← Beranda
Marcelo Bielsa Akui Gagal Total Bersama Uruguay, Sebut Tak Meninggalkan Warisan Apa Pun
Andre Rizal HanafiMinggu, 28 Juni 2026 | 18.27 WIB
Marcelo Bielsa. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Marcelo Bielsa melontarkan pernyataan yang mengejutkan setelah langkah Timnas Uruguay terhenti di Piala Dunia 2026. 

Pelatih asal Argentina itu secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa gagal selama menangani La Celeste dan menilai tidak meninggalkan warisan apa pun bagi sepak bola Uruguay.

Ucapan tersebut disampaikan Bielsa dalam konferensi pers seusai pertandingan. Dengan nada penuh kekecewaan, ia menilai seluruh pencapaian yang diraih Uruguay selama masa kepemimpinannya tidak memiliki arti setelah tim gagal mencapai target utama di turnamen paling bergengsi tersebut.

Baca Juga: Rusak Rekor Fontaine dan Jairzinho! Lionel Messi Pemain Pertama Cetak Gol dalam 7 Laga Piala Dunia Beruntun

"Apa yang saya tinggalkan untuk sepak bola Uruguay adalah tidak ada. Posisi keempat di kualifikasi tidak berharga, posisi ketiga di Copa América tidak berharga, dan penampilan ini tidak perlu saya definisikan," ujar Bielsa.

Pelatih berusia 70 tahun itu bahkan menegaskan bahwa jika publik mengingat masa kepemimpinannya nanti, ia berharap dikenang sebagai pelatih yang gagal memberikan sesuatu yang berarti.

"Jika Anda bertanya bagaimana masa jabatan saya akan diingat, itu adalah masa jabatan yang tidak meninggalkan apa-apa," lanjutnya.

Marcelo Bielsa mulai menangani Uruguay pada 2023. Kehadirannya sempat membawa harapan besar karena filosofi permainan menyerang dan intensitas tinggi yang selama ini menjadi ciri khasnya. 

Baca Juga: Tak Punya Mental Bertarung! Zlatan Ibrahimovic Kritik Keputusan Norwegia Istirahatkan Haaland di Laga Kontra Prancis

Di bawah arahannya, Uruguay tampil cukup meyakinkan pada babak kualifikasi Piala Dunia dan mampu mengakhiri kompetisi di peringkat keempat.
Tak hanya itu, Uruguay juga berhasil finis di posisi ketiga Copa América. 

Hasil tersebut sempat dianggap sebagai pertanda bahwa Bielsa berada di jalur yang tepat untuk membawa generasi baru Uruguay kembali bersaing di level tertinggi.

Namun, kegagalan melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026 mengubah segalanya. Bielsa menilai seluruh pencapaian sebelumnya kehilangan makna karena target utama tidak berhasil diwujudkan.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan karakter Bielsa yang dikenal sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Selama berkarier sebagai pelatih, ia kerap memilih mengevaluasi diri secara terbuka dibanding mencari alasan atas hasil yang diraih timnya.

Meski begitu, banyak pihak tetap menilai kontribusi Bielsa terhadap perkembangan permainan Uruguay tidak bisa diabaikan. 

Ia berhasil memberi kesempatan kepada sejumlah pemain muda berkembang dan membangun identitas permainan yang lebih agresif.

Kini, masa depan Bielsa bersama Uruguay menjadi tanda tanya. Belum ada pernyataan resmi mengenai kelanjutan kerja samanya dengan federasi, tetapi pengakuan emosional tersebut semakin memunculkan spekulasi bahwa masa baktinya bersama La Celeste bisa segera berakhir.

EDITOR: Banu Adikara