JawaPos.com - Kegagalan Timnas Uruguay melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 ternyata membawa dampak lain di luar lapangan. Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) dikabarkan membatalkan penyediaan pesawat carter untuk kepulangan skuad setelah tim dipastikan tersingkir pada fase grup.
Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh jurnalis Uruguay, Martin Charquero. Menurut laporannya, sejumlah pemain Uruguay akan kembali ke negara asal menggunakan pesawat komersial, berbeda dengan rencana awal yang menyiapkan penerbangan khusus bagi seluruh rombongan tim.
Keputusan tersebut diambil setelah Uruguay gagal memenuhi target lolos ke fase gugur. La Celeste hanya mampu mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan di Grup H.
Baca Juga: Marcelo Bielsa Akui Gagal Total Bersama Uruguay, Sebut Tak Meninggalkan Warisan Apa Pun
Pada laga pembuka, Uruguay bermain imbang 2-2 melawan Tanjung Verde. Hasil kurang maksimal kembali didapat saat menghadapi Arab Saudi setelah pertandingan berakhir 1-1.
Uruguay harus mengakui keunggulan juara Dunia tahun 2010 Spanyol dengan skor tipis 1-0.
Dengan koleksi dua poin, Uruguay gagal bersaing memperebutkan tiket menuju babak 32 besar.
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan di Piala Dunia 2026 mengingat Uruguay datang sebagai salah satu tim unggulan yang memiliki dua gelar Piala Dunia.
Baca Juga: Timnas Uruguay Gugur di Fase Grup Piala Dunia, Marcelo Bielsa Pilih Salahkan Diri Sendiri
Pembatalan pesawat carter ini pun langsung menjadi sorotan di media sosial. Banyak pendukung menilai keputusan tersebut merupakan konsekuensi dari kegagalan tim memenuhi target yang telah ditetapkan federasi.
Namun, ada pula yang menganggap penggunaan pesawat komersial bukanlah persoalan besar selama para pemain dapat kembali dengan aman.
Hingga saat ini, Federasi Uruguay belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan detail di balik pembatalan penerbangan khusus tersebut.
Meski begitu, laporan Martin Charquero menyebut keputusan itu berkaitan langsung dengan kegagalan tim lolos dari fase grup.
Kini Uruguay harus segera melakukan evaluasi menyeluruh setelah perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Regenerasi pemain, performa tim, hingga kebijakan federasi diprediksi akan menjadi bahan pembahasan dalam beberapa pekan ke depan agar La Celeste mampu kembali tampil lebih kompetitif pada turnamen internasional berikutnya.