← Beranda
Tenang di Tengah Tekanan, Carlo Ancelotti Jadi Kunci Kebangkitan Brasil Singkirkan Jepang di Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiSelasa, 30 Juni 2026 | 19.20 WIB
Carlo Ancelotti antusias hadapi Piala Dunia 2026. (ig @brasil) 

 

JawaPos.com - Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang pada laga babak 32 besar, Selasa (30/6/2026). 

Di balik keberhasilan Selecao membalikkan keadaan, sosok pelatih Carlo Ancelotti kembali menjadi sorotan berkat ketenangan dan keputusan taktis yang tepat.

Momen yang paling mencuri perhatian justru terjadi setelah Brasil mencetak gol kemenangan pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+6.

Baca Juga: Thierry Henry Beri Penghormatan untuk Jepang Usai Tersingkir dari Brasil di Piala Dunia 2026

Berbeda dengan kebanyakan pelatih yang meluapkan emosi di pinggir lapangan, Ancelotti memilih tetap tenang.

Pelatih asal Italia itu tidak melakukan selebrasi berlebihan. Ia justru langsung menghampiri asistennya, Paul Clement, untuk membahas pergantian pemain. 

Ancelotti kemudian memasukkan Danilo Santos guna memperkuat pertahanan dan memastikan keunggulan Brasil tetap terjaga hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Duel Nostalgia: Jepang Gagal Balas Dendam pada Brasil di Piala Dunia 2026

Sikap tenang tersebut ternyata sudah terlihat sejak jeda pertandingan. Berdasarkan pengakuan Casemiro dan Gabriel, Ancelotti tidak memberikan instruksi dengan nada tinggi saat Brasil tertinggal di babak pertama. Ia hanya meminta para pemain tetap tenang, tidak panik, dan fokus mencari solusi.

Pendekatan itu terbukti efektif. Para pemain Brasil mampu menjaga konsentrasi dan perlahan mengambil alih jalannya pertandingan.

Ancelotti kemudian membuat perubahan penting pada babak kedua. Ia mengubah formasi menjadi 4-2-4 dengan memasukkan Endrick untuk menggantikan Lucas Paqueta. 

Pergantian tersebut membuat lini depan Brasil semakin agresif dan memberi tekanan lebih besar kepada pertahanan Jepang.

Selain itu, Ancelotti menginstruksikan para pemain untuk lebih sering mengirim umpan silang ke kotak penalti. Ia juga meminta lebih banyak pemain masuk ke area berbahaya agar peluang mencetak gol semakin besar.

Perubahan lain terlihat pada peran Gabriel Martinelli. Winger Arsenal itu tidak lagi bermain melebar, melainkan lebih sering bergerak ke tengah sebagai inside forward, bahkan beberapa kali berperan layaknya gelandang serang nomor delapan. Pergerakan tersebut membuat pertahanan Jepang kesulitan menjaga ruang.

Baca Juga: Brasil Singkirkan Jepang 2-1 dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Keputusan Berani Ancelotti Berbuah Manis

Strategi sederhana tetapi efektif itu akhirnya membuahkan hasil. Brasil sukses mencetak dua gol balasan dan mengamankan kemenangan yang membawa mereka melaju ke fase berikutnya.

Keberhasilan ini kembali menegaskan kualitas Ancelotti sebagai pelatih yang mampu tetap berpikir jernih dalam situasi penuh tekanan. 

Pengalaman panjangnya menangani Real Madrid, klub dengan tuntutan tinggi, tampaknya menjadi modal penting saat memimpin Brasil.

Baca Juga: Hasil Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Gol Magis Gabriel Martinelli di Injury Time Antar Selecao ke 16 Besar

Di negara yang menganggap sepak bola lebih dari sekadar olahraga, ketenangan Ancelotti menjadi energi positif bagi tim. 

Saat pelatih mampu mengendalikan situasi, para pemain pun tampil lebih percaya diri. Laga melawan Jepang menjadi bukti bahwa keputusan yang tenang dan tepat sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan besar.

EDITOR: Edi Yulianto