia dengan skor tipis 1-2 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7). Hasil yang cukup mengejutkan, karena Selecao sejatinya sangat diunggulkan untuk memenangi laga tersebut.
Kekalahan ini turut menyita perhatian pencinta sepak bola dunia, tak terkecuali Leandro. Pria berpaspor Brasil itu menyebut bahwa Selecao kehilangan identitas, keberanian, dan esensi permainannya dalam pertandingan melawan Norwegia.
“Kekalahan Brasil dari Norwegia bukan hanya sekadar hasil buruk. Ini adalah gambaran tim yang kehilangan identitas, kehilangan keberanian, dan jauh dari esensi sepak bola Brasil yang sesungguhnya. Brasil bermain dengan rasa takut, terlalu bertahan, dan hampir hanya mengandalkan serangan balik,” tulis Leandro dalam instagram pribadinya, Senin (6/7/2026).
Menganalisis pertandingan tersebut, Leandro menilai Brasil tampil buruk karena tidak memainkan sepak bola menyerang. Norwegia, yang merupakan tim kuda hitam justru menunjukkan mental bertanding yang lebih kuat ketimbang Selecao yang sudah kenyang pengalaman di Piala Dunia.
“Selama puluhan tahun, sepak bola Brasil dikenal dunia karena kreativitas, penguasaan bola, improvisasi, dan permainan menyerang yang indah. Namun melawan Norwegia, yang terlihat justru tim yang terlalu pasif, mundur ke belakang, dan bermain seperti “retranca” ala sepak bola Italia klasik,” tutur Leandro.
Baca Juga: Cerita Sedih Suporter Brasil Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
“Norwegia mengendalikan pertandingan secara mental, bermain lebih agresif, lebih intens, dan sangat efektif memanfaatkan ruang yang diberikan Brasil. Sementara Brasil kehilangan inisiatif permainan dan tidak mampu menunjukkan karakter sepak bola menyerang yang selama ini menjadi identitas mereka,” tambahnya.
Lebih jauh, Leandro mengungkapkan penampilan Brasil melawan Norwegia jauh dari ekspektasi. Cara bermain tim asuhan Carlo Ancelotti itu tidak memperlihatkan karakter yang selama puluhan tahun membuat Selecao disegani di panggung sepak bola dunia.
“Hal yang paling mengkhawatirkan bukan hanya kekalahan, tetapi bagaimana Timnas Brasil terlihat kehilangan kepribadiannya di lapangan. Suporter Brasil bisa menerima kekalahan jika tim menunjukkan keberanian, semangat, dan identitas permainan. Namun kali ini, Brasil terlihat ragu-ragu, minim kreativitas di lini tengah, dan terlalu bergantung pada serangan cepat sesaat,” terang Leandro.
“Sementara Norwegia bermain penuh percaya diri dan organisasi yang kuat, Brasil justru terlihat bermain agar tidak kalah. Dan ketika Brasil bermain dengan rasa takut, mereka kehilangan hal yang selama ini membuat mereka berbeda dari dunia: keberanian dan sepak bola indah mereka,” pungkasnya.
Kekalahan ini praktis membuat Brasil gagal melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Sementara Norwegia mencetak sejarah untuk pertama kalinya melangkah jauh hingga delapan besar selama keikutsertaannya di pentas dunia tersebut.
Norwegia akan melawan Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026. The Three Lions -julukan Timnas Inggris- melangkah ke babak tersebut setelah menyingkirkan Meksiko dengan skor 3-2.