JawaPos.com — Kiper Spanyol Unai Simon mencetak sejarah saat membawa timnya mengalahkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Hasil itu membuat penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut mencatat 519 menit tanpa kebobolan, memecahkan rekor legenda Italia Walter Zenga sekaligus mempertegas kekuatan lini pertahanan La Roja di turnamen ini.
Bagaimana Unai Simon Memecahkan Rekor Walter Zenga?
Unai Simon resmi menjadi pemegang rekor baru clean sheet terpanjang dalam sejarah Piala Dunia setelah mencatat 519 menit tanpa kebobolan.
Rekor itu tercipta usai Spanyol menang meyakinkan 3-0 atas Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Rekor sebelumnya dipegang Walter Zenga, mantan kiper Italia yang mencatat 518 menit tanpa kebobolan pada Piala Dunia 1990.
Kini, Simon berhasil melewati pencapaian tersebut sekaligus menorehkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia.
Gol terakhir yang bersarang ke gawang Simon terjadi pada 1 Desember 2022 ketika Jepang mencetak gol melalui Ao Tanaka pada fase grup Piala Dunia Qatar 2022.
Setelah momen itu, gawangnya tidak lagi berhasil ditembus lawan dalam pertandingan Piala Dunia.
Rangkaian rekor tersebut terdiri atas 39 menit terakhir melawan Jepang, kemudian 120 menit saat menghadapi Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2022, ditambah empat pertandingan yang sudah dijalani Spanyol di Piala Dunia 2026.
Apa Kata Unai Simon soal Rekor Bersejarah Itu?
Meski mencatat sejarah besar, Unai Simon memilih merendahkan pencapaiannya. Ia menilai rekor tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari permainan kolektif seluruh tim Spanyol.
Baca Juga: Bintang Baru Real Madrid Menggila! Marc Cucurella jadi Dalang 3 Gol Spanyol Saat Hancurkan Austria
"Mereka hanya angka, sejujurnya. Saya juga tidak melakukan terlalu banyak. Jika melihat tiga pertandingan fase grup dan pertandingan hari ini, lawan hanya memiliki tujuh atau delapan tembakan tepat sasaran. Itu pun bukan peluang yang benar-benar berbahaya," ujar Simon.
Kiper Athletic Bilbao tersebut menegaskan penghargaan atas rekor itu juga layak diberikan kepada seluruh pemain yang bekerja keras menjaga pertahanan.
Baca Juga: Mikel Oyarzabal Gacor! Bintang Spanyol Ramaikan Perburuan Golden Boot Piala Dunia 2026
Menurutnya, tekanan yang dilakukan sejak lini depan menjadi faktor utama yang membuat pertahanan Spanyol begitu sulit ditembus.
"Pengakuan ini memang diberikan kepada penjaga gawang dan lini belakang berdasarkan statistik, tetapi kami juga harus melihat bagaimana tekanan luar biasa dilakukan tim ini. Dari Mikel Oyarzabal hingga saya sendiri. Seluruh pemain inti maupun pemain cadangan menjalankan tugas bertahan dengan sangat penting," lanjut Simon.
Pertahanan Solid Jadi Senjata Utama Spanyol
Simon percaya fondasi utama kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2026 terletak pada disiplin bertahan. Ia mengingatkan keberhasilan negaranya menjuarai Piala Dunia 2010 juga dibangun dari kekuatan organisasi pertahanan.
"Itulah kuncinya. Kami sudah tahu bahwa kami memenangkan Piala Dunia di Afrika Selatan dengan cara seperti itu. Kami harus tetap sangat solid dalam bertahan dan kami yakin bisa terus berjalan di jalur tersebut," kata Simon.
Ucapan Simon bukan tanpa alasan.
Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Spanyol selalu menang dengan skor tipis pada fase gugur sekaligus mencatat clean sheet di setiap pertandingan menuju gelar juara dunia pertama dalam sejarah mereka.
La Roja mengalahkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar, kemudian menundukkan Paraguay 1-0 di perempat final.
Setelah itu, sundulan Carles Puyol membawa Spanyol mengalahkan Jerman 1-0 di semifinal sebelum Andres Iniesta mencetak gol kemenangan atas Belanda pada babak tambahan di partai final.
Bisakah Spanyol Mengulang Kesuksesan Piala Dunia 2010?
Penampilan Spanyol sejauh Piala Dunia 2026 menunjukkan banyak kemiripan dengan perjalanan mereka saat menjadi juara dunia pada 2010.
Baca Juga: Hasil Spanyol vs Austria 3-0 di Piala Dunia 2026: Oyarzabal Borong 2 Gol, La Roja Melaju ke 16 Besar
Pertahanan disiplin, organisasi permainan yang rapi, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi kekuatan utama tim asuhan mereka di turnamen kali ini.
Rekor 519 menit tanpa kebobolan semakin mempertegas status Spanyol sebagai salah satu kandidat terkuat peraih trofi Piala Dunia 2026.
Jika mampu mempertahankan konsistensi lini belakang sekaligus menjaga efektivitas serangan, peluang La Roja mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya terbuka sangat lebar.
Keberhasilan Unai Simon memecahkan rekor Walter Zenga juga menjadi simbol keberhasilan sistem permainan Spanyol.
Bukan hanya kualitas seorang penjaga gawang, tetapi kerja sama seluruh tim yang membuat mereka tampil begitu sulit ditembus sepanjang turnamen.
Dengan fase gugur yang semakin berat, tantangan berikutnya tentu akan menguji apakah rekor Simon masih bisa terus bertambah.
Namun, satu hal sudah pasti, namanya kini resmi tercatat sebagai pemilik rekor clean sheet terpanjang dalam sejarah Piala Dunia.