JawaPos.com - Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengambil keputusan yang cukup berbeda setelah perjalanan tim nasional mereka di Piala Dunia 2026 berakhir.
Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2002, KFA memastikan tidak akan menggelar acara penyambutan resmi di Bandara Internasional Incheon saat skuad Taegeuk Warriors kembali ke tanah air pada 30 Juni 2026.
Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh KFA sebagai bagian dari pengaturan kepulangan tim. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, seluruh pemain dan staf pelatih juga tidak akan pulang dalam satu rombongan besar.
Baca Juga: Korea Selatan Tersingkir, Wajah Pelatih Hong Myung-bo Disamarkan saat Ditayangkan TV KBS
Sebaliknya, para pemain dijadwalkan kembali ke Korea Selatan secara bertahap dalam beberapa kloter kecil hingga 1 Juli 2026.
Dengan skema tersebut, kepadatan penumpang di bandara dapat dikurangi sekaligus memudahkan para pemain yang memiliki agenda berbeda setelah turnamen berakhir.
Langkah ini menjadi perhatian publik karena Korea Selatan selama lebih dari dua dekade selalu menggelar penyambutan bagi tim nasional usai tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Murka Usai Timnas Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Bahkan ketika hasil yang diraih tidak sesuai harapan, para pemain tetap disambut oleh suporter maupun media di bandara.
Banyak pihak menilai keputusan KFA kali ini juga berkaitan dengan pengalaman kurang menyenangkan yang pernah terjadi pada 2018.
Saat itu, beberapa pemain Korea Selatan sempat menjadi sasaran pelemparan telur ketika menghadiri acara penyambutan usai kembali dari Piala Dunia di Rusia.
Insiden tersebut menuai kritik luas karena dianggap tidak mencerminkan semangat sportivitas terhadap para pemain yang telah berjuang membela negara. Meski begitu, KFA tidak secara langsung menyebut kejadian tersebut sebagai alasan utama di balik keputusan kali ini.
Dengan tidak adanya acara penyambutan, para pemain diperkirakan bisa langsung kembali ke keluarga masing-masing atau bergabung dengan klub mereka sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Model kepulangan secara bertahap juga dinilai lebih efektif mengingat banyak pemain yang berkarier di luar negeri dan memiliki jadwal pramusim yang cukup padat.
Baca Juga: Korea Selatan Resmi Tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 Setelah Gagal Menembus Babak 32 Besar
Keputusan ini memunculkan beragam tanggapan dari publik Korea Selatan. Sebagian mendukung langkah KFA karena dianggap memberi ruang privasi kepada para pemain setelah menjalani turnamen panjang.
Namun, ada pula yang merasa tradisi penyambutan seharusnya tetap dipertahankan sebagai bentuk apresiasi kepada tim nasional.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, keputusan tersebut menjadi momen bersejarah karena mengakhiri tradisi penyambutan yang telah berlangsung sejak keberhasilan Korea Selatan mencatat sejarah di Piala Dunia 2002.
Kini, fokus KFA diperkirakan akan beralih pada evaluasi menyeluruh sebagai persiapan menghadapi agenda internasional berikutnya.