JawaPos.com - Persaingan perebutan gelar top skor Piala Dunia 2026 semakin memanas. Di tengah ketatnya perlombaan tersebut, pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan pujian unik kepada para penyerang terbaik dunia.
Tuchel menyebut Harry Kane, Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Erling Haaland sebagai "hiu" karena memiliki naluri luar biasa dalam mencetak gol.
Dua gol Kane saat membawa Inggris menang dramatis 2-1 atas Kongo DR membuat sang kapten kini mengoleksi lima gol di turnamen ini. Jumlah tersebut menyamai torehan Haaland, hanya terpaut satu gol dari Messi dan Mbappe yang masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara.
Messi sendiri kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 19 gol, unggul satu gol atas Mbappe. Sementara itu, Kane juga menorehkan catatan istimewa setelah melewati torehan legenda Brasil, Pelé, dengan total 13 gol di ajang Piala Dunia.
Melansir ESPN, saat ditanya apakah keempat striker itu memiliki kesamaan, Tuchel memberikan jawaban yang menarik.
"Mereka semua seperti hiu. Jika mereka mencium bau darah, mereka akan datang dan mencetak gol."
Ia juga menggambarkan bagaimana para penyerang elite tersebut saling memacu untuk terus menambah koleksi gol.
"Para pemain besar di Piala Dunia ini, apakah mereka saling mengamati, lalu mereka berkata 'tidak, bukan aku' lalu aku mencetak gol, lalu aku melakukan hat-trick, dan kemudian kalian bertanya 'apa yang terjadi?' Maksudku, gila."
Tuchel Puji Ketajaman Harry Kane
Secara khusus, Tuchel memberikan apresiasi tinggi kepada Kane yang kembali menjadi pembeda saat Inggris berada dalam situasi sulit.
"[Kane] sangat, sangat bagus. Dia kapten kami, dia pemimpin kami, dan menentukan hasil pertandingan sepak bola dengan penyelesaian yang luar biasa hari ini, dua kali. Gol kedua benar-benar brilian, dan saya senang dia [pemain kami]."
Inggris sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Brian Cipenga. Meski mendominasi jalannya pertandingan dengan 16 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang, The Three Lions baru bisa menyamakan skor melalui Kane pada menit ke-75.
Penyerang Bayern Munich itu kemudian memastikan kemenangan lewat gol spektakuler pada menit ke-86 yang mengantar Inggris melaju ke babak 16 besar.
Mental Inggris Dinilai Semakin Kuat
Inggris selama ini kerap dianggap terbebani ekspektasi besar untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar Piala Dunia. Namun menurut Tuchel, timnya justru menunjukkan karakter yang berbeda saat menghadapi Kongo DR.
"100%. Saya tidak melihat hal itu hari ini dan akan sangat mudah untuk melihatnya. Akan sangat mudah untuk menyerah dan menerima narasi itu dan itu adalah pertanda yang sangat, sangat baik."
Kemenangan tersebut juga menjadi catatan bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak final Piala Dunia 1966 melawan Jerman Barat, Inggris berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu dalam pertandingan Piala Dunia.
Tuchel menilai pencapaian itu menjadi bukti kuatnya mental para pemainnya.
"Itu pertanda baik. Terima kasih telah memberi tahu saya."
"Ini menunjukkan betapa besar tekad, keyakinan, dan fokus mereka. Ini sesuai dengan narasi saya bahwa saya tidak merasakan beban di pundak mereka."
"Saya merasa kami bermain dengan sikap yang tepat. Kami percaya pada semangat kami. Kami membawa energi dan semangat yang tepat ke stadion. Dan ke ruang ganti. Itulah poin penting dari pertandingan hari ini."