JawaPos.com — Lionel Messi mencatat sejarah baru usai mencetak gol saat membawa Argentina mengalahkan Jordania 3-1 pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Texas, Minggu pagi WIB.
Gol tersebut menjadikan kapten tim Tango sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun sekaligus memperpanjang rekor golnya di ajang empat tahunan menjadi 19 gol.
Baca Juga: Timnas Tanjung Verde Lolos ke Babak 32 Besar, Vozinha Tak Sabar Hadapi Argentina dan Lionel Messi
Bagaimana Lionel Messi Mencetak Rekor Bersejarah?
Lionel Messi mengukir pencapaian yang belum pernah diraih pemain mana pun sepanjang sejarah Piala Dunia.
Gol tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter pada menit ke-80 memastikan namanya menjadi pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara berturut-turut.
Messi masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua setelah pelatih Lionel Scaloni melakukan rotasi besar-besaran.
Meski tidak tampil sejak menit awal, bintang berusia 39 tahun itu tetap mampu memberikan pengaruh besar dengan mencetak gol penutup kemenangan Argentina.
Rangkaian rekor tersebut dimulai pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Saat itu Messi mencetak gol ketika Argentina mengalahkan Australia 2-1 di babak 16 besar, kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Belanda dan Kroasia.
Puncaknya terjadi pada partai final melawan Prancis. Messi mencetak dua gol dalam laga dramatis yang berakhir dengan keberhasilan Argentina mengangkat trofi juara dunia.
Memasuki Piala Dunia 2026, performa tajamnya tidak mengalami penurunan. Messi mencetak hattrick saat menghadapi Aljazair, kemudian menambah dua gol ke gawang Austria sebelum kembali mencetak gol ke gawang Jordania.
Dengan torehan tersebut, Messi kini mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026 dan total 19 gol sepanjang sejarah penampilannya di ajang Piala Dunia.
Catatan itu semakin memperkokoh posisinya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut.
Argentina Tetap Perkasa Meski Messi Tidak Menjadi Starter
Argentina memastikan status sebagai juara Grup J setelah menundukkan Jordania dengan skor 3-1. Tim asuhan Lionel Scaloni tampil dominan meski mengawali pertandingan tanpa Lionel Messi di susunan pemain utama.
Gol pertama Argentina lahir melalui tendangan bebas indah Giovani Lo Celso pada menit ke-19.
Keunggulan kemudian bertambah menjadi 2-0 lewat eksekusi penalti Lautaro Martínez pada menit ke-31 setelah pelanggaran terhadap Marcos Senesi dipastikan melalui tinjauan VAR.
Jordania sempat memberikan perlawanan pada babak kedua. Musa Al-Taamari memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-55 setelah memanfaatkan umpan silang Ihsan Haddad.
Masuknya Messi dari bangku cadangan mengubah ritme permainan Argentina.
Delapan menit menjelang waktu normal berakhir, kapten Albiceleste melepaskan tendangan bebas melengkung yang gagal dijangkau kiper Jordania dan mengubah skor menjadi 3-1.
Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan Argentina, tetapi juga mengantarkan Messi menorehkan sejarah baru di Piala Dunia. Argentina pun menutup fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Sebaliknya, Jordania harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut membuat mereka finis di dasar klasemen Grup J dan dipastikan tersingkir dari turnamen.
Baca Juga: Lionel Messi Juara Lagi? Berikut Calon Lawan Argentina di 16 Besar hingga Final Piala Dunia 2026
Lewati Rekor Just Fontaine dan Jairzinho
Rekor tujuh pertandingan beruntun dengan gol membuat Lionel Messi melewati dua legenda sepak bola dunia, Just Fontaine dan Jairzinho.
Sebelumnya, keduanya sama-sama memegang rekor enam pertandingan Piala Dunia berturut-turut dengan mencetak gol.
Just Fontaine membukukan rekor tersebut bersama Prancis pada Piala Dunia 1958. Hingga kini, Fontaine juga masih dikenang sebagai pencetak 13 gol dalam satu edisi Piala Dunia, sebuah rekor yang belum mampu dipecahkan pemain lain.
Sementara itu, Jairzinho mencatatkan enam pertandingan beruntun dengan gol saat membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1970.
Penyerang legendaris itu menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di setiap pertandingan yang dijalani Brasil dalam turnamen tersebut.
Kini, Lionel Messi berdiri sendirian di puncak daftar tersebut. Konsistensinya mencetak gol dalam dua edisi Piala Dunia menunjukkan kualitas luar biasa yang tetap terjaga meski usianya sudah mendekati kepala empat.
Rekor itu juga semakin melengkapi perjalanan karier Messi bersama Argentina. Setelah sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022, ia kembali menjadi sosok sentral dalam upaya Albiceleste mempertahankan gelar pada edisi 2026.
Baca Juga: Scaloni pastikan Messi Tak Akan jadi Starter di Laga Lawan Yordania
Peluang Messi Terus Menambah Rekor
Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 masih berlanjut sehingga peluang Messi menambah jumlah gol maupun memperpanjang rekor pertandingan beruntun masih terbuka lebar.
Dengan enam gol yang telah dicetak sejauh ini, ia kembali masuk dalam persaingan perebutan Sepatu Emas turnamen.
Produktivitas Messi juga menjadi modal penting bagi Argentina yang tampil meyakinkan sepanjang fase grup.
Rotasi pemain yang dilakukan Lionel Scaloni terbukti tidak mengurangi kualitas permainan tim karena kedalaman skuad mereka mampu menjaga performa tetap stabil.
Jika kembali mencetak gol pada babak gugur berikutnya, Messi akan semakin menjauh dari para legenda yang pernah menghiasi sejarah Piala Dunia.
Rekor tujuh pertandingan beruntun kini telah menjadi miliknya seorang, dan kesempatan memperpanjang catatan tersebut masih terbuka selama Argentina terus melaju di turnamen.