JawaPos.com - Kabar menyedihkan muncul setelah duel Inggris kontra RD Kongo dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pelatih RD Kongo, Sebastian Desabre, menerima kabar duka bahwa ayah tercintanya meninggal dunia selepas pertandingan tersebut.
RD Kongo harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Inggris. Pertandingan tersebut berlangsung di Atlanta Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) malam WIB.
Seperti biasa, para pelatih masing-masing tim melakukan sesi konferensi pers selepas pertandingan. Desabre yang saat itu hendak melakukan sesi konferensi pers justru mendapat berita duka.
Di tengah sesi, juru bicara skuad RD Kongo tiba-tiba menyampaikan kabar duka bahwa ayah Desabre meninggal dunia. Raut muka pelatih asal Prancis itu berubah terkejut saat mendengar kabar duka tersebut.
"Kami ingin mengumumkan bahwa pelatih [Sebastien Desabre] telah kehilangan ayahnya. Turut berduka cita,” ujar juru bicara RD Kongo dalam sesi konferensi pers.
Desabre menghela napas cukup dalam saat mengetahui kabar duka tersebut. Pelatih berusia 49 tahun itu hendak bergegas meninggalkan kursi jumpa pers yang didudukinya.
“Terima kasih,” jawab Desabre saat mendengar kabar duka tersebut.
Baca Juga: Kena Comeback Inggris 1-2, Pelatih RD Kongo Akui Timnya Dikalahkan oleh Kualitas Harry Kane
Desabre menjadi pelatih paling berjasa dalam sepak bola RD Kongo. Pelatih asal Prancis itu berhasil mengantarkan skuad The Leopards -julukan Timnas RD Kongo- kembali ke panggung dunia setelah terakhir kali pada 1974, di mana kala itu namanya masih Zaire.
RD Kongo tampil cukup memukau di Piala Dunia 2026. The Leopards lolos ke fase gugur lewat jalur peringkat ketiga terbaik setelah mengemas empat poin di Grup K, hasil dari kemenangan atas Uzbekistan (3-1), menahan imbang Portugal (1-1), dan kalah dari Kolombia (0-1).
RD Kongo bahkan nyaris membuat Inggris angkat koper dari ajang tersebut, karena mereka mampu unggul 1-0 hingga laga memasuki menit ke-70. Sayangnya, mereka harus kecolongan lewat dua gol Harry Kane pada menit ke-75 dan 86.
"Kami tentu kecewa karena benar-benar yakin bisa meraih kemenangan. Kami bermain dengan baik. Namun, menjelang akhir pertandingan kami memberikan dua peluang kepada lawan, dan salah satu pemain terbaik dunia berhasil mencetak dua gol ke gawang kami. Sangat disayangkan,” ujar Desabre, dipetik dari laman resmi FIFA.