JawaPos.com - Pertandingan 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Norwegia di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (6/7) pukul 03.00 WIB, adalah kontes gol antara Erling Braut Haaland dan Vinicius Jr.
Tetapi sebenarnya produktivitas Haaland masih di atas Vinicius. Haaland sudah mencetak lima gol, sedangkan Vinicius mencetak empat gol. Meski begitu Vinicius mengungguli Halaand dalam peluang gol; 15 berbanding 13. Kedua pemain bersaing ketat menjadi pemain paling subur walau kinerja Haaland musim ini lebih baik ketimbang Vinicius.
Haaland memasukkan 35 gol untuk Manchester City, Vinicius menyumbangkan 21 gol bagi Real Madrid. Jika Vinicius cuma mencetak dua gol dari 18 laga kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan, maka Haaland mencetak 16 gol dari delapan pertandingan kualifikasi zona Eropa.
Tetap saja kontes adu subur antara kedua pemain itu dalam pertemuan kedua Brasil dengan Norwegia setelah Piala Dunia 1998 ketika Brasil kalah 1-2, menarik untuk diikuti.
Tapi pertandingan di MetLife Stadium itu juga sarat duel-duel individual menarik lain, khususnya berkaitan dengan Liga Premier, di mana masing-masing tujuh pemain kedua tim bermain di liga ini.
Di antara yang paling menarik adalah duel Haaland dengan bek tengah Gabriel Magalhaes, dan Casemiro melawan Martin Odegaard.
Haaland sudah delapan kali berduel dengan Gabriel dalam kompetisi Liga Inggris dari 2023 sampai 2026. Dari delapan pertemuan itu, Haaland masih bisa mencetak enam gol dan 2 assist walau ditempel ketat oleh Gabriel. Haaland menang tiga kali bersama City, Gabriel menang dua kali bersama Arsenal.
Duel lain terjadi di lapangan tengah ketika playmaker Martin Odegaard, bertemu jenderal lapangan tengah Brasil, Casemiro. Odegaard sudah memberikan tiga assist untuk Norwegia, selain menjadi pemain Norwegia yang paling sering membuka ruang serang, menerima umpan dan melakukan pressing.
Sedangkan Casemiro menjadi pemain yang sering menjadi penyelamat tim, seperti saat Brasil mengalahkan Jepang pada 32 besar. Casemiro dan Odegaard sudah tujuh kali berhadapan. Sekali ketika Real Sociedad bertemu Real Madrid dan enam kali ketika Arsenal bertemu Manchester United di Liga Inggris. Bentrok mereka di level klub bakal menjalar ke pertandingan 16 besar Piala Dunia ini.
Keunggulan sekaligus kelemahan
Sulit memprediksi siapa yang lebih baik kecuali statistik lama menjadi rujukan untuk mengukur perbedaan kelas di antara mereka.
Tapi jika situasi terkini yang menjadi patokan, level Norwegia tak terlalu jauh dari Brasil, meski dari peringkat FIFA sangat senjang. Brasil di peringkat 5, Norwegia di 21. Kesenjangan itu bisa dilihat dari produktivitas gol mereka. Norwegia sudah mencetak 10 gol, Brasil 9 gol.
Walau Norwegia kalah telak 1-4 dari Prancis, laga itu sudah tak lagi melibatkan 11 pemain inti Norwegia yang melumat Irak dan Senegal di fase grup, dan lalu Pantai Gading pada 32 besar.
Separo dari jumlah gol Norwegia itu dicetak oleh Haaaland. Rata-rata gol Haaland di Piala Dunia adalah 1,25 gol, sedangkan Vinicius rata-rata 1 gol.
Haaland diprediksi akan mencetak gol lagi ke gawang Brasil, karena punya asisten-asisten kreatif yang membuatnya bisa mencetak dalam keadaan apa pun dan tetap bisa memenangkan duel. Gabriel, dan Marquinhos sekaligus. Marquinhos pernah duel dengan Haaland ketika City berhadapan dengan Paris Saint Germain di Liga Champions.
Mungkin Haaland akan sesukses itu, tetapi Stale Solbakken yang melatih Norwegia harus tahu bahwa delapan gol yang bersarang ke gawang Orjan Nyland selama Piala Dunia ini, adalah kabar baik bagi Marquinhos cs karena bisa menciptakan skenario bahwa elemen-elemen serangan Tim Samba akan mudah membobol gawang Norwegia.
Solbakken harus lebih rapat lagi di tengah dan belakang, karena Norwegia bakal menghadapi gelombang serangan dari Brasil. Walau Haaland mungkin lebih hebat dari para penyerang yang dimiliki Brasil, tim berjuluk Viking itu tak punya stok pemain haus gol sebanyak yang dimiliki tim asuhan Carlo Ancelotti.
Baca Juga: Cetak Brace, Vinicius Junior Akui Permainannya Makin Berkembang bersama Timnas Brasil
Selain Vinicius, Brasil masih punya Matheus Cunha, Neymar, Endrick, Gabriel Martinell, Rayan, Igor Thiago, dan Raphina, sedangkan Norwegia hanya punya Haaland, Alexander Sorloth, dan Jorgen Strand Larsen.
Ketergantungan Norwegia kepada Haaland adalah senjata utama Solbakken, tapi juga kelemahan terbesar Norwegia. Menjadi kelemahan karena jika pasokan bola kepada striker tinggi besar nan cepat ini dirusak, maka serangan tim asal Skandinavia itu akan tersendat. Kendati demikian, patut juga diingat bahwa Haaland tak butuh banyak peluang untuk menciptakan gol. Lengah sedikit saja, gawang Brasil bisa dihukum! (*)