← Beranda
Prediksi Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Pengalaman Granit Xhaka Jadi Senjata!
Banu AdikaraKamis, 2 Juli 2026 | 08.12 WIB
Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka. (Istimewa)

JawaPos.com - Swiss bersiap menghadapi Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan membawa modal performa konsisten sepanjang fase grup.

Kapten sekaligus motor lini tengah Swiss, Granit Xhaka diharapkan mampu memimpin timnya melewati perlawanan sengit wakil Afrika demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Xhaka kembali menunjukkan perannya sebagai jantung permainan Swiss selama fase grup. Gelandang berusia 33 tahun itu menjadi pengatur tempo, menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang, sekaligus menjadi pemimpin yang memastikan permainan tim tetap terorganisasi ketika berada di bawah tekanan lawan.

Pengalaman panjangnya di level internasional menjadi salah satu alasan Swiss mampu melangkah ke fase gugur dengan penuh percaya diri.

Kini tantangan yang dihadapi semakin berat. Aljazair datang dengan reputasi sebagai tim yang mengandalkan transisi cepat dan permainan fisik, sehingga duel di lini tengah diperkirakan menjadi salah satu penentu hasil pertandingan.

Dalam situasi seperti itu, ketenangan dan kemampuan Xhaka mengendalikan ritme permainan diyakini akan menjadi senjata utama Swiss.

Baca Juga: Harry Kane Jadi Penyelamat! Inggris Comeback Kalahkan RD Kongo 2-1, Tantang Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026

Granit Xhaka. (Istimewa)
Granit Xhaka. (Istimewa)

 Baca Juga: Julian Quinones Jawab Kritik dengan Gol dan Assist, Meksiko Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Pelatih Murat Yakin menilai kehadiran sang kapten memberi pengaruh besar, bukan hanya lewat kualitas bermain, tetapi juga kepemimpinannya di ruang ganti.

"Granit adalah pemimpin tim kami. Pengalamannya dan kehadirannya di lapangan sangat penting, terutama di laga penting seperti ini," ujar Yakin, dikutip Reuters.

Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya peran Xhaka dalam perjalanan Swiss di Piala Dunia 2026. Tidak hanya menjadi penghubung antarlini, ia juga menjadi sosok yang mampu menjaga fokus rekan-rekannya ketika menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.

Baca Juga: Erling Haaland Akui Brasil Favorit, Norwegia Punya Kenangan Manis Lawan Selecao di Piala Dunia

Bagi Xhaka sendiri, mengenakan ban kapten Swiss selalu memiliki makna khusus. Dalam wawancara bersama FIFA, ia pernah menegaskan bahwa membela negaranya merupakan kehormatan terbesar dalam kariernya.

"Setiap kali aku mengenakan seragam tim ini, aku merasa bangga. Bisa mewakili negaraku adalah sebuah tanggung jawab dan kehormatan yang besar," ujarnya.

Semangat tersebut terus ia tunjukkan di atas lapangan melalui etos kerja, komunikasi, dan determinasi yang menjadi ciri khas permainannya selama lebih dari satu dekade bersama tim nasional.

Selain berperan sebagai pengatur serangan, Xhaka juga dikenal memiliki akurasi umpan yang tinggi serta kemampuan melepaskan tendangan jarak jauh. Pengalamannya menghadapi berbagai tim besar di level klub maupun internasional menjadi modal penting saat Swiss berupaya mematahkan permainan agresif Aljazair.

Di atas kertas, Swiss memang sedikit lebih diunggulkan. Namun Aljazair dipastikan bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Karena itu, peran Granit Xhaka sebagai kapten akan sangat menentukan.

Apabila ia mampu mengendalikan lini tengah sekaligus menjaga organisasi permainan Swiss, peluang Rossocrociati untuk melangkah ke babak 16 besar akan semakin terbuka.

EDITOR: Banu Adikara