← Beranda
FIFA Tangguhkan Sanksi Falorin Balogun, Pelatih Belgia Marah: Ini Seperti April Mop!
Muhammad Imaduddin Suria SaputraSenin, 6 Juli 2026 | 19.07 WIB
Caption: Striker Amerika Serikat, Falorin Balogun mendapat penangguhan hukuman dari FIFA dan membuat pelatih Belgia Rudi Garcia sebut seperti April Mop (instagram.com/@balogun)

 

JawaPos.com - Pelatih Belgia, Rudi Garcia berang dengan keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, dengan menyebut kondisi tersebut seperti April Mop.

Jelang laga 16 besar antara tuan rumah Amerika Serikat vs Belgia, keputusan kontroversial dibuat oleh FIFA dengan 'mempersilahkan' Folarin Balogun bermain di babak perdelapan final meski menerima kartu merah saat melawan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar.

"Berita Terkini: Folarin Balogun akan tersedia untuk bermain dalam pertandingan babak 16 besar AS melawan Belgia pada hari Senin, demikian diumumkan FIFA. Komite Disiplin FIFA telah menangguhkan kartu merah yang diberikan kepada striker AS tersebut selama kemenangan mereka di babak 32 besar atas Bosnia dan Herzegovina," tulis ESPN.

Baca Juga: Michael Olise Pimpin Daftar Assist Terbanyak di Piala Dunia 2026

Mengutip dari jurnalis Jacobs Ben, keputusan tersebut diduga terjadi karena pihak Pemerintah Amerika Serikat melakukan panggilan langsung kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Namun pihak Gedung Putih membantah keterlibatan terhadap perubahan keputusan yang terjadi.

"EKSKLUSIF: Gedung Putih disebut melakukan panggilan langsung kepada FIFA dan meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meninjau kembali kartu merah Folarin Balogun. FIFA menolak berkomentar lebih lanjut dan merujuk pada keputusan komite independennya. Sumber di FIFA juga menegaskan bahwa intervensi Gedung Putih tidak memengaruhi hasil akhir karena keputusan diambil berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA dan kewenangan penuh panel disiplin independen," tulis akun X @JacobsBen.

Menanggapi hal tersebut, pelatih Belgia Rudi Garcia nampak kesal dengan mengatakan waktu keputusan tersebut dibuat yakni tanggal 5 Juli seolah seperti April Mop.

Baca Juga: Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Menepis Stigma Redupnya Generasi Setan Merah

“Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia, tanggal 5 Juli ternyata adalah 1 April. Ini seperti April Mop. Kami bukan sedang membela tim nasional atau federasi. Kami sedang membela sepak bola,” ucap Garcia dikutip dari The Athletic Football.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Belgia juga sudah mengeluarkan rilis resmi terkait keputusan yang menguntungkan calon lawan tim nasional mereka di babak 16 besar.

“Asosiasi Sepak Bola Belgia Raja (RBFA) kagum dengan keputusan FIFA untuk menyatakan pemain Amerika Serikat Folarin Balogun yang ditangguhkan berhak bermain dalam pertandingan Amerika Serikat-Belgia pada hari Senin, 6 Juli pukul 17.00 (waktu Seattle).

FIFA berdasarkan Artikel 27 dari Kode Disiplin FIFA. Provisi ini menyatakan bahwa Komite Disiplin FIFA dapat memutuskan untuk menangguhkan penegakan sanksi disiplin sebelumnya. Namun, Artikel 66.4 dari Kode Disiplin FIFA 2026 jelas menyatakan bahwa kartu merah (pengusiran) secara otomatis menyebabkan penangguhan untuk pertandingan berikutnya tim, seperti yang terjadi pada semua kartu merah sebelumnya yang dikeluarkan selama FIFA World Cup 2026.

Selain itu, dan tanpa mengira apa pun, keputusan tersebut berada dalam kontradiksi langsung dengan prosedur Kompetisi FIFA World Cup 2026, seperti yang tertulis di Artikel 10.5: Jika seorang pemain atau pejabat tim dikenai pengusiran karena kartu merah (peringatan kedua), mereka secara otomatis akan ditangguhkan dari pertandingan tim mereka. Selain itu, penangguhan lainnya mungkin dikenakan. Sifat otomatis dari penangguhan tersebut juga secara eksplisit dikonfirmasi kembali dalam FIFA World Cup 2026 Circular No. 16, yang dikeluarkan kepada semua asosiasi anggota yang berpartisipasi pada 12 Mei 2026.

Hukum yang sama diterbitkan pada setiap pertemuan koordinasi pertandingan FIFA World Cup 2026 sebelum setiap pertandingan dan disertai dalam semua presentasi workshop FIFA World Cup 2026. Untuk menjaga hak-hak sah semua tim yang berpartisipasi dan untuk melindungi prinsip-prinsip dasar permainan yang adil dalam olahraga kita, baik di FIFA World Cup 2026 maupun di edisi berikutnya, RBFA sedang menyelidiki semua opsi yang mungkin muncul," tulis RBFA.

EDITOR: Banu Adikara